Kedua gadis itu kini sudah sampai di rumah, yang mana keduanya sudah di sambut oleh para maid dan bodyguard. "Nona, Nyonya sudah menunggu di ruang keluarga" beritahu nya dan diangguki keduanya.
Sesampainya di ruang keluarga ke dua nya bisa melihat Mommy, Daddy dan Ace sudah menunggu. "Mom, Dad" panggil keduanya, sontak mereka menoleh secara bersamaan.
"Nak,ayo duduk dulu" ajak sang Mommy, membuat kedua gadis itu saling pandang sebelum Aca berjalan mendekat terlebih dahulu diikuti Aci yang hanya diam.
Keduanya duduk saling berhadapan dengan Mommy dan Ace, namun tak sedetikpun keduanya memandang Ace. "Mommy dengar kalian membuat keributan, bisa dijelaskan? " tanyanya membuat ketiga bersaudara itu diam, namun Ace sesekali mencuri pandang ke Aca dan Aci.
"Mommy bisa tanyakan langsung ke yang bersangkutan" balas Aca acuh.
"Yah, Kita takan memulai jika ia tak mulai duluan" sambung Aci sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan melirik Ace sekilas sebelum kembali pokus pada sang Mommy.
Ace yang mendengar dan melihat bagaimana tatapan Aci padanya hanya bisa diam pasrah. "Ace" panggil Daddy membuat si empu langsung menoleh padanya.
"Ya Dad" balas Ace.
"Bisa dijelaskan? " tanyanya.
"Aku hanya tak suka melihat Aca bersama pria lain, berduaan di satu ruangan yang kosong" penjelasan singkat membuat mereka menatap Ace berbeda beda.
"Cih, Aca bersama siapapun itu hak nya. Apa pula lo ngatur ngatur dia harus deket sama siapa dan harus sama siapa" cibirnya Aci menatap julit Ace.
"Ck, gue bukan ngatur ya! Gue cuma gak mau Aca kenapa napa, kita gak tau pikiran cowo kalo udah deket sama cewe di satu ruangan yang sepi cuma berduaan! " Balas Ace tak Terima.
Mendengar itu sontak Aci bungkam dan melirik Aca dengan ekspresi yang rumit, sedangkan Aca yang mendengar itu sontak menegang sesaat sebelum semakin mendatarkan wajahnya.
Mommy, Daddy dan Ace melihat respon keduanya yang terlihat mencurigakan. "Aku cape, mom and Dad Aku ke kamar dulu" pamit Aca lalu bangkit tanpa mendengarkan jawaban dari mereka semua.
"Ca" lirih Aci sebelum berlari mengejar Aca yang kini hampir memasuki lift dan ikut masuk kedalamnya.
Disisi Ketiganya yang ditinggalkan sontak saling melirik satu sama lainnya. "Apa Aca pernah mengalami sesuatu? " tanya Mommy khawatir sambil menatap Ace yang menggeleng bingung.
"Aku gak tau Mom, selama ini dia baik baik aja kok kalo bareng sama Aku" balas Ace yang bingung sendiri tentang sikap kedua gadis yang selama ini menjadi saudaranya.
Melihat raut kebingungan yang di alami sang Putra, Mommy dan Daddy saling pandang. "Pergilah ke kamarmu Ace, bersihkan dirimu sebelum malam" ucap Daddy dan diangguki Ace yang langsung pergi.
Melihat Putranya sudah pergi Daddy menghampiri sang Istri dan memeluknya. "Mas, putriku. Ada yang salah tentangnya" Lirih Mommy.
"Tenang sayang, nanti mas akan cari tahu" ujarnya menenangkan.
Disisi Aca yang sudah memasuki lift hanya diam bersama Aci yang sesekali melirik nya. "Maaf Ren" bisiknya membuat Aca menoleh kesamping menatap Aci yang kini menatap sendu padanya.
Melihat tatapan itu sontak Aca memalingkan wajahnya bertepatan pintu lift terbuka dan langsung pergi diikuti Aci di sampingnya. "Itu hanya masalalu Ci, jangan ngungkit dia lagi" balas Aca lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Teen FictionTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
