23. Kasus Noval 🦁

8.2K 629 10
                                        

Tanpa Aca sadari, setiap detiknya ada seseorang yang menatapnya penuh perhitungan, tak lama ia mendekat. "Cici" panggilnya dengan suara khas membuat Aca menoleh.

"Lagi apa? " tanyanya sambil mendekat.

"Sorry gue Aca" balas Aca membuat pemuda itu terdiam sebentar lalu segera berdehem canggung.

"Oh" balasnya singkat.

"Ngapain bang leo kesini? " tanya Aca.
"Sorry" balasnya membuat Aca bingung, namun tak lama ia mengangguk.

"Ahh, ngapain manggil gue Cici heh? Kenapa, lo tertarik? " tanya Aca sambil menatap Leo menggoda.

Leo yang mendengar itu sontak berdehem lalu ikut duduk di ayunan sebelah Aca. "Maybe" balasnya sambil mendongak menatap langit malam.

Mendengar Jawaban itu sontak Aca terkekeh hingga Lio menunduk menatapnya. "Lucu? " tanya Lio dia balas gelengan Aca.

"Nggak, cuma yah dia memang menarik" balas Aca sambil mengayunkan ayunan dibantu oleh Leo.

"No, setiap orang punya daya tariknya sendiri. Termasuk lo" sahut Lio sambil tersenyum miring melirik orang yang diam diam ikut memandangi keduanya sebelum berbalik pergi.

"Gue? " tanya Aca dibalas anggukan Lio.

"Yah, sepertinya seseorang diam diam tertarik sama lo" balasnya membuat Aca menghela nafas.

"Hmmm, gue gak tertarik dan cuma satu orang yang udah buat gue tertarik, yeah yang jelas sepertinya bukan yang lo maksud"balas Aca membuat Lio terkekeh sambil berdiri.
"Semoga berhasil" ucapnya sambil tersenyum manis dengan banyak artian tersembunyi dibalik kata kata itu dan lalu pergi meninggalkan banyak pertanyaan yang Aca tak sempat tanyakan.

"Maksudnya apa nih" gumam aca, yang tau akan tabiat orang itu dari novel yang ia baca dulu.


****

Disisi Ace, ia terdiam menatap ponselnya yang hanya menampakkan pesan dan telponnya yang sama sekali tak digubris oleh kedua saudarinya itu.

Puk.

Pundak Ace di tepuk membuat si empu menoleh penatap si empu. "Belum di bales juga? " tanya Sean diangguki Ace.

"Hah~, gue harus apa biar mereka gak salah paham terus" lirihnya lesu.

"Tenang bro, kita bakal bantu lo buat nyulik tu dua bocah kembar" sahut Angga diangguki biru.

"Culik? " beo Sean bingung diikuti Ace yang juga tak paham.

"Gini bro, tuh dua anak kan bebal gak mau dengerin lo sama kita buat jelasin semuanya. Nah jadi lebih baik kita culik aja tuh anak dan paksa mereka buat denger, gimana? " tanya Angga diangguki Biru yang setuju akan usulan Angga.

"Biar soal nyulik neneng Cici biar mas Biru yang lakuin" sambungnya Pede.

"Yah yang ada lo ditonjok duluan sama dia" balas Ace membuat mereka tertawa ngakak.

"Gak papa, yang penting yang nonjok Cici kalo yang lain auto gue bales" Ujar Biru membuat mereka menggelengkan kepala.

"Sesuka itu lo sama Cici? Bahkan udah di tolak beberapa kali juga? " tanya Angga yang heran melihat temannya itu bucin sama salah satu kembaran Ace.

"Anjir gue baru di tolak satu kali ya cok, kan kata pepatah bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. Gak papa di tolak sekali asal jangan nyerah" balas Biru so dramatis.

"Pepet terusss" sahut Sean membuat mereka tertawa dan Ace yang hanya menggelengkan kepala melihat temannya menyukai salah satu perempuan yang berarti untuknya.

Kalo di tanya boleh gak mereka deket? Ya Ace cuma bisa bilang silahkan asal dia gak nyakitin kedua gadis yang berarti untuknya itu, dan yang jelas ia haruss ngadepin dulu dia sebelum bener bener deket sama kembarannya. Dan Biru sudah dapat ijin langsung dari Ace, makanya ia dengan leluasa bisa deket sama Aci meskipun ditolak terus ama si empu hhe.

"Btw, gimana sama Si Noval dkk? " tanya Angga sambil menatap Ace.

Ace hanya menghela nafas sambil nyender ini tubuhnya ke kursi. "Kasusnya belum selesai, masih ada oknum yang mantau tapi belum kebuka aja dalangnya siapa" balas Sean.

"Menurut gue, ini gak jauh dari masalalu kedua orang tuanya atau gak musuh mereka, maybe? " sahut Biru diangguki Ace.

"Yah, kemungkinan begitu. Ini bukan hanya sebatas tabrak lari tapi ada hal yang jauh lebih dalam dari hal itu" sambung Ace.

"Gue denger denger, mereka coba buat nyelakain keluarga Noval lagi. Tapi dengan versi yang berbeda dari hal yang kemarin" ujar Sean membuat mereka menatapnya secara serempak.

"Apalagi yang terjadi? " tanya Biru.

"Gue denger dari Ezro kalo beberapa terakhir ini ada yang neror keluarga Noval, dan yang lebih parahnya keluarga dia sampe harus pergi ke dokter karna diracuni. Untungnya mereka gak telat buat bawa ke dokter kalo gak mungkin lebih parah" balas Sean membuat mereka mengangguk.

Tak lama terdengar suara derum motor mengarah kearah mereka dan parkir tepat di samping motor mereka, yang ternyata yang datang itu Noval dkk. "Oh baru aja di omongin dan nyampe aja kalian" ujar Angga membuat Noval dkk bingung.

"Ngomong apaan? " tanya Faris sambil duduk di meja Ace dkk diikuti yang lainnya.

"Itu soal keluarga lo Noval" balas Sean membuat mereka mengangguk.

"Ada bukti lain? " tanya Ace membuat mereka serempak menatapnya.

"Hemm, gue udah cek Cctv rumah tapi kayaknya udah di hapus sama mereka" Lesu Noval.

"Kita udah usaha buat nyari bukti lain dan yah kita nemu racun itu dan udah kita bungkus" sahut Tian.

"Tapi masalah Cctv kita agak kewalahan, soalnya kayak ada orang yang nyegah hal itu terungkap. Lihat komputer gue rusak gara gara orang itu nyebar virus ke laptop gue" Sambung Ezro sambil memperlihatkan komputer nya yang rusak.

Mereka melihat komputer itu sambil menggelengkan kepala. "Udah gak bisa dibenerin nih" ujar Sean diangguki Ezro.

"Oh ya sebenarnya kan selepas kejadian itu gue ngerasa kayak sering diikuti sama seseorang" celetuk Faris membuat mereka membulat tak percaya.

"Gue juga" ucap mereka serempak lalu menatap Ace yang terdiam.

"Lo gimana Ace? " tanya Noval.

"Seperti yang kalian bilang, mereka hampir buat gue jatuh dari motor saat gue nyoba lari ngejauhin mereka" Balas Ace membuat mereka mengaga tak percaya.

"Sorry gays, gara gara bantuin gue lo semua hampir celaka" tak enak Noval membuat mereka terkekeh.

"Gak papa kali Val, kita kan kawan jadi it's oke" Ujar Faris diangguki Tian dan Ezro.

"Tapi kita gak kawan tuh" ujar Ace membuat mereka menatapnya bersalah.

"Bercanda" lanjutnya membuat mereka tertawa.

"Santai aja kawan tegang amat tuh muka" ledek Angga sambil tertawa diikuti yang lainnya.

"Thanks Ace, lo semua juga" Ucap Noval dibalas anggukan mereka semua.

"Gue bakal coba ngeretas balik Cctv lo, tenang aja" Ujar Sean sambil mengeluarkan Laptop yang ia bawa dan mulai aksinya.

Melihat itu mereka segera mendekat untuk melihat. "Apa aja yang kalian temukan buat jadi barang bukti? " tanya Biru membuat mereka kembali duduk dan segera menyerahkan beberapa barang bukti.

"Hati hati, barang bukti harus di simpan dengan rapat gak boleh ada orang lain yang tau selain kita" Ujar Ace serius diangguki mereka semua.

Jangan lupa vote and komen gays❤👇

THREEPELSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang