🔞 Harap Bijak dalam memilih bacaan 🔞
Palpitasi yang di alami Haechan (Lee Donghyuk) bukan hanya membuat Haechan tak bisa ikut menyelesaikan konser tur 'The Link' tapi juga membuat Haechan mencoba untuk berhenti mencintai Mark dan mencoba untuk men...
Haechan menatap cukup lama pada postingan Mark yang berfoto dengan matahari. Bagi banyak orang pasti menganggap itu hanya sebuah postingan biasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi tidak bagi Haechan. Bukan karna ia mulai kegeeran lagi, tapi kali ini karna Mark sendiri yang mengatakan padanya kalau Mark menganggap matahari itu adalah dirinya dan Mark berfoto bersama dirinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apakah ia rindu Mark? tentu saja. Jauh sebelum Mark mengatakan itu Haechan sudah rindu, bahkan di hari pertama Ia sakit dan harus istirahat Ia sudah rindu. Kemana saja Mark sampai baru merasakan rindu?
Mata Haechan terus saja menatap foto Mark dengan matahari. Apa yang harus ia lakukan? ia kekasih Jeno sekarang, jika ia berhenti sekarang apakah Mark akan benar-benar mencintai nya? apakah Mark akan menghargainya? sepertinya Mark sudah menyesal. Sudah merasa kehilangan dirinya. Hal itu terlihat bagaimana Mark terus menghubunginya lebih dulu, bahkan meskipun ia abaikan, Mark juga terus menyebutkan namanya setiap konser, bermain dengan standee bergambar dirinya. Mark terlihat rindu padanya.. dan itu pun di akui langsung oleh Mark.
Apa ia berikan saja Mark kesempatan sekali lagi?
Jari Haechan tak sengaja menarik layar ke bawah, merefresh instagram yang sedari tadi hanya menampilkan foto Mark.
Ada postingan baru ternyata dari Mark. Postingan yang membuat Haechan tersenyum getir dan miris. Bisa-bisanya ia menganggap Mark sudah sedih dan kehilangan dia.
Mark baik-baik saja, Mark masih bisa tertawa bahagia. Tentu saja karna di sana ada yuta hyung. Mark lebih menyukai yuta hyung di bandingkan dirinya. Itu juga yang membuat Haechan memilih untum menerima Jeno. Di saat ia sedang berjuang sembuh, di saat ia menunggu telfon Mark. Mark sedang asik memeluk-meluk Yuta tanpa mempertimbangkan sedikitpun perasaannya.
Haechan menghela napasnya. Ia membulatkan tekad untuk tak lagi goyah dengan apapun sikap Mark. Perlu Haechan sadari bahwa mungkin saja Mark menyukainya tapi selamanya bagi Mark ia bukanlah yang utama. Mark kehilangan bukan karna mencintainya, Mark kehilangan karna terlalu terbiasa di kejar-kejar olehnya.