9

3.5K 338 33
                                        

Peristiwa yang terjadi pada Haechan hari itu benar-benar membuat Haechan tak berhenti menangis. Setiap kali ingat dia akan menangis. Ia bahkan menangis dalam tidurnya meski di dekap erat oleh Jeno.

Tapi setelah satu hari paling melelahkan dan menyakitkan itu. Haechan terbangun tanpa beban apapun. Ia seolah lupa kalau ia menangis terus menerus kecuali matanya yang sulit terbuka karna terlalu bengkak. Selebihnya ia lupa rasa terbuang itu. Ia lupa rasa sakitnya penantian yang tak berakhir manis. Dia lupa rasa terhina dan terbuang yang mendera dadanya selama ini.


Haechan bahkan langsung bisa latihan bersama. Ia tak menghindari Mark seperti beberapa hari kemarin, namun juga tak dekat dengan pria itu. Haechan hanya menganggap Mark satu bagian dari orang yang ia kenal saja.


Setiap kali Mark mencoba untuk bicara dengannya selain urusan pekerjaan. Haechan akan langsung menatap dingin dan dengan tanpa beban sedikitpun ia mengatakan bahwa dia tidak punya waktu untuk itu.


Haechan juga tak melulu menjadikan Jeno benteng. Ia mulai menjalani hubungan selayaknya. Dimana ia dan Jeno memang berpacaran karna mereka saling menyayangi bukan karna Haechan ingin menjadikan Jeno benteng yang mengalihkannya dari Mark.

Haechan pun tak lagi terus memaksa Jeno untuk melakukan hal aneh-aneh seperti sebelumnya. Bukan karna Haechan tidak mau, tapi ia sadar selama ini ia memaksa Jeno melakukan itu dengan pikiran jika mereka melakukannya mungkin ia akan melupakan Mark. Mungkin ia akan dengan instan mencintai Jeno. Haechan berhenti dengan pikiran itu. Ia tetap masih ingin melakukannya. Tapi sekarang ia setuju dengan keputusan Jeno. Bahwa ketika mereka melakukan nanti. Sama sekali bukan karna ia ingin cepat-cepat mengubur Mark. Tetapi karna Haechan menginginkan Jeno. Melakukan hal yang pertama itu dengan perasaan cinta.



Nomor Mark masih dalam keadaan terblokir di ponsel Haechan. Untuk yang satu itu Haechan memang belum sanggup membukanya. Dia tak perlu berpura-pura baik-baik saja tapi nyatanya tidak kan? Jadi ia tetap memilih seperti itu.

Para hyung yang lain pun tak memaksa Haechan. Tentunya setelah Haechan mengatakan bahwa ia ingin berhenti dari perasaanya dengan Mark dan untuk itu ia perlu membatasi dulu dirinya dengan Mark.

Ia menceritakan itu pada Taeyong yang pasti akan membuat Jaehyun tau, pada Johnny, pada Doyoung dan pada Taeil.


Dua hari ini Haechan tak ada aktivitas. Sebenarnya ia memang memilih untuk tidak melakukan jadwal individu meski beberapa member yang lain melakukan itu.

Alasanya tentu saja karna ia perlu beristirahat sebelum promo album Ay-yo, single Best Friend Ever dan tour the dream show.

"naiseeuuu.." ucap Haechan bangga pada dirinya sendiri saat kembali memenangkan permainan di komputernya.

.Teman bermainnya mengajak ia bermain lagi. Tapi Haechan menolak. Ia sudah mulai bosan.

Haechan bangkit dari duduknya. Ia mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada sang kekasih yang sudah dua hari ini tak ia lihat.

Jeno cukup sibuk dan Haechan melarang Jeno untuk terus menemuinya. Jangan salah paham, Haechan melakukan itu agar Jeno bisa sedikit istirahat di tengah kesibukannya di bandingkan harus terus mengurusinya.

Haechan juga beberapa kali mengirimkan  makanan ke tempat pemotretan majalah Jeno untuk para staf dan Jeno sendiri.  sebagai bentuk dukungannya.


....
....

Jeno baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ia mengecek ponselnya dan mendapati pesan dari Renjun.

Bukan Cinta Segitiga Biasa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang