12

5.3K 339 26
                                        

Jeno benar-benar tak ingat apa yang terjadi setelah ia mengecup punggung Haechan lalu menarik pria itu dalam peluknya. Karna ia langsung tertidur lelap. Dua hari ini ia benar-benar tak bisa tidur karna tingkah Haechan yang mengabaikannya. Tapi sebenarnya Haechan harus bersyukur dengan itu. Karna jika dia dalam keadaan tenaga penuh, mungkin sekali saja tak cukup untuk Jeno..

Jeno menunduk, ia tersenyum saat melihat Haechan yang masih tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka.

Benar-benar , luar biasa, amat-sangat menggemaskan.

Jeno meletakan satu tanganya di pipi yang sudah mulai kembali gembil itu. Senyum Jeno terulas.

Sedikit rahasia Jeno memang sering diam-diam membayangkan Haechan untuk permainan solo nya. Tapi dia tak menyangka akan benar-benar melakukan itu dengan Haechan.

Apakah Haechan sesuai ekpetasinya?


Lebih dari ekspetasi yang sanggup ia bayangkan.

Tangan Jeno berpindah pada dagu Haechan Ia sediki mengangkat wajah itu agar mendongak ke arahnya.


Kemudian Jeno mengecup bibir yang masih nampak membengkak pasti karna ulahnya.

Haechan yang merasa sedikit terusik pun bergerak menutup bibirnya, kemudian merubah posisi dengan memunggungi Jeno.

Jeno tersenyum lagi, pelan-pelan ia kecup punggung Haechan. Punggung yang menjadi favoritnya. Ia menarik tangan yang di jadikan bantal oleh Haechan lalu menukarnya dengan bantal yang sebenarnya.



Jeno bangun dan turun dari kasurnya. Ia kembali melilitkan handuk di pinggangnya. Lalu membersihkan dirinya. Sebelum itu ia sempat untuk memesan makanan lebih dulu. Hingga saat selesai berbagai macam makanan sudah bisa ia sajikan.

TENTU SAJA ADA KIMCHI JIGGAE!

Makanan sudah siap, Jeno juga sudah menyiapkan air hangat untuk mandi Haechan. Baru setelah itu ia membangunkan pria manisnya.


"Sayang... " lembut Jeno

Seteleh di panggil beberapa kali dengan tubuh yang di gerakan juga. Haechan pun terbangun dari tidurnya.


Haechan mencoba membuka matanya meskipun terasa sangat berat. Indah sekali pemandangan bangun tidur Lee Haechan ini, bagaimana tidak jika ia di sambut dengan wajah tampan Jeno sepaket dengan senyum lembut dan juga usapan tangan Jeno pada surainya.



"bangun dulu yuk, mandi. Aku udah siapkan air hangat untuk kamu berendam. Habis itu makan.."



Haechan mengangguk namun matanya kembali memejam. Jeno tersenyum lagi namun tanganya berpindah ke pipi Haechan dan menarik pipi tersebut.


"Ayo, nanti airnya tidak hangat lagi"



Haechan memanjangkan tubuhnya dan terkejut karna ia tiba-tiba merasakan sakit.

"shh ah.."


Jeno menggaruk belakang lehernya tak enak.


"Sakit ya?"


Haechan mencoba untuk duduk di bantu dengan Jeno. Tapi sungguh itu sakit sekali. Rasa sakitnya mirip saat milik Jeno masuk pertama kalinya.



"aku gimana turunya?" cebik Haechan.


Jeno bangun dari duduk kemudian menyelipkan tangannya di antara kaki dan leher Haechan. Untuk menggendong pria manis itu secara bridal style.



Bukan Cinta Segitiga Biasa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang