ADA PERINGATAN YA!
DOSA DI TANGGUNG SENDIRI!
WKWKWK
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
Suara penyatuan antara milik Jeno dan lubang Haechan menggema memenuhi ruangan tersebut. Belum lagi desahan Haechan. Tidak seperti kemarin dimana Haechan menahan dirinya kali ini membiarkanya. Lagi pula Jeno secinta mati itu padanya tidak mungkinkah Jeno ilfeel dengan desahannya. Apalagi setelah pengakuam Jeno.
Pokoknya saat ini ia ingin menebus kesalahannya karna semalam repot merintih ke sakitan. Kesalahan pada dirinya sendiri yang tak berusaha benar-benar menikmati dan asik sibuk overthinking. Apakah Jeno akan suka, apakah Jeno akan kecewa.. kali ini Haechan tak melakuka itu. Ia menyentak-nyentak dirinya sendiri dengan sangat bernapsu.
Bajunya Jeno entah sudah kemana meski mereka masih duduk di kursi makan. Bath rob Haechan juga sudah tanggal.
"aahh... ahhh.. Jeno.. ahh.. enak sekali...emmm..sialan .. kau besar sekali Lee Jeno.." racau Haechan sambil terus menaikan tubuh dirinya. Ia yang memimpin saat ini. Ia yang meminta pada Jeno untuk membiarkannya yang lebih banyak bermain.
Tangan Haechan mendorong kepala Jeno agar menyusu padanya. Menghisap puting kecil miliknya yang membuat nafsu Haechan semakin tak terkendali saja.
"Jen.. bantu aku.." pinta Haechan yang akhirnya merasa lelah tapi ia masih ingin terus merasakan kenikmatan. Meskipun penisnya sudah dua kali mengeluarkan cairan putih yang membasahi perut kotak-kotak milik sang kekasih.
"Sudah? sekarang aku boleh ambil bagian ku?" tanya Jeno.
Haechan mengangguk dengan wajah menahan kenikmatan. Serta peluh yang berjatuhan. Ia benar-benar ingin di masuki dengan lebih kuat dan lebih intens tapi dia kehabisan tenaga.
Ia sudah keluar dua kali tapi punya Jeno masih betah sekali membesar seperti itu.
Jeno minum obat kuat apa bagaimana sih?
Jeno menggigi bibir bawahnya. Kemudian mengangkat tubuh Haechan tanpa melepaskan penyatuan antara mereka.
Bukan ke kasur kali ini Jeno memilih sofa. Ia menidurkan Haechan di sana kemudian memulai pergerakannya di dalam lubang sempit Haechan.
"mmmm....ahhh.. Jen.. ah..iya itu.." Baru tiga kali Jeno yang bergerak tapi Jeno sudah kembali menemukan titik kenikmatannya. Menumbuk hingga ke ujung.
Haechan sudah lupa daratan. Ia tak peduli meskipun setelah ini ia mungkin tak bisa Jalan.
"lebih keras brengsek! Lebih cepat Jen! palli..!" Racau Haechan. Ia benar-benar ingin yang lebih dari itu.
Ucapan Haechan benar-benar mendorong Jeno.
"as your wish, babe.." Ucap Jeno.
Jeno menurunkan tubuhnya lalu menaikan satu Kaki Haechan ke atas pundaknya dan Jeno langsung menghujami lubang Haechan dengan kuat, cepat. Jeno lupa daratan. Ia lupa dengan semua sikap lembut. Salah Haechan yang terus meracau, mempengaruhi nya.
"aaahh..iya Jen.. itu.. Jen..enak..."
"Jen.. ahh..Jen..."
"Jenoo.. Lee Jeno.. ahh.. "
"Jen.. aku mau keluar..lagi.."
Selain menghujami Haechan, Jeno juga memainkan little Haechan yang tentu saja tak sebesar miliknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Cinta Segitiga Biasa
Fanfiction🔞 Harap Bijak dalam memilih bacaan 🔞 Palpitasi yang di alami Haechan (Lee Donghyuk) bukan hanya membuat Haechan tak bisa ikut menyelesaikan konser tur 'The Link' tapi juga membuat Haechan mencoba untuk berhenti mencintai Mark dan mencoba untuk men...