Happy reading!•
•
•Pagi ini Byan sudah bersiap dengan seragamnya. Setelah dua hari yang lalu ia pulang dari pertemuan dengan keluarganya, keesokkan harinya Byan meminta ijin untuk masuk sekolah pada Anneth dan Leon. Tentu saja Anneth menolak, beruntung Leon bisa memberi pengertian pada istrinya itu.
"Perfect!" Ucapnya sambil tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin.
Kemeja putih dengan ukuran tepat, tidak ketat atau terlalu besar, rok hitam dengan les putih di atas lutut, dipadukan blazer dengan warna hitam pula. Tak lupa make up tipis diwajahnya serta lip balm yang membuat bibirnya tampak lebih indah dan merona.
Byan melangkahkan kakinya menuju meja makan yang sudah diisi oleh Anneth, Leon, dan Gio. Untuk Alvin dan Arsen, mereka sudah berangkat lebih dulu. Bukan karena rajin, tapi mereka memiliki rutinitas berkumpul dengan gengnya dan datang bersama ke sekolah. Sedangkan orangtuanya, kabarnya mereka akan kembali 2 Minggu lagi. Syukur lah, batin Byan senang.
Mereka yang melihat Byan tertegun, utamanya Gio yang baru ini bertemu Byan kembali.
"Siapa kak?" Tanya Gio pada Anneth sembari menunjuk kearah Byan yang sudah berada disebelah Anneth
"Byan. Ah, maksudnya Amara. Kamu sih nginep di apartemen terus, jadi baru tau berita kan" sindir Anneth
"Hah?" Seru Gio kaget.
Bagaimana tidak kaget, adiknya itu berubah 180°. Gio tak pernah melihat wajah Amara tanpa make up, bahkan ketika sarapan pagi atau makan malam pun, asal bertemu dengan mereka, Amara selalu penuh dengan make-up. Entah apa yang dipikirkan gadis itu.
Tapi sekarang, tidak ada lagi tampilan make up menor nya, kini hanya ada wajah cantik yang tampak polos dengan bibir merona yang terlihat lembab. Tak ada lagi pakaian ketat layaknya jalang, sekarang yang bisa terlihat hanya seragam siswa normal. Tapi entah mengapa, tampilan sederhana ini mengubah adiknya menjadi begitu menawan.
"Pagi kak" sapa Byan sambil mencium pipi Anneth dan Leon kemudian segera duduk disebelah Anneth, setelah sebelumnya sempat senyum pada Gio yang duduk di samping Leon.
Gio yang melihat perlakuan Byan itu terkejut. Selain penampilannya, sikapnya kepada Anneth dan Leon pun berubah. Tak ada lagi nada ketus atau tatapan tak suka yang tertuju untuk Anneth, malah tadi Byan mencium pipi Anneth.
"Pagi by. Cantik banget sih adek kakak ini" balas Anneth membuat Byan terkekeh geli
"Iya dong. Aku mah selalu cantik"
Anneth yang melihat Gio bingung pun menjelaskan keadaan Byan yang sedang amnesia. Gio yang mendengar penjelasan dari kakaknya menatap rumit pada Byan dan hanya mengangguk.
"Yaudah kak, aku berangkat sekarang ya" ucap Byan setelah menghabiskan roti miliknya
"Kakak anter ya" sahut Anneth bersiap bangun dari duduknya
Byan menggeleng tak setuju, "Jangan ih. Anak sekolah kan gak tau aku dari keluarga ini"
Anneth dan Leon terkejut mendengar perkataannya. "Kamu udah inget?" Tanya Anneth dengan cemas
Byan hanya tersenyum mengangguk, "Ada beberapa yang udah aku inget , tapi gak perlu khawatir kak. Aku udah bisa bedain yang benar dan yang salah kok" jawab Byan menenangkan Anneth
"Yaudah aku bawa mobil sendiri aja. Aku pamit pergi dulu ya kak. Bye~"
"Iyaudah, hati hati kamu" pasrah Anneth ketika melihat Byan sudah pergi

KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, I'm Byan!
Teen FictionBagaimana jadinya Mauren yang dibesarkan dengan kasih sayang, diperlakukan layaknya ratu oleh sekitarnya malah harus bertransmigrasi kedalam tubuh seorang gadis bernama Amara Byanca, gadis yang diacuhkan oleh keluarganya. Sebenarnya, Mauren itu anak...