Chapter •13

706 62 1
                                    


Happy reading!




Bel istirahat kedua telah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu, dan Byan masih menetap di kelas bersama 5 teman kelasnya yang duduk mengelilinginya.

"By. Duh berasa manggil baby gue kalo manggil Lo By" ucap cowok yang duduk di kursi kosong sampingnya milik Carissa

Cowok itu adalah siswa yang duduk di belakang saat perkenalannya tadi, Namanya Aska Putra.

"Baby pala Lo babi" sewot seorang siswi yang duduk di kursi depannya

"Jangan cemburu Bel. Hati gue tetap buat Lo kok" sahut Aska dengan dramatisnya

Cewek dengan nametag Calista Bella itu segera membuat gestur seakan ingin muntah.

"Udah ribut Mulu Lo berdua. Gue sumpahin jodoh, tau rasa Lo" ucap cewek cantik yang duduk di atas meja milik Bella

"Amit-amit" ucap Bella dan Aska bersamaan

"Tuh jodoh"

"Sialan Lo Val" umpat Bella pada cewek dengan nama Valerie Keiza.

Byan hanya tersenyum sepanjang perdebatan mereka. Dia melihat kearah satu cowok dan cewek yang melihat intens padanya, dia menaikan sebelah alisnya seolah bertanya kenapa.

Cewek cantik dengan sifat pendiam yang byan kenal dengan nama Vienna Jeanice itu hanya tersenyum tipis sebelum mengalihkan pandangannya pada Bella, Valerie dan Aska yang masih berdebat. Hal yang sama juga dilakukan oleh Eros Arian, cowok dingin yang entah kenapa bisa ikut bergabung dengan grup rumpi ini. Byan juga heran sebenarnya.

Mereka berlima memang sudah berkenalan dan mendekat pada Byan sejak istirahat pertama tadi. Dan dari waktu singkat itu, Byan sudah merasa nyaman berinteraksi dengan mereka.

Setelah berada disekolah ini selama 6 jam. maka hasil dari pengamatan Byan, bisa dia simpulkan sedikit tentang karakter teman-teman barunya dan tentang kelasnya.

Kelas X IPS 3, kelas miliknya ini, adalah kelas dengan peringkat terendah disekolahnya. Kelas ini hanya memilik 13 siswa termasuk dirinya. Dan lagi, Byan tau, bukan hanya dirinya yang menyembunyikan identitas aslinya, Beberapa dari teman sekelasnya juga. Ah, atau semua teman kelasnya begitu?

Dari ingatan milik Amara yang sudah menyatu dengannya, walaupun belum semua ingatan itu ada. Tapi itu sudah cukup membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan ini.

Dalam ingatan milik Amara, kelas yang berisi 13 orang itu, walaupun sedikit populasinya. Tapi tetap acuh satu sama lain, mereka seolah memiliki tembok tersendiri. Jangankan soal solidaritas, berinteraksi sesama teman kelas saja jarang.

Maka dari itu, Byan sebenarnya heran dengan lima orang ini. Dulu, siswa kelas ini jarang atau bahkan tidak pernah bertegur sapa dengan Amara. Dia hanya memiliki Carissa sebagai sahabatnya. Tapi sekarang, mereka malah berkumpul dan terasa sangat akrab dengannya. Aneh, sangat aneh.

Selain dengan kelima orang itu, Byan juga Sudah berkenalan kembali dengan seluruh teman sekelasnya itu. Menurut Byan, mereka itu sebenarnya baik, tidak ada pula tembok seperti yang ada diingatan Amara. Teman sekelasnya itu hanya memerlukan penghubung agar membuat mereka bisa terhubung.

Seperti saat ini contohnya. Amnesia Byan menjadi alasan mereka bisa terhubung dan akrab seperti sekarang ini.

Byan mengedarkan pandangannya pada kelas mereka yang sudah sepi. Hingga matanya menangkap satu siswa yang nampak seperti akan keluar kelas.

"Xa!" Panggil Byan membuat kelima teman barunya menoleh pada sosok yang dipanggil Byan

Merasa dipanggil, membuat siswa itu menghampiri kelompok Byan.

"Kenapa?" Tanyanya to the point

"Jangan galak galak kali Quile sama Byan" celetuk Aska membuat Xaquile Kenzo menatapnya datar

"Xa, Lo mau ke kantin?" Tanya Byan membuat atensi Xaquile kembali fokus padanya

"Hm"

Byan tersenyum, "mau titip dong. Ya Xa, please" ucap Byan mengeluarkan jurus puppy eyes nya.

Jurus andalan miliknya ketika menginginkan sesuatu dari keluarga atau sahabatnya. Dan hebatnya lagi, jurus itu sangat cocok dan lebih efektif digunakan pada wajah barunya yang imut ini. Lucky!

Mereka yang melihat ekspresi Byan menahan diri untuk tidak merencanakan penculikan terhadap gadis itu.

"Gemes banget~" pekik Bella tertahan sambil mencubit pipi Byan gemas

Byan terkejut dan berusaha melepaskan tangan Bella dari pipinya. Karena sungguh, demi apapun, cubitan Bella tidak main-main

"Bella sakit!" Ucap Byan dengan mata berkaca-kaca

"Lepas Bel!" Perintah Vienna dengan penekanan, membuat Bella segera melepaskan cubitannya dan meninggalkan bekas merah pada pipi Byan

"Sorry, sorry By. Kagak sengaja, abis gemes banget sih" ringis Bella saat melihat pipi Byan

"Stt, anak cantik gak boleh nangis" ucap Aska sembari mengelus pipi dan mata Byan

"Gak nangis!" Ucap Byan sambil mengusap air matanya membuat mereka terkekeh.

"Jadi, mau nitip apa?" Tanya Xaquile

"Gue mau titip roti coklat Yaa Xaquile" sahut Bella membuat Byan melotot padanya. Kan yang ditanya dia, kenapa jadi bocah itu yang menjawab, huh!

"Lo beli sendiri. Jadi By?" ucap Xaquile menatap Bella datar sebelum kembali menatap Byan

Byan tersenyum mengejek pada Bella sebelum menjawab pertanyaan Xaquile.

"Gue mau roti isi coklat 5, keju 5, sama strawberry 5. Terus titip susu kotak coklat 5, vanila 5. Ini uangnya Xa, thank's ya" ucap Byan seraya memberikan uang 100 ribu pada Xaquile

Mereka yang mendengar pesanan Byan terkejut, "gila, makan Lo banyak bener" ucap Aska menggelengkan kepalanya

"Makanya, kalo mau deketin gue mikir dulu ya. Gue makannya banyak, suka belanja juga, ntar belom apa apa Lo udah bangkrut lagi" sahut Byan santai

Mereka menggeleng kepala mendengar penuturan gadis itu.

"Ok." ucap Xaquile beranjak pergi tanpa mengambil uang Byan

"Loh, ini uangnya Xa. Belom diambil ini" ucap Byan melambaikan uang yang ada ditangannya

"Gak usah, anggap aja hadiah selamat datang dari gue sebagai ketua kelas Lo" ucap Xaquile kemudian menghilang setelah berbelok

"Hmm? Ketua kelas kita emang sebaik itu?" Tanya Valerie menatap pada temannya satu persatu


Keempat orang itu menggidikan bahu mereka tanda tak tau. Karena memang mereka jarang berinteraksi satu sama lain. Sedang Byan hanya mendengus melihat tingkah teman-temannya ini. Yah, walau kehidupan sekolahnya dulu penuh dengan siswa yang ambisius sepertinya. Tapi tetap saja,  mereka masih akrab satu sama lainnya. Tidak seperti kelas aneh ini.

Hello, I'm Byan!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang