DELAPANBELAS

12 2 0
                                        

Sudah hari Sabtu lagi. Kebanyakan sekolah dengan sistem fullday akan libur. Seperti Haikal yang hanya rebahan di Sabtu pagi karena sekolah nya libur di hari Sabtu.

Kaki Haikal ia naikan ke tembok dengan kepala yang menggantung dipinggir kasur. Yang Haikal lakukan hanya diam, tidak tidur dan tidak bangun.

Bagi Haikal bengong di pagi hari adalah sebuah keharusan. Sampai suara gedoran pintu terdengar sangat keras membuat Haikal bangun dari posisinya dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya untuk melihat siapa yang menggedor pintu nya dengan sangat keras.

"Kenapa sih?! Ganggu orang bengong aja!" Saat dibuka sudah ada liyani yang sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya. "Eh teh Yani ternyata.. hehe.. kenapa teh? Ikal udah bangun kok ini"

"Abis sholat subuh bukannya bantuin teteh malah ke kamar lagi, keluar cuci muka terus jemur baju" setelah mengatakan itu liyani langsung meninggalkan Haikal yang masih menunjukkan cengiran khas nya.

Setelah kepergian liyani Haikal memasang wajah malas nya lalu mendengus.

Dengan berat hati Haikal melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk cuci muka dan langsung keluar untuk menjemur pakaian.

Saat selesai menjemur pakaian ia melihat mahen yang baru datang dengan masih menggunakan sarung dan koko nya. Mengintip ke dalam rumah melihat jam, Haikal melihat jam sudah menunjukkan pukul 7.30, tapi kenapa mahen baru pulang dari masjid.

"Baru pulang Lo?"

Mahen menatap adik ajaibnya dengan tatapan kaget karena Haikal yang tiba tiba nongol dari balik pintu.

"Ngagetin aja kaya setan" mahen mengelus dadanya.

"Abis ngapain Lo jam segini baru pulang? Abis apel dulu ya Lo?" Haikal memasang wajah tengilnya, membuat mahen kesal melihat wajah Haikal.

"Apel pala Lo gepeng, gue abis opsih dulu di masjid, Lo kemana bukannya bantuin malah minggat" dengan tidak berperasaan mahen mendorong Haikal kesamping hingga jatuh ke sofa.

"Mahen baru pulang? Jojo mana?" Liyani keluar dari kamar mandi, terlihat lebih segar dan liyani juga Sudah rapih dengan pakaiannya, sepertinya dia akan berangkat kuliah atau sekedar keluar bermain dengan teman temannya.

"Mampir dulu ke warung bi lastri" setelah itu mahen masuk ke kamarnya.

Setelah itu terdengar suara Jojo yang masuk ke rumah.

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh" Jojo masuk kerumah dengan banyak jajanan di tangannya.

"Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh" Haikal keluar dari dapur dan langsung membalas salam Jojo dengan teriakan juga. "Wih.. adik yang baik, pulang bawain AA nya jajanan"

Haikal menghampiri Jojo, saat akan mengambil jajanan yang ada di tangan Jojo, Jojo langsung memukul tangan Haikal dan menjauhkan jajanannya dari jangkauan Haikal.

"Gak ada buat a ikal, ini semua punya Jojo, enak aja, mau mah beli" Jojo langsung saja masuk kamar dan membanting pintu dengan keras hingga mahen yang baru keluar kamar langsung melompat saking kaget nya.

"Astaghfirullah hal adzim" lagi lagi mahen mengelus dadanya karena kaget.

Dua kali pagi ini mahen merasa kaget, sepertinya jika seterusnya ia berada di rumah ini ia akan mati karena serangan jantung karena keseringan kaget.

***

Malam Minggu, jalanan Braga terlihat ramai. Banyak muda mudi yang sedang bermalam mingguan disini, entah hanya untuk muter-muter dengan motor atau mampir mampir di cafe yang ada disana.

LOVE IS YOU {SLOW UPDATE}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang