"Pasukan Qing akan menyerbu Ibukota Quon lewat jalur selatan, membabat sebuah kota kecil yang cukup lemah. Kota ini dipimpin seorang gubernur yang belum berpengalaman. Dan aku sudah menyuapnya agar tunduk kepada perintahku."
Gulungan ini memuat informasi yang sangat penting. Seharusnya informasi serahasia ini jangan sampai bocor ke tangan musuh. Entah bagaimana caranya Serikat Dagang mendapatkannya. Pasti bukan dengan cara yang baik-baik. Untuk ukuran seorang jendral, Wei cukup ceroboh tidak menjaga gulungan yang saat ini kubaca.
Aku melanjutkan membaca gulungan yang terbuat dari kertas halus bertinta hitam. Bulu lembut membungkus permukaan gulungan yang tidak ditulisi informasi penting.
"Jendral Gong akan ikut dalam sandiwara ini. Ia akan membawa beberapa kapten sebagai pelancar rencana."
Jadi semuanya hanyalah sandiwara? Wei benar-benar memiliki niat untuk merebut kursi Putra Mahkota.
"Aku curiga, mereka akan menyerang dengan serius setelah bawahan Sang Jendral menyerangku di Hutan Terlarang. Maka aku akan menyiapkan pasukan tambahan di sekitar kota."
Wei masih belum mempercayai Jendral Gong sepenuhnya. Pasukan di sekitar kota harus kuhindari untuk mencegah pertempuran yang tidak perlu. Black Lotus Assassin yang Yelah kehilangan banyak anggota tidak boleh kembali berguguran sebelum rencana utama dilakukan.
"Namun bukan itu yang harus dikhawatirkan. Oryza Sky, Ketua Black Lotus Assassin itu, pasti akan menggerakkan pasukan walaupun ia sudah tewas. Aku sudah yakin, bawahannya yang tersisa akan melakukan balas dendam dengan menggagalkan rencana ini."
Wei mengira aku sudah tewas? Kesalahan besar. Aku akan membuatmu terkejut, Wei!
***
"Hati-hati, Tuan Sky. Pangeran Wei pasti akan menyiapkan rencana khusus untuk Anda."
"Maafkan kami. Terlebih Serikat Dagang yang tidak bisa mendukung lebih banyak lagi."
Dua tetua desa memberikan pesan. Tuan Qui dan Tetua Luo, mereka berdua bersama para tetua lain sudah merencanakan strategi penyerangan. Tentu dihadiri aku sebagai Ketua Black Lotus Assassin.
Kurang lebih empat puluh orang anggota yang tersisa, sudah berbaris rapi di lapangan belakang Kediaman Kepala Desa. Aku dan para anggota Black Lotus Assassin menggunakan pakaian warga biasa. Sesuai dengan rencana agar tidak memancing kecurigaan penjaga kota hingga membuat rencana kami gagal.
"Terima kasih, Tuan Qui, Tetua Luo, juga para tetua yang selalu membantuku." Aku membalas ucapan dua tetua desa yang berdiri paling depan, membelakangi tetua lain. Di belakang mereka, empat tetua yang selalu mengikuti penyusunan rencana berjejer rapi. "Tanpa kalian, aku tidak akan sampai ke titik ini."
"Semuanya bergantung pada kerja keras Anda, Tuan. Andalah ujung tombak pasukan assassin." Tuan Qui menyahut. "Anda adalah penggerak kami semua."
"Tetapi mata tombak tidak bisa tepat sasaran tanpa tongkat kayu yang mendukung di belakang." Jika tanpa Tuan Qui, Tetua Luo, para tetua desa, Serikat Dagang, anggota Black Lotus Assassin, dan para warga, aku tidak akan pernah sedekat ini dengan tujuanku. Dukungan mereka menjadi bahan bakar. Aku tidak boleh menyia-nyiakan lagi mereka semua.
"Haha, baiklah jika Anda berpikir begitu, Tuan Sky." Tuan Qui tertawa kecil. Kerutan di pipinya terangkat sedikit karena senyumannya. Para tetua ikut tersenyum saat Tuan Qui tertawa.
"Kami akan berangkat. Mohon berkati kami semua, Tuan Qui, para tetua." Aku membungkukkan badan ke arah enam tetua yang berada di depanku. Memohon restu dari orang tua yang dikatakan manjur dan akan langsung menembus langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Trash Prince
FantasyTopeng akan terbuka saat menghadapi hal sulit kehidupan, begitu juga aku. Rasanya, aku ingin menusuk mata mereka yang telah berani meremehkanku. Melepaskan rasa empati dan peduli pada siapapun yang merendahkan lagi menghina. Namun apa daya, aku hany...
