14||ISI HATI SIERRA

359 43 10
                                        

Sebelum lanjut pastikan kalian sudah tekan tanda bintang ya!

Vote yawww! gak vote? gak cinta...okay manizzz😚

Sudah?

Baiklah terimakasiii cintaaa!😍

Setelah baca part ini...jangan lupa tinggalkan komentar...okay?

Komentar kalian jadi moodbooster banget buat aku🥰

drop kata kata penyemangat kalian😻

And jangan siders okay? jadilah pembaca yang dapat menghargai karya orang lain dengan memberi dukungan melalui vote😻

Di sarankan saat membaca part ini sambil mendengarkan lagu Those Eyes.

🌈🌈🌈

Sudah 2 bulan lamanya Sierra dan Sherly merenggang. Mereka tidak pernah saling bertegur sapa kembali, saling menarik diri hanya saat Carla mengajak mereka mengobrol barulah keduanya berbicara. Sierra sengaja menghindar dari Sherly semenjak perbincangan terakhirnya dengan Amber 1 bulan yang lalu. Yang Sierra tau sekarang Amber sudah semakin dekat dengan Sherly.

Sore ini Sierra sedang duduk di tepi kolam renang rumahnya, sambil menyesap sebatang rokok dan di temani sekaleng bir. Memang baru baru ini Sierra sering merokok dan clubbing.

"Gila..anak kesayangan bunda malah begini" cibir Rey yang baru saja datang.

Sierra menatap Rey malas"diem lo"

Rey ikut duduk di sambil Sierra mengamati adiknya.

"lo kenapa sih?" tanya Rey memang sekarang Sierra sudah banyak berubah.

"Gak"

"Dih gak jelas! itu temen lo udah jarang main ke sini ya? kangen gue sama si Sherly" cletuk Rey membuat mata Sierra membulat.

"Dasar gila!"

"Hm..gue sih tadinya gak mau bilang ini tapi, kayaknya gue ngegap ada orang yang lagi ciuman di rumah beberapa waktu yang lalu" ujar Rey santai sambil menyenggol lengan Sierra.

Sierra menatap Rey setengah kaget lalu kembali menetralkan raut wajahnya"siapa? bunda sama ayah?" tanyanya datar.

"Oh bukan...tentunya only one anak kesayangan bunda" jawab Rey.

"lo ya?"

"Dih kok gue! enak aja gue mah elite anti bucin bucin di rumah sendiri, mending langsung gasss check in hotel" jawab Rey sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Stress! gue belum pengen punya ponakan"

"Aman! pengamanan gue ketat kok" ujar Rey membanggakan dirinya.

Rey menggenggam tangan Sierra, menatap wajah adiknya dengan serius"lo gak mau jujur ke gue? gapapa...gue gak bakal kasih tau ke siapapun, walaupun kita sering berantem karena hal sepele, tapi namanya seorang kakak gue gak mau ngelihat lo jadi sekacau ini Sie" ujarnya Sierra mengalihkan pandangannya.

"lo salah liat"

"gue gak mungkin salah sama apa yang gue lihat...lo lupa ada cctv? gue lihat kejadian itu secara langsung, saat tau itu gue cepat cepat hapus rekaman cctvnya supaya bunda sama ayah gak lihat, please Sie...cerita ke gue kalau ada apa apa..jangan di pendam sendiri" pinta Rey.

Until With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang