Reksa dan zean

125 1 0
                                        

Reksa pun telah selesai membersihkan rumah dan dia ingin pergi keluar rumah untuk bertemu dengan zean temannya itu. Sebelum meninggalkan rumah Reksa berjalan ke arah kamar untuk memeriksa ibunya itu, setelah itu dia menuju keluar untuk menuju motornya dan pergi ke bawah jembatan untuk menemui temannya saat Sesampainya di motor dia menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Saat di perjalanan Reksa hanya memikirkan tentang wanita simpanan ayahnya itu,, dan tak sadar di depan sana sudah ada mobil yang ingin menyeberang ke sisi kanan di tempat dia berjalan dengan motornya Reksa yang sedang memikirkan keluarganya itu pun tidak sadar dan hampir menabrak mobil itu untung saja dia cepat dia cepat merem hondanya itu.
"Woi.. Kalo mau mati jangan di sini"
Ucap pengendara mobil yang berada di dalamnya Reksa pun meminta karena ini memang salahnya dia kurang saat mengendarai motor. Dia pun berusaha menenangkan pikirannya dan menjalankan motornya,
Tak lama setelahnya dia sudah berada di bawah jembatan yang Ia janjikan kepada temannya itu, dia melihat tidak ada satupun orang di sana mungkin saja zean belum tiba di sana. Reksa pun menunggu zean di bawah jembatan sana sambil memainkan hp-nya.
Periksa pun memutuskan untuk menghubungi zean, dia memilih nomor yang ada di hp-nya dan menghubungi nomor zean

"Hallo.. "
"Gua bentar lagi nyampe"

Mendengar kata itu Reksa pun langsung memutuskan panggilannya dengan temannya itu, dia pun menunggu sampai zean tiba. Tak lama setelah itu zean pun tiba dan berjalan ke arah Reksa,

"Kenapa..!? " ucap Zean
"Papa gua selingkuh"

Mendengar itu Zean hanya bisa mengehela nafas,

"Jadi lu mau gimana"
"Gua mau nyari tau tentang wanita simpanan Papa gua. Dan lu tau ternyata papa gua udah nikah sama Jalang sialan itu"
"Emm, Jadi lu mau balas dendam"
"Iya gua mau balas dendam"
"Lu yakin, mau gimana pun dia papa lu"
"Dia aja gak nganggap gua sebagai anak, jadi ngapain gua nganggap dia sebagai ayah"
"Oke gua bantu lu"

Mereka berdua pun pergi ke markas mereka, sesampainya mereka di markas mereka langsung menuju ruang komputer untuk melacak Papanya Reksa.

" lu nggak manggil anggota lainnya yang di Villa buat pulang" Reksa
" nggak usah, gue tadi pamit buat urusan pribadi doang. Dan gue nggak bilang kalau gue pergi buat ketemu sama lu"
"Emm..!? "
"Lagian masih ada Laila di sana mana mungkin kita pulang dan ninggalin dia"
"Yaa.. "
"Oke kalo gitu mari kita mulai"

Mereka pun mulai mencari keberadaan wanita simpanan Papa nya itu. Satu jam pun telah terlewati oleh mereka, dan mereka telah menemukan tempat tinggal wanita itu. Reksa pun bangkit berdiri untuk pergi, tapi di tahan oleh Zean
"Lu mau kemana..!? "
"Menurut lu mau kemana lagi ha, gua mau ketemu sama Jalang sialan itu"
"Tapi kita gak boleh langsung gegabah kita tunggu untuk sementara waktu"
"Tapi Ze gua udah gak tahan sama perilaku papa gua--"
"Gua tau Sa tapi kita gak boleh langsung gerak nanti kita ketangkep basah.. "
"Oke kita tunggu besok"
Saat mereka keluar dari ruang komputer mereka melihat anggota lain yang sedang berkumpul
"Ehh, Bos datang.. Kapan datang nya bos" ucap salah satu anggota nya
"Baru kok" Zean
"Duduk dulu Ketua, kok berdiri sih. Udah lama gak ke markas ya" lanjut anggota lainnya
"Iya banyak urusan.. Kalian baik kan"
"Baik kok bos.. Kita mah aman"
"Oke kalo gitu, gua pamit dulu ya"
"Lah, cepat amat pamit nya tinggal sini aja dulu"
"Ada yang mau gua urus, nanti kalo ada apa apa kabari gua ya"
"Oke Ketua, hati hati ya"
"Yoii.. "
Reksa dan Zean pun pergi meninggalkan markas untuk menuju rumahnya Reksa.


"Ehh Si Zean kemana dah kok gak ada" Farhan
"Kata nya sih mau pergi ada urusan" Zion
"Emm, Reksa pergi Zean juga pergi" Aiden
"Tuh dua orang gak ngajak kalo ada yang mau di lacak" lanjut nya lagi
"Ohh, iya gua baru sadar njirr" Jastin
"Emang, orang itu ngelacak apa" ucap Laila yang membuat mereka kaget, mereka tidak ingat dahwa ada Laila di Vila,
"Hahah, gak ngelacak apa apa kok. Biasa main game lah" ucap Renzo Asal
"Emm, tapi kok main game sampai pergi dari Vila" Laila
"Emm, itu.. Karna, ada urusan jadi langsung pergi aja" Renzo
"Udah ayo makan" Fino
"Iya--ayo makan" Aiden
Mereka pun menuju meja makan untuk makan malam. Saat makan hanya suara Sendok yang terdengar mereka tidak berbicara sama sekali yang membuat suasana semakin canggung. Tak lama setelah nya mereka sudah selesai makan.
"Besok kita pulang dan langsung ke sekolah. Karna kita dah libur 2 hari" Aiden
"Yahh, sayang banget kenapa lah kita sekolah ya" Farhan
"Ya jadi mau langsung Kuliah lu lol" Jastin
"kalo bisa gua langsung kerja lagi" Farhan
"Yah, gak ada otak lah lu.. Pas sekolah aja lu gak pintar gimana mau kerja, nanti kalo kerja gaji lu yang 10 juta di potong jadi 1 juta, lu gak tau karna saking bodo nya" ucap Jastin Dengan panjang lebar Tidak memperdulikan perasaan temannya itu
"Ya gak gitu juga lah Nyet" Farhan
"Ya jadi mau gimana lagi coba"
"Ahh, dah lah gua tidur aja capek liat lu dua" Zion
Mereka pun langsung berhenti dan menatap temannya itu yang tidur di sofa, mereka mengikuti Zion untuk tidur
"Dah lah yok tidur" Jastin
"Ayok.. " Fino
"Tunggu tapi Ai gimana" Renzo
"Ya ikut tidur.. Sini Ai cari tempat yang paling nyaman aja" Apta
"Okeyy.. " Laila

Mereka pun tidur bersama di ruang tamu ...

CALDERIOZ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang