Chapter 3 : Hal yang berbeda

180 27 5
                                        


Kia pikir Regan adalah cowok paling lancang yang pernah ia kenal. Mencium pipi orang seenaknya hingga berujung Kia yang menjadi bahan buly cewek-cewek yang menjadi fans alay seorang Regan. Hingga ketika bel pulang berbunyi gadis itu masih menjadi pusat pembicaraan.

"Itu cewe yang katanya dicium Regan kan?" Suara-suara itu terus terdengar sepanjang koridor sekolah. Rasanya Kia ingin cepat-cepat pulang untuk menyiapkan kado ulang tahun Felic malam ini.

Samudra mengerutkan dahi, bingung apa maksud perkataan mereka. Otomatis laki-laki itu menghentikan langkahnya hanya untuk meminta penjelasan.

"Dicium maksudnya gimana, Ki?" Tanya Samudra dengan nada sedikit naik, sementara Kia bingung harus menjawab apa.

Gadis itu berjinjit untuk merapikan rambut Samudra yang berantakan. "Enggak kok, mungkin lo salah denger aja deh, Sam"

"Ada yang cium lo?" Laki-laki itu bertanya. "Siapa? Biar gue abisin orangnya"

Kia mencoba tenang. "Gak ada kok, Sam udah jangan dibahas ya"

Tidak mau ada pertengkaran akhirnya Samudra mengalah. Selama menjalin hubungan dengan Kia, jarang ada pertengkaran yang terjadi. Mungkin menjalin hubungan diusia 18 tahun sudah terbilang dewasa, karena mereka tidak pernah mengutamakan ego.

"Yaudah pulang sekolah mau ngapain? Langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu keliling jakarta" Tanya Samudra dengan menyelipkan sejumput rambut Kia ketelinga.

Kia tersenyum. Samudra adalah satu dari jutaan manusia yang mengerti tentang dia. Sekalipun dunia Kia runtuh, sekalipun semua orang membenci Kia namun tetap ada Samudra yang selalu mengatakan bahwa ia yang akan selamanya menjaga Kia.

"Mau banget, gue mau jalan-jalan, jangan lupa nanti mampir di tukang gado-gado mang Ujang ya" Seru gadis itu. Didetik selanjutnya Samudra mensejajarkan tingginya dengan Kia lalu mencium kening gadis itu dengan pelan.

"Gue sayang sama lo, jangan pernah kemana-mana ya, Ki"

Hari ini Kia mendapat ciuman dari manusia yang terlahir dari rahim yang sama. Dua manusia yang katanya sama-sama menyukai Kia dalam versi yang berbeda.

Kia menautkan tangannya dengan tangan besar milik Samudra. Berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih yang tidak ingin saling kehilangan. Bersama Samudra Kia menemukan apa itu definisi cinta, meski Kia tau Samudra dan dia adalah dua manusia yang terlahir dari latar belakang yang berbeda.

Kita gak akan terus selamanya gini, Sam.

Karena pada akhirnya sekuat apapun cinta yang mereka miliki, akan patah ketika hukum semesta berbicara; bahwa sejak awal Kia dan Samudra adalah suatu kesalahan.

Apakah harus melawan restu semesta?

Kia tahu bahwa kepercayaan mereka berbeda. Status sosial mereka berbeda, dan Kia tahu Mama dan Papa Samudra tidak menyukai dia sama sekali. Yang mereka miliki adalah kekuatan cinta yang entah sampai kapan bisa bertahan.

"Nanti malem gue jemput ya, lo mau dateng keundangan felic kan?" Tanya laki-laki itu, karena Felic sendiri adalah teman dekat Samudra.

Kia mengangguk. "Iya gue ikut, Sam. Tapi kayaknya gue bakal minder deh soalnya kan temennya felic cantik-cantik, beda sama gue yang jauh dari kata cantik" keluh gadis itu. Namun Samudra hanya tersenyum lalu mengusap kening sigadis dengan pelan.

Hingga hari ini Kia masih bingung, kenapa Samudra menyukai gadis tomboi seperti Kia. Kia tidak bisa dandan, Kia tidak bisa bersikap feminim seperti wanita umumnya. Bahkan yang gadis itu bisa hanya balapan motor, memakai baju cowok, dan sikapnya yang sedikit bar-bar.

Regan KanagaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang