Malam ini entah mengapa firasat Evelyn sedikit tak tenang. Berada di dalam satu ruangan bersama Ravizzele membuat tubuhnya tiba-tiba merinding, entah karena apa. Karena masih sibuk dengan fikirannya, tanpa sadar Evelyn meneguk habis minuman miliknya, membuat seseorang tak dapat mengalihkan pandangannya sedari tadi pada gadis itu.
"Yang Mulia, mohon maaf, sepertinya saya sudah selesai. Saya pamit undur diri," Evelyn dengan sedikit gemetar mengucapkan kalimat itu, membuat Ravizzele hanya mengangguk dan meneruskan kegiatan makan malamnya tanpa melihat ke arah gadis itu.
Sepeninggalnya gadis itu, Ravizzele menyelesaikan makannya dan pergi mengikuti langkah gadis yang sudah mulai lemas itu. Untungnya, Ravizzele segera menangkap tubuh Evelyn yang hampir terjatuh.
"Ada apa?" Ujarnya dengan menyentuh wajah Evelyn menggunakan salah satu tangannya yang tidak menopang tubuh istrinya.
Evelyn menggeleng lemah sebelum akhirnya menatapnya sayu.
"Panas..."lirihnya.
Ravizzele menoleh ke arah sekitarnya dan menemukan Kstaria yang berjaga berada di sana menatap keduanya dengan bingung.
"Jangan biarkan orang lain memasuki kamar ini," perintahnya, kemudian mengangkut tubuh lemah istrinya ke dalam kamar miliknya.
Tak ada yang tahu. Apa yang terjadi dengan mereka berdua sehingga sampai tengah hari tidak ada yang keluar dari kamar itu sama sekali?
Ralat bukan mereka berdua.
Tetapi gadis yang tengah berada di atas ranjang dengan tubuh yang sudah penuh dengan bercak merah dan sudah tak berbusana sama sekali.
Memandang kebencian pada wajah Ravizzele yang tengah menatapnya santai.
"Apa yang telah Anda lakukan?" ujarnya dengan penuh penekanan.
Ravizzele mengulas senyuman sebelum akhirnya kembali mendekati gadis —ah, tidak, lebih tepatnya, wanita miliknya yang kini menatapnya waspada. Bagaimana Ravizzele bisa tahan dengan wajah menggemaskan itu?
"Kau akan terluka jika terus berusaha kabur, Evelyn," tegurnya, menatap teduh wajah cantik Evelyn.
"Bagaimana saya tidak terluka? JIKA ANDA SAJA MEMPERLAKUKAN SAYA SEPERTI INI?!" Evelyn menatap nyalang ke arah Kaisar muda itu dengan sedikit berkaca-kaca.
"AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN HAL SEPERTI INI!!Jika kau tidak menyulut amarahku!" Balas pria itu tak kalah tajam.
Membuat tubuh gadis itu sedikit bergetar sebab baru pertama kalinya mendapati sisi pria yang sudah menjadi suaminya dalam satu tahun ini.
Ravizzele dengan kasar menangkup wajah milik istrinya dan meletakkan wajahnya pada ceruk lehernya yang penuh bercak kemerahan itu.
"Jangan pernah menyulut emosiku, Evelyn. Kau harus tahu bagaimana aku jika sudah merasa marah, anggap saja ini peringatan pertamamu," bisiknya sembari mengecup sekilas bercak merah itu.
Membuat Evelyn menggenggam erat ujung selimut yang menutupi tubuhnya bersama Kaisar itu hingga kusut.
"Kau beristirahatlah terlebih dahulu setelah aku memandikanmu," tanpa dicegah, Ravizzele dengan segera mengangkat tubuh polos milik istrinya itu untuk masuk ke dalam pemandian, dan mereka akhirnya mandi bersama.
Setelah selesai, Ravizzele membantu Evelyn untuk bersiap, bahkan pakaian pun Ravizzele yang memilih.
"Gunakan pakaian ini agar tidak ada yang melihat tubuhmu walaupun hanya sejengkal saja! Aku tidak suka milikku dilihat oleh orang lain," ujarnya dengan menyodorkan pakaian yang lumayan tertutup itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret marriage with the emperor- END
Fantasypernikahan rahasia yang terjadi antara kaisar dengan rakyat biasa karena keinginan terakhir dari kaisar terdahulu namun dapatkah kaisar yang baru menerima pernikahan yang tidak berdasarkan dengan cinta itu? atau akan segera menceraikan istrinya yang...
