"Papa, bisa tolong abang buat pasang dasi ini? Dari tadi abang sudah coba tapi susah," ucap Jaehyun sambil memberikan dasinya kepada Sehun. Sehun yang melihat itu pun terkekeh dan mengambil dasinya lalu memasangkannya.
"Sudah, anak Papa sekarang sudah terlihat sangat tampan." Sehun merapikan kerah putra sulungnya itu.
"Terimakasih Papa." Jaehyun mengecup pipi Papanya itu lalu keluar dari kamar orangtuanya tersebut.
"Papa, Papa ada lihat kaos kakinya Mark? Seingat Mark ada di bawah laci kamarnya Mark," tanya putra keduanya itu.
"Ada di mesin cuci, sayang. Kamu lupa? Kemarin kamu bawa puppy kamu jalan jalan pakai kaos kaki kan?" Mark menepuk dahinya dan menyengir.
"Pakai yang baru saja okay?" ucap Sehun. Mark mengangguk dan langsung bergegas keluar dari kamar orangtuanya itu.
"Papa, Papa ada lihat buku tugasnya Echan? Kemarin sore ada di atas meja belajar," tanya Haechan yang baru saja masuk ke kamar Sehun.
"Kan kemarin abang sudah masukin ke dalam tas. Lupa ya?" tanya Sehun. Haechan mengingat kembali dan benar saja, ia baru ingat. Setelah selesai belajar kemarin, ia langsung memasukkan bukunya ke dalam tas.
"Terimakasih Papa," ucap Haechan lalu memeluk Sehun dan langsung keluar dari kamarnya.
"Sayang, apa kau lihat dasiku? Aku sudah mencarinya kemana mana tapi aku tak menemukannya," tanya Chanyeol. Sehun menghela nafasnya pelan.
"Dasi yang warna apa, Daddy?" tanya Sehun.
"Yang warna biru tua, sayang. Hadiah pemberianmu itu," jawab Chanyeol.
"Ada di lemari. Bagian atas itu, Daddy," jawab Sehun. Ada apa dengan suami dan ketiga anaknya hari ini? Aneh sekali.
"Terimakasih sayang. Aku tak tahu bagaimana diriku jika tanpa dirimu," ucap Chanyeol setelah mendapatkan dasi yang ia cari. Sehun mendekati Chanyeol dan membantunya untuk memakai dasi tersebut.
"Kalian ini, ayah sama anak sama saja. Pelupa semuanya." Chanyeol terkekeh mendengarnya dan langsung memeluk suaminya itu.
"Kau sangat cantik sayang," puji Chanyeol.
"Dasar gombal," ucap Sehun dan menyamankan dirinya di pelukan suaminya itu.
"Aku berkata fakta, sayang. Kenapa kau bilang aku gombal?" tanya Chanyeol.
"Aku sudah melahirkan dan sekarang aku punya lima orang anak. Aku tak mungkin semenarik dulu lagi," jawab Sehun.
"Kau bahkan terlihat semakin menarik sekarang, sayang. Tak ada yang bisa mengalahkan pesona Papa Sehun ini." Sehun terkekeh mendengar ucapan Chanyeol. Sebenarnya is merasa sedikit insecure dengan bentuk tubuhnya. Tak mudah untuk menerima bahwa seorang laki laki bisa hamil dan melahirkan, bahkan merubah bentuk tubuhnya. Namun ia selalu berusaha meyakinkan dirinya jika ia dicintai oleh suami dan anak anaknya.
Chanyeol mengusap punggung milik Sehun dan mengecupi bahunya. "Kau sempurna, sayang. Kau bahkan lelaki tercantik yang pernah aku temui sejauh ini dan akan selalu jadi yang terbaik sampai kapan pun."
"Terimakasih Daddy," ucap Sehun dengan suara lirih.
"Jangan dengarkan apapun yang orang katakan tentangmu, sayang. Kau sempurna dengan apa adanya dirimu." Sehun mengangguk pelan.
Oee oee
Sepasang suami suami itu langsung melihat ke arah bayi mereka. Sepertinya mereka merasa terlupakan.
"Ada apa sayang? Kenapa menangis huum?" Chanyeol langsung menggendong putrinya itu dan menimangnya pelan. Satu satunya anak perempuan di keluarga Adinata itu langsung terdiam dan mendusel di dada sang ayah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Papa Sehun (✔)
FanfictionNikmati setiap perjalanan Sehun dalam menaklukkan hati anak anak suaminya Jangan salah lapak. Ini khusus Chanhun Chanyeol Top Sehun Bottom
