FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
SEQUEL PERJODOHAN MANTAN
BISA DIBACA TERPISAH!
****
Dunia Zionathan adalah Brianna.
Dunia Brianna adalah Zionathan.
Yah, setidaknya itu yang dikatakan orang-orang di sekitar mereka yang selalu merasa bahwa mereka lebih dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•°★
"Jadi, kamu diselingkuhin, Kak?!"
"Hm."
"Kok bisa sih, Kak?! Tuhkan! Firasat aku bener!"
Agam sebenarnya tidak berencana untuk memberitahu hal ini pada keluarganya. Namun, adiknya dan sang Ibu bertanya mengenai Flora yang sudah jarang menampakkan wajahnya di rumah ini.
"Apa maksud kamu, Dek?" tanya Bianca, sang Ibu.
"Dari awal waktu Kak Agam bawa Kak Flora, aku tuh sempet punya firasat gak baik. Cuma aku emang gak bilang aja karena keliatannya kamu seneng sama Kak Flora."
Agam menghela napas, menyandarkan tubuh di sofa. "Ya udah aja sih. Udah selesai juga."
"Kamu gak sakit hati apa, Kak?" tanya Claudia.
Agam menggelengkan kepalanya. "Dia udah pernah lakuin itu sekali dan aku maafin. Mungkin sakit hatinya udah lewat dan muak juga, Dek."
Bianca menatap anaknya tak percaya. "Kamu bisa sebucin ini sampai bisa-bisanya maafin orang selingkuh?"
Claudia menatap sinis sang Ibu. "Bun, Papa juga gitu sama Bunda. Bucin."
"Iya, tapi maksud Bunda itu, kan ini anaknya diselingkuhin. Kok bisa masih mau nerima? Papa mana berani selingkuh?"
"Ini, kan udah Agam selesain, Bunda. Udah aman."
Claudia berdiri, berpindah duduk menjadi di dekat kakaknya. Agam paham gerak-gerik dari adiknya ini. "Mau ngomong apa kamu?"
"Jangan-Jangan, kamu gak sedih karena punya yang baru, ya?"
Tentu saja gadis itu bertanya dengan kedua alisnya yang bergerak, menggoda kakaknya. Sementara itu, Agam hanya bisa memandangi adiknya dengan tatapan bingung.
"Orang baru? Gak ada."
"Terus, yang kemarin dibawa ke rumah itu apa."
"Brianna, Kak. Itu maksud Claudia." Bianca perjelas.
Agam mengernyitkan dahi pada adiknya. "Kenapa tuh bocil kamu sebut?"
"Kak Brianna cantik banget. Lebih dari Kak Flora. Terus, dia mau dengerin aku curhat kemarin. Bahkan dia kasih aku saran."
"Dan, dia mau Bunda ajarin bikin cinammon rolls kemarin. Flora mana mau sentuh dapur."
Agam semakin merasa heran akan kedua perempuan yang ia hadapi saat ini. "Tiba-Tiba banget bandingin Flora sama Brianna?"
"Ajak ke sini kapan-kapan, ya. Bunda tidur duluan. Udah ngantuk banget."
"Bun, buat apa juga diajak-"
"Biar Bunda bisa ajarin masak-masak. Adik kamu mageran soalnya." Setelahnya, Bianca pergi meninggalkan dua anaknya di ruang tengah. Maklum, ia sudah tidak bisa tidur malam-malam seperti kedua anaknya ini.