FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
SEQUEL PERJODOHAN MANTAN
BISA DIBACA TERPISAH!
****
Dunia Zionathan adalah Brianna.
Dunia Brianna adalah Zionathan.
Yah, setidaknya itu yang dikatakan orang-orang di sekitar mereka yang selalu merasa bahwa mereka lebih dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•°★
Brianna mengenakan satu set pakaian semi-formal untuk acara fashion show yang akan diadakan hari ini. Blazer kasual hitam yang dipadukan dengan kemeja pendek berwarna senada di dalamnya serta celana kain panjang itu mampu membuat Brianna terlihat sangat mempesona sore hari ini. Ditambah dengan high heels hitamnya yang juga membuatnya terlihat elegan.
Brianna menatap keempat model perempuan yang sudah mengenakan pakaian hasil rancangannya. Rancangan Brianna itu sangat unik. Dia mampu membuat rancangan pakaian-pakaian yang terlihat elegan, namun berbeda dari yang lain. Hal itu yang membuat Madam Moonroe terkesan olehnya sampai memilih empat karya Brianna untuk ditampilkan di acara ini.
Tiga puluh menit lagi acara dimulai dan Brianna dibuat gugup sekali. Ia bisa merasakan tangannya yang dingin saking ia gugupnya.
"Bri!"
Brianna menoleh, mendapati temannya yang sedikit berlari ke arahnya. "Kenapa, Ra?" tanya Brianna.
Ara menunjuk ke arah luar ruangan dengan dagunya sambil tersenyum jahil. "Sahabat tersayang lo tuh."
Rumor bahwa Brianna dan Zionathan memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman kini sudah beredar. Bagaimana tidak? Zionathan akan selalu menghampirinya di mana pun dia berada. Tentu saja banyak mahasiswa yang melihat dan membuat rumor.
"Zionathan?"
"Yaiya, siapa lagi? Memang ada lo dibolehin dia deket sama cowok lain?"
Brianna cukup terkejut Zionathan datang. Laki-Laki itu bilang bahwa belum tentu ia akan datang karena ia harus menghadiri rapat. Brianna sudah menghilangkan harapannya itu ketika Zionathan mengatakan itu, karena dia tahu jika dia sudah rapat, pasti akan memakan waktu yang lama.
"Thanks, Ra. Bentar lagi gue ke depan."
Brianna memeriksa keempat modelnya itu-memastikan bahwa pakaian itu sudah rapi dan tidak ada kesalahan. Pakaian yang dikenakan keempat model ini agak rumit karena melibatkan tali-menali dan pakaian yang panjang. Setelahnya, Brianna langsung keluar dari ruangan itu.
"Hai," sapa Zionathan.
Brianna tersenyum sebagai balasan. "You made it."
"I told you I'll try."
Zionathan menautkan tangannya dengan tangan Brianna sebelum menariknya ke tempat yang lebih sepi. Brianna menurut saja karena dia terlalu senang Zionathan berhasil datang ke sini.
Brianna menyandarkan tubuhnya ke tembok di lorong yang sepi ini dan menatap Zionathan bingung.
"Apa?" tanya Brianna saat Zionathan hanya memandanginya.