A VOICE NOTE

1.1K 71 16
                                        

•°★

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•°★

"Then what about you? Kamu pikir aku gak sayang kamu?"

"And I choose you, Brianna."

Sepanjang hari hanya suara Zionathan dan kata-kata itu yang mengisi otak Brianna. Menyebabkan pipinya terus merah seperti kepiting rebus. Sebenarnya dia tidak ingin terlalu percaya diri karena setelah mengatakan itu Zionathan menyuruhnya tidur. Dia tidak memberi penjelasan apapun.

Apa maksudnya laki-laki itu menyayanginya?

Apa juga maksudnya dia memilih Brianna?

Pasalnya, kalimat itu bermaksud ambigu sekali. Bisa jadi maksudnya itu sebagai sahabat atau adik, tapi bisa juga maksudnya itu sebagai...

Brianna tidak sanggup menyelesaikannya. Ia sudah salah tingkah duluan. Orang-Orang yang melihatnya mungkin sudah menganggapnya tidak waras karena terus tersenyum dengan wajah merah padam itu.

"Kamu kenapa?"

Sontak senyumnya hilang. Ia sudah tahu siapa yang berbicara di depannya ini. Perlahan Brianna yang semula memukul-mukul tembok lorong kampus itu menegakkan tubuhnya. Tangannya kini sibuk pura-pura memperbaiki rambutnya yang sebenarnya sudah rapi.

"Kamu ngapain tadi mukul tembok gitu?"

Brianna mengusap ujung hidungnya dan tersenyum pada Zionathan. "Aku...Itu...Apa? Umm...Bersihin debu."

"Bersihin debu?"

"Mhm. Bersihin debu." Brianna langsung membersihkan tembok itu dengan kepalan tangannya.

Laki-Laki itu mengambil tangan Brianna. "Jadi kotor, kan bajunya."

Brianna memang sedang mengenakan atasan lengan panjang berwarna putih, jadi noda itu terlihat jelas di bagian pergelangan tangannya.

"Beneran ada debu berarti. Aku gak bohong."

"Did I say something about you lie? I don't think so," ujarnya sambil membersihkan tangan Brianna.

Sementara Brianna mengumpati Zionathan dalam hati. Jelas sekali laki-laki ini menggodanya.

"Kamu ngapain ada di gedung jurusan aku?"

"Aku mau ajak kamu makan nanti abis kamu selesai."

"Aku gladi bersih selesainya lama. Bisa sore banget. Takutnya lewat jam makan kamu."

"It's okay. I'll wait for you."

"Really?"

"Just give me a call when you're done, okay?"

"Yes, sir."

Zionatahn tersenyum mendengarnya. Ia suka sebutan itu. "Okay, princess. Good luck."

Back To You (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang