FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
SEQUEL PERJODOHAN MANTAN
BISA DIBACA TERPISAH!
****
Dunia Zionathan adalah Brianna.
Dunia Brianna adalah Zionathan.
Yah, setidaknya itu yang dikatakan orang-orang di sekitar mereka yang selalu merasa bahwa mereka lebih dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•°★
Hari pertama dari perlombaan dikhususkan untuk bidang olahraga. Maka dari itu, semua siswa yang tidak mengikut perlombaan diperintahkan untuk mengenakan pakaian olahraga. Seharusnya Brianna tidak perlu mengikuti aturan itu jika tangannya ini baik-baik saja. Dan, di sinilah Brianna, berdiri di hadapan Zionathan dengan pakaian olahraganya yang cukup terbuka.
Celana gadis ini pendek, terlalu berada di atas lutut. Meskipun ia mengenakan atasan lengan panjang, pakaian itu tetap menjiplak setiap lekukan tubuh moleknya dengan apik. Hal itu menarik banyak perhatian laki-laki dan Zionathan sangat terganggu akan itu. Baru juga sampai, para laki-laki bermata keranjang itu sudah memaku pandangan mereka pada Brianna. Laki-Laki itu langsung menariknya ke tempat sepi.
"Apa sih?"
Brianna dapat melihat tatapan tajam di mata laki-laki ini. Tapi, kenapa? Apa yang dia perbuat? Rasanya ia baru sampai di kampus, mana mungkin dia sudah berbuat kesalahan?
"Did I do something wrong? Why you look so angry-"
"I told you to change your outfit, but you didn't hear me."
Brianna menunduk, memperhatikan pakaiannya. Ini pakaian normal. Semua wanita yang berolahraga pasti memakai pakaian ini, bukan? Iya, kan?
"Ya, ngapain juga ganti baju? Baju olahraga gue juga gini semua. Cuma beda warna aja. Kalau gue ganti, ganti warna itu namanya," ujarnya diakhiri dengan tawa renyahnya.
Hey, Brianna mencoba untuk mencairkan suasana, oke? Gini-Gini, ia juga was-was dengan amarah Zionathan. Jangan menghina selera humornya.
Tawanya itu perlahan semakin kecil saat melihat Zionathan tidak terpancing humornya. "Ish! Emang bener!"
"Apanya bener?"
"Harusnya gue gak usah mau lo anter. Harusnya gue naik ojek online aja tadi! Ribet, kan jadinya kalau sama lo!"
"Ya, terus? Yang pake baju gini itu banyak. Lo liat aja tuh semua cewek-cewek. Lagian, mereka yang salah karena gak bisa jaga mata. Lo jangan salahin ceweknya dong. Kalau gitu, namanya lo tidak membiarkan cewek itu mengekspresikan dirinya-"
Zionathan meraup wajah itu dan meninggalkan Brianna. "Sakit telinga gue. Mana gak nyambung ngobrolnya," gumamnya sambil mengusap telinganya.
Biasanya Brianna akan tantrum jika Zionathan seperti itu, tapi kini dia menemukan dirinya tersenyum bak orang yang kehilangan kewarasannya. Akhir-Akhir ini Zionathan bersikap seperti orang yang dulu Brianna kenal.
"Dia masih peduli sama gue..." gumamnya gembira. Ia letakkan tangannya di jantungnya yang kini berdetak lebih cepat.
Brianna memutuskan untuk tidak terlalu menjaga jarak dengan Zionathan. Ia ingin menikmati waktu yang ada sebelum akhirnya ia pindah nanti. Bisa Brianna pastikan ia akan merindukan Zionathan lebih dari apapun.