FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
SEQUEL PERJODOHAN MANTAN
BISA DIBACA TERPISAH!
****
Dunia Zionathan adalah Brianna.
Dunia Brianna adalah Zionathan.
Yah, setidaknya itu yang dikatakan orang-orang di sekitar mereka yang selalu merasa bahwa mereka lebih dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•°★
Kedua kakinya dengan cepat menyusul laki-laki itu. Zionathan segera menghadangnya membuat laki-laki itu tak lagi melanjutkan langkahnya. Bisa Zionathan lihat wajah paniknya itu meskipun tertutup oleh masker wajah.
"Lo orangnya."
Seolah tahu apa yang dimaksud Zionathan, laki-laki itu mendorong Zionathan sekuat tenaga kemudian berlari menjauh. Zionathan dengan gesit mengejar laki-laki itu. Ia tidak akan membiarkannya lolos apapun yang terjadi.
Mereka berlari tanpa mempedulikan kerumunan. Banyak yang tengah mengantri di booth makanan dan minuman terpaksa menyingkir karena mereka yang menerobos kerumunan itu. Aksi mereka ini tentu saja menarik banyak perhatian para mahasiswa, termasuk Jo.
PUK
PUK
PUK
"Ha?" sahut Jarrel, yang sedang sibuk mengantri di booth minuman.
"Itu Zio woi!" seru Jo.
Jarrel menoleh, tapi ia tidak melihat Zionathan. "Salah liat kali lo. Dia masih di lapangan pasti."
Justru itu masalahnya. Laki-Laki itu seharusnya masih berada di lapangan, karena meski pertandingannya sudah usai, tim basket itu masih harus menerima piala. Merasa ada yang tidak beres, Jo segera menarik Jarrel dan berlari mengejar Zionathan. Ia sangat yakin itu adalah Zionathan.
"Apaan sih, Jo?! Nanti harus ngantri ulang dari belakang lagi! Gak sudi gue!" teriak Jarrel.
"Buruan! Ikut aja!"
Jo dan Jarrel sampai di area belakang kampus yang sepi. Tidak banyak orang berlalu lalang di sini karena memang terdapat ruangan-ruangan yang sudah lama tidak digunakan.
Jarrel menumpukan tangannya di lutut, terengah. "Zionathan apanya? Lo halu kali. Bikin gue cape aja," keluhnya sambil tersengal-sengal.
"Gue yakin Zio ke sini."
"Mana? Buktinya gak ada dia di sini. Lagian, ini bagian kampus yang udah gak kepake. Ngapain juga Zio ke sini?" balas Jarrel.
BRAK
Suara itu membuat suasana seketika hening. Jarrel bahkan menahan napasnya.
"Suara apa tuh, Jo?" Jarrel melihat ke sekelilingnya. Nihil. Tidak terlihat apapun.
Jo berjalan mendekati asal suara itu diikuti Jarrel di belakangnya.
"Kalau setan gimana, Jo?" Terdengar nada ketakutan di suaranya. Laki-Laki itu belum apa-apa sudah ketakutan saja.
"Doa," jawab Jo sekenanya.
BRAK
BRAK
Suara itu semakin terdengar. Tandanya mereka semakin dekat dengan sumber suara.