THE END OF THE ROAD

1.3K 78 25
                                        

•°★

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•°★

Zionathan mendengar bunyi-bunyian dari arah luar. Pasti Brianna, pikirnya. Dia memang menunggu gadis itu pulang.

Dengan kepala yang sedikit pusing, ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Namun, saat ia sampai di ruang tengah, ia mendengarkan semua pembicaraan gadis itu dengan temannya.

Meskipun hampir menghabiskan satu botol, Zionathan tidak kehilangan kesadarannya. Ia bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.

"Terus lo jadi mau pindah?"

"Jadi. Gue gak mau bikin Kak Maisya terus kepikiran. Kak Maisya udah bicara baik-baik waktu itu. Zionathan juga udah bahagia sama Maisya. Masa gue mau rusak itu?"

Zionathan menyipitkan matanya, alisnya menukik. Apa yang gadis ini maksud?

Pindah?

Maisya bicara baik-baik padanya? Soal apa?

"Orang tua lo udah tau, Bri?"

"Udah. Gue bilangnya mau belajar mandiri. Mereka oke-oke aja."

"Lo mau pergi?"

Brianna menoleh. Ekspresi terkejutnya itu bisa dengan jelas Zionathan lihat di tengah ruang tengah yang gelap ini.

"Zio?"

Brianna segera memutuskan panggilan itu dan berdiri. "K-Kamu sejak kapan ada di sini? A-Aku kira kamu udah tidur-"

"Ini yang lo sembunyiin dari gue?"

Brianna menggelengkan kepalanya, menyangkal tuduhan itu. "Bukan! Gak ada maksud aku! I swear! I'm not hiding anything!"

"Gue denger apa yang lo omongin tadi. Masih gak mau jujur?"

Brianna merutuki dirinya sendiri. Seharusnya dia lebih berhati-hati dalam berbicara. Ia pikir Zionathan sudah terlelap atau berada di kamarnya. Sekarang apa yang harus dia katakan pada Zionathan? Karena jujur bukanlah pilihan baik dan untuk berbohong lagi pun laki-laki ini sudah tidak akan percaya.

"Maisya ngomong apa sama lo?"

Brianna mendekat dan menatap Zionathan tepat di matanya. Siapa tahu dengan begini laki-laki ini akan yakin bahwa dia tidak menutupi apapun.

"Liat mata aku. Aku gak bohong."

Gadis ini bodoh atau apa? Mereka sudah bersama sejak kecil. Masalah bohong dan tidak berbohong bisa Zionathan ketahui dengan mudah.

"You can't hide from me, Brianna. You know that."

Brianna menyerah. Ia duduk di sofa dengan kepala yang menunduk. Dia akan membuat Maisya berada dalam masalah.

"Lo bisa cerita. Soal Maisya gue yang urus."

Zionathan duduk di karpet tepat di hadapan Brianna. Dengan begini, ia bisa melihat wajah gadis ini lebih jelas. Gadis ini memang tidak seperti Brianna yang biasanya. Brianna tidak akan pernah bisa tidak bercerita padanya. Apalagi jika ada hal yang membuatnya tidak nyaman. Dia pasti akan mengoceh mengenai hal itu seharian. Tapi, kini dia bahkan menyembunyikan itu darinya.

Back To You (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang