ASKING PERMISSION

1K 66 5
                                        

•°★

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•°★

Selama perjalanan pulang, Agam tidak bisa mengalihkan pikirannya dari perkataan Brianna tadi. Ia bingung akan apa maksud di balik itu.

"Gue gak bisa bersikap seperti sahabat lagi...buat Zionathan..."

"Gue gak bisa pura-pura kayak gitu terus, Kak...."

"Gue cape. Gue bingung harus apa."

"Itu yang Kakak inget."

Gadis yang merupakan adiknya itu bangkit dari posisi rebahnya. Ini serius.

"Dia bilang gitu ke kamu, Kak?"

"Hm."

Claudia membuang napas panjang, memberi tepukan di bahu kakaknya. Agam menatap adiknya itu bingung. "Kenapa muka kamu gitu?"

"Semangat, Kak. Kamu udah kalah duluan sebelum memulai."

Agam menggaruk tengkuknya. "Maksudnya?"

"Kak, itu artinya Kak Bri itu gak anggap-siapa nama laki-laki itu tadi?"

"Zionathan."

"Nah, iya. Kak Bri itu udah gak anggap Kak Zionathan sebagai sahabatnya lagi karena dia suka sama dia. Makanya, dia bilang dia gak bisa pura-pura lagi."

Rasanya seperti tertimpa batu besar di dada. Kesimpulan macam apa itu? Kalimat yang baru saja dilontarkan adiknya itu seolah ditolak mentah-mentah oleh telinganya.

"Kesimpulan apaan sih, Dek? Brianna gak ada bilang dia suka Zionathan. Mereka cuma sahabatan."

Claudia mendengus pelan. "Kak, itu makna tersirat namanya. Lagian, kamu kayak gak tau aja kalau cewek sama cowok itu gak akan bisa sahabatan. Pasti salah satu ada rasa. Malah, bisa jadi dua-duanya ada rasa."

Agam tidak bisa menerima informasi ini. Bisa saja Brianna bermaksud lain, kan?

Claudia menepuk lagi bahunya. "Semangat aja, Kak. Ngejar orang yang udah punya seseorang di hatinya itu sulit."

*****

Setelah semalaman berpikir, Brianna sudah memiliki keputusan untuk apa yang ia akan lakukan selanjutnya. Namun, entah bagaimana dia harus menjelaskannya kepada Zionathan.

"Menurut kalian, gue bilangnya gimana, ya?"

"Bentar. Bentar dulu. Ini lo serius mau pindah dari rumah Zionathan?" tanya Shakira.

"Iya."

"Lo peduli omongan tuh cewek yang udah celakain lo?" celetuk Luna.

Brianna berdecak kecil. "Kecilin suaranya bisa gak? Kalau ada yang denger bahaya!"

Shakira dan Luna tidak mengerti. Mengapa Brianna mau repot begini hanya karena kakak tingkatnya yang menyebalkan itu?! Mereka tidak terima Brianna diperlakukan seperti ini.

Back To You (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang