FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
SEQUEL PERJODOHAN MANTAN
BISA DIBACA TERPISAH!
****
Dunia Zionathan adalah Brianna.
Dunia Brianna adalah Zionathan.
Yah, setidaknya itu yang dikatakan orang-orang di sekitar mereka yang selalu merasa bahwa mereka lebih dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•°★
Brianna duduk di bagian belakang pojok sebuah cafe dengan tidak tenang sambil menunggu kedatangan seseorang. Saking gelisahnya, kini dia sudah menghabiskan dua gelas kopi himalayan butterscotch kesukaannya. Jika Zionathan tahu, sudah pasti ia akan diceramahi dari A-Z.
Brianna tidak pernah segelisah ini hanya karena ingin bertemu seseorang. Faktanya, dia bahkan tidak pernah gugup sekali pun.
Seseorang yang ditunggu-tunggu itu datang. Senyumnya mengembang.
"Kak Mai," sapanya.
"Hai, Bri." Maisya mengambil tempat duduk di depan Brianna.
"Lo udah pesen, Kak?"
"Udah."
Maisya tampak terkejut saat melihat dua gelas di hadapan Brianna. "Gue telat banget sampai lo pesen dua kopi?"
Maisya terkekeh kemudian mereka berbincang sebentar seputar perkuliahan mereka sebelum Maisya merubah topik mereka menjadi serius. Sebenarnya Brianna pun tahu bahwa Maisya pasti akan membicarakan hal yang serius. Topik perkuliahan hanyalah basa-basi belaka.
"Tujuan gue ke sini sebenarnya karena gue mau minta maaf sama lo. I think talking face to face is a better apology."
"Minta maaf kenapa, Kak?"
Entah apa Brianna memang lupa atau hanya berpura-pura, tapi ekspresi gadis ini tampak benar-benar bingung.
"Soal gue yang celakain lo dan lancang karena suruh lo pergi dari hidup Zionathan."
Mengapa Maisya mendadak meminta maaf? Apa yang terjadi? Apa laki-laki itu yang menyuruhnya meminta maaf?
"Gak. Gue gak disuruh Zionathan kok. Gue sendiri emang mau minta maaf karena gue tau gue salah," celetuknya seolah membaca pikiran Brianna.
"Iya, gak apa-apa kok, Kak. Gue ngerti alasan lo ngelakuin gue. Siapa juga yang gak cemburu kalau pacarnya deket sama cewek lain, kan?"
Brianna memang gadis yang baik. Dia juga memiliki kepribadian yang disukai banyak orang. Wajar saja banyak orang nyaman berada bersama Brianna. Wajar juga jika banyak yang tidak suka, karena Brianna tampak seperti gadis yang sempurna.
"I don't know if you know about this, but we broke up."
Spontan matanya melebar. "H-Hah?"
"Zio and I, we broke up. It's been almost a month."
Brianna tidak bisa berkata-kata. Hampir satu bulan dan Zionathan sama sekali tidak memberitahunya? Pantas saja hari-hari ini laki-laki itu selalu menemaninya ke mana pun. Bahkan saat ditanya soal Maisya dia hanya menghindarinya.