"Juara tiga, diraih oleh sekolah **** dengan akumulasi seluruh point 2.352."
"Juara dua, oleh sekolah *** dengan akumulasi seluruh point 2.364."
"Berat banget sih ini persaingannya," ujar Kiana pada Aruna.
Aruna mengangguk menyetujui, matanya terfokus pada Abi yang menunduk sembari memainkan gelang pemberiannya. Meski jujur saja ia merasa tidak nyaman karena Tiara yang terlihat terus-menerus memberikan obrolan pada Abi, padahal Abi terlihat begitu gugup saat ini.
"Juara pertama adalah..."
"XAYERN HIGH SCHOOL!"
Hening sesaat hingga Bima bertepuk tangan dengan wajah melongo yang memulai tepuk tangan heboh dari seluruh siswa-siswi yang menonton sekaligus peserta lomba.
"Dengan akumulasi point 2.931."
"Tingkat terakhir dengan point tertipis dalam kelompok ini, pasangan Raven dan Hanni yang mencapai 955 point."
"Tingkat kedua dengan point yang tinggi, Alen dan Liona mencapai 985 point."
"Tingkat pertama, Tiara dan Abi..."
"Selamat atas 991 point!"
Mereka dibuat tak percaya oleh point yang diraih oleh perwakilan Xayern High School kali ini, memang memiliki sejarah yang baik dalam segi nilai. Namun kali ini sepertinya yang paling baik.
Mereka maju keatas panggung untuk menerima penghargaan.
Setelah turun dari panggung Abi langsung menuju kearah Aruna dan menunjukkan medali yang mengalung sempurna pada lehernya.
"Cantik kan hasil usahanya? Udah gue bilang, lo pasti bisa. Semangat terus," ujar Aruna menepuk-nepuk kepala Abi.
"Kak, Makasih. Kakak yang terbaik," ujar Abi memegang kedua pundak Aruna. "Kamu lebih baik," jawab Aruna melempar senyuman tulusnya.
"Aduh aduhhh, belum juga penutupan udah bucin aja nihh," seru Damar berkoar-koar dengan heboh.
Tolong, apakah Damar lupa bahwa temannya menyukai Aruna? Ingin sekali Bima melemparkan batu yang teramat besar pada wajah Damar saat ini.
"Mar, ada Bima." Liona mengingatkan Damar. Mata anak itu melebar dan menatap Bima yang juga menatapnya seperti ingin membunuhnya saat ini juga.
Jika tidak ingat posisi maka pasti mereka akan melakukan aksi kejar-kejaran yang berakhir baku hantam secara bermain-main. Namun untuk sekarang itu di pending dulu karena Alen sudah bersiap untuk melakukan penutupan dengan ketua osis lainnya.
---
Esok harinya sekolah memberikan penghargaan dan memberi bonus jamkos untuk seluruh kelas. Membiarkan mereka istirahat setelah 2 minggu berlatih dengan keras.
Akurasi menghargai dan peka murid : 100%.
Selama 2 minggu Alen dan Gasha sibuk dengan latihan masing-masing namun hubungan mereka justru terlihat semakin dekat. Pasalnya beberapa kali Gasha tak sengaja memergoki Alen yang berdiam diri di ruang osis, UKS, ataupun rooftoop. Bahkan pernah sekali ia menemukan Alen menangis setelah kejadian saat itu, lagi dan lagi. Tangisan Alen benar-benar membuat hatinya terasa seperti dicubit dan ditusuk dengan ribuan jarum saat itu juga.
Namun semuanya berakhir sama, ia hanya bisa menenangkan Alen tanpa bisa mengetahui masalahnya. Meskipun ia juga tak ingin kepo mengenai hal itu, tapi naluri manusianya sempat membuatnya kepikiran hingga seharian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Im Yours.
Fanfiction"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo...
