5.

39 2 0
                                        

Hari Sabtu yang cerah dan tenang? Tidak juga.

Pagi-pagi sekali kehidupan Gasha sudah diusik oleh Aruna yang terus-terusan memaksa agar ia menemani Aruna membeli sesuatu.

Awalnya ia kira akan membeli apa, namun yang ternyata terjadi adalah--

Aruna memberhentikan mobilnya di sebuah mall dan langsung mengajak Gasha untuk pergi ke toko mainan.

Setelah semalaman mempertimbangkan ia jadi membeli mainan untuk Sarah atau tidak, berakhir ia benar-benar membelikan sesuatu untuk Sarah.

Ia benar-benar mempertimbangkan jawaban dari Abi, ia ingin kembali bertanya. Namun sialnya ia tidak punya nomor Abi, bagaimana caranya bertanya. Hal tersebut membuatnya kelimpungan sendiri semalaman.

"Lo nyari apaan sih?" Bingung Gasha mengikuti langkah Aruna yang bolak-balik berganti toko, bahkan mereka sudah memasuki toko ini sebanyak 3 kali.

"Gue nyari mainan Sofia buat Sarah," jawab Aruna masih fokus mengamati susunan mainan di rak-rak yang berada di sana.

"Sarah?" Kening Gasha mengerut, siapa Sarah? Perasaan ia tak mengenal siapa Sarah, dan setahunya Aruna tak memiliki sepupu bernama Sarah.

"Hooh."

"Siapa?"

"Adeknya Abi."

"Bucin," cibir Gasha sembari ikut mengamati mainan-mainan tersebut.

Matanya tak sengaja menangkap sebuah mainan yang menurutnya lucu.

"Sarah tomboy?" Tanya Gasha berjalan menghampiri mainan tersebut.

"Nggak tau juga, kayaknya sih nggak. Soalnya bajunya pas gue ketemu kaya dress gitu. Kenapa?"

"Ini gimana?" Tanya Gasha menghampiri Aruna sembari menunjukkan mainan yang diambilnya.

"Ih bagus!! Sarah mau gak ya? Gemesin tau," ujarnya mengambil mainan tersebut dari tangan Gasha.

"Coba dulu aja kali," jawab Gasha melangkah meninggalkan Aruna yang masih diam di tempatnya.

Setelahnya Gasha melanjutkan acara mengamati mainan-mainan tersebut dan matanya kembali menangkap satu mainan yang menurutnya tak kalah lucu. "Run, lo mau gak?" Tanya Gasha mengangkat mainan tersebut.

Aruna pun langsung menghampiri temannya tersebut dan mengangguk mengiyakan, "selera lo bagus ya."

"Dibanding lo," desis Gasha kesal ia pun melangkahkan kakinya menuju area kasir diikuti oleh Aruna.

Setelah proses pembayaran selesai Aruna mengantarkan Gasha pulang terlebih dahulu sebelum ia memutuskan untuk berkeliling area kota, mencoba mencari info di mana rumah Abi dan keluarganya hingga otaknya memikirkan suatu tempat.

Taman.

Taman di mana ia dan Sarah bertemu pertama kalinya, ia langsung mengganti arah laju mobilnya menuju ke arah taman.

Ia menelusuri area taman dan sayangnya tak menemukan Sarah, Abi maupun Linda. Padahal saat itu mereka bertemu di tempat yang sama dan waktu yang sama.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari seseorang yang bisa berguna. Matanya tak sengaja menangkap sosok Ziva, ketua kelompok Abi dulu. Mungkin Ziva tau, kan? Atau paling tidak memiliki nomor Abi yang bisa ia minta.

Langkahnya mendekat kearah Ziva yang sedang duduk sendirian di salah satu kursi taman.

"Ziva, kan?" Panggil Aruna mendudukkan dirinya di samping Ziva.

Ziva sontak menoleh dan mengangguk, "kak Aruna ya? Kenapa kak?"

"Lo tau di mana rumah Abi?" Tanya Aruna yang langsung to the point.

Im Yours.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang