"Aku udah bilang, kamu gak usah repot-repot kasih aku kue," tolak Verron menatap tempat makan yang di sodorkan Ailette, ia sudah tau isi di dalamnya.
Bukannya merasa tertolak, gadis itu tertawa kecil.
"Tidak apa-apa. Justru lebih bagus kalau kamu terima," pinta Ailette sedikit memaksa dengan kedua tangannya yang masih menyodorkan tempat makan berwarna biru itu.
Verron membuang napas pelan, menerimanya dengan tersenyum tipis. "Terima kasih, akan kukembalikan besok."
Melihat laki-laki itu menerima pemberiannya, Ailette tersenyum lebar. Mulut gadis itu terbuka tapi kembali tertutup akibat teriakan seseorang yang tiba-tiba datang.
"Verron, lo harus tau ini! Gue ada berita baru yang hot!" teriak Ansel yang kemudian mendapat pelototan mata dari Verron yang memintanya diam. Refleks, Ansel membungkam mulutnya.
"Hai Ansel. Ada berita baru apa?" tanya Ailette menatap laki-laki dengan rasa ingin tahu.
"Katanya ada murid baru di kelas ini. Asal lo tau Ver, murid barunya cewek, terus tadi gue liat ... CAN-"
"Cantik ya murid barunya?" tanya Ailette memotong perkataannya. Ansel kembali terdiam, menyadari dirinya hampir menyebut kata 'cantik' untuk perempuan lain yang di mana Ailette sangat tidak menyukai itu.
"Hm? Ada apa, Ansel? Ailie salah ngomong?"
Ansel menjadi salah tingkah karena senyuman Ailette yang baginya sangat menyeramkan. Sedangkan Verron, laki-laki itu memilih diam memakan kue-kue kering pemberian gadis itu.
Bel tanda masuk berbunyi, membantu Ansel selamat dari terkaman Ailette.
"Wah, udah bel, Ai. Tuan Putri gak kembali ke kelas?" tanya Ansel dengan senyum dipaksakan.
"Jadi sekarang, Ansel ngusir Ailie? Begitu ya, setelah bilang perempuan lain cantik, sekarang Ailie di usir," cibir Ailette dengan wajah murung.
"Bukan begitu, tapi kan-"
"Verron, Ailie kembali ke kelas dulu ya," pamit Ailette berbalik ke arah Verron, mengacuhkan Ansel. Laki-laki itu hanya mengangguk, membiarkannya pergi. Ailette berjalan melewati Ansel, dengan sengaja ia menginjak kakinya membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan.
Di lorong, ia berpapasan dengan seorang siswi berwajah asing. Ia tersenyum menyapa, siswi itu membalas senyumannya. Sepertinya itu siswi baru yang tadi dibicarakan Ansel.
༻༺ ༻༺ ༻༺
"Mengajak murid baru ke kantin?" Sanica bertanya ulang memastikan, sementara Ailette mengangguk.
Sanica tampak memikirkan ajakannya untuk mengajak murid baru itu pergi ke kantin bersama. Ia merasa aneh, Ailette tidak pernah tertarik berteman pada siapa pun selain dirinya. Semenit kemudian ia mengangguk, tidak ada salahnya membiarkan siswi baru itu bersama Ailette.
Sayangnya, saat mereka berdua tiba di kelas IPA 2-1, kelas sudah sepi yang artinya semua penghuni kelas sudah menyebar.
Tidak kehilangan akal, Ailette mengajak Sanica untuk ke rooftop sekolah. Benar saja, di sana terlihat siswi baru itu tengah menghabiskan bekalnya sendirian.
Ailette mendekatinya dan menyapa "Hai, aku Ailette dan ini Sanica," sapa Ailette memperkenalkan diri.
"Ah, hai. Aku Liana, Berliana Calandra," balas Liana tersenyum.
Ailette mengernyitkan dahi, kemudian kembali memasang wajah berseri. "Liana mau ikut ke kantin?"
Liana langsung mengiyakan ajakan tersebut tanpa memikirkan lebih lama. Menutup bekalnya, gadis itu berjalan mengimbangi Ailette dan Sanica.
Semua pasang mata menatap mereka setibanya di kantin. Ailette memasang senyuman khas dirinya, sementara Sanica dan Liana tampak canggung dengan tatapan semua orang.
Menemukan orang yang dicarinya, Ailette berlari ke arah meja di pojok kantin, tempat Verron dan Ansel biasa menghabiskan waktu istirahat.
"Hai Verron," sapa Ailette.
"Tuan Putri udah datang, kemana dayang-dayangnya?" canda Ansel berpura-pura mencari seseorang.
Ailette berdecak pinggang. "Ansel, mereka itu teman-teman Ailie, bukan dayang!"
Ailette melirik Verron, berniat mengambil tempat di samping laki-laki itu tapi sayang Liana telah lebih dulu menempati. Mau tidak mau ia mengambil tempat di depan Verron.
"Tadi di ajak gak mau," ucap Verron.
Belum sempat Ailette bersuara, Liana lebih dulu menjawab. "Tadinya mau di rooftop aja, tapi diajak Ailette dan Sanica."
Pesanan mereka tiba, hanya terdengar percakapan antara Liana dengan Verron dan Ansel yang sesekali menimpali. Ailette menatap kedekatan Liana dan Verron, merasa ada sesuatu karena tidak mungkin orang yang baru kenal sudah sedekat itu.
"Bagaimana, Ailette?"
Ailette salah tingkah, ia tidak tau apa yang mereka bicarakan dan tiba-tiba Liana membawa namanya.
Liana tertawa pelan. "Sepertinya kamu tidak dengar. Kami bertiga berniat pergi akhir pekan ini, Sanica setuju asal kamu ikut. Kamu mau ikut?" Liana menjelaskan ulang lebih rinci.
Ailette menggenggam erat sendok di tangannya, berusaha menjaga raut wajahnya.
"Akhir pekan? Tentu saja Ailie ikut! Bagaimana mungkin Ailie menolak ajakan Liana," balas Ailette tersenyum lebar, menampilkan wajah berseri.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE
Mystery / Thriller"Semua perhatian hanya akan tertuju padaku!" Ailette Kathleen. Siapa yang tidak mengenalnya. Siswi yang berhasil menarik perhatian warga sekolah karena kepintaran serta perilaku dan sikapnya yang ramah dan manis kepada siapa pun. Tidak ada yang meny...
