Semua pandangan mata tertuju padanya dengan tatapan kagum dan suara berbisik yang dapat ia dengar. Bagaimana tidak, Aliette yang biasa berpenampilan manis nan ceria kini berbanding terbalik 180°. Dalam balutan gaun bergaya tulle prom dress black yang membuatnya terkesan elegan, ditambah rambut hitam legamnya yang ia biarkan tergerai.
Ailette tersenyum tipis, mengeratkan pelukan lengan pada Verron.
"Kalian baru tiba? Kami sudah menunggu sejak tadi," ujar Ansel yang datang menghampiri bersama Liana.
"Ailette, kamu cantik sekali," puji Liana.
Ailette tersenyum sipu, membalas pujiannya. "Liana juga gak kalah cantik!"
Ia tidak sepenuhnya bohong. Penampilan Liana memang begitu membuat pangling dengan balutan gaun bergaya Short Dress berwarna peach yang begitu cocok dengannya.
Menyadari ada yang kurang, Ailette menoleh ke sana ke mari mencari kehadiran seseorang.
"Kalau kamu mencari Sanica, ia bersama dengan seseorang yang tidak aku kenali," jawab Liana seakan mengerti raut wajah kebingungan Ailette. "Kamu mau mencarinya?"
Ailette menggeleng, bukan saatnya mencari Sanica. Itu akan ia lakukan nanti, sekarang ia tengah menunggu momen yang tepat.
"Wah, seperti udah pada dateng semua nih ya!"
Semuanya menoleh ke arah panggung, terlihat dua orang pembawa acara yang akan memandu jalannya acara terakhir.
"Mungkin ada yang dari kalian udah kenal kami berdua dan ada yang belum. Nama gue Keisha dari Bahasa 2-2, dan yang di sebelah gue ada Khai dari IPS 2-1."
Suara tepuk tangan bergemuruh memenuhi seisi aula.
"Langsung aja kali ya kita mulai acara vote untuk penetuan siapa yang akan menyandang gelar Putri Sekolah tahun ini," ucap Khai dari atas panggung.
"Boleh tuh, dari pada berlama-lama karena tadi kita sudah melihat beberapa penampilan pembuka sebelumnya. Silakan tulis nama yang kalian pilih, lalu masukkan kertas yang udah kalian gulung ke dalam kotak di depan," sambung Keisha menirukan perintah yang ia katakan.
Semua orang menulis masing-masing dalam pilihan mereka, begitu pun dengan peserta yang menulis nama mereka sendiri, lalu memasukkan ke dalam kotak besar yang ada di atas panggung.
Setelah semua mengumpulkan kertasnya masing-masing, Keisha akan mengambil secara acak dan membacakan semua nama yang tertera, dan Khai yang akan menuliskan jumlah suara dari semua nama peserta.
Ailette pamit untuk mencari Sanica, Liana mengangguk dan memintanya untuk segera kembali.
Sementara netranya sibuk mencari keberanian Sanica, mulutnya terus tersenyum dan membalas sapaan yang ia terima.
"Sanica!" panggil Ailette berhasil menemukannya yang berada di salah satu meja kosong.
"Ailie! Sejak kapan kamu datang?" tanya Sanica.
"Sudah lama, tadi Ailie mencari Sanica tapi tidak ketemu," balas Ailette memasang wajah cemberut.
Sanica tertawa pelan. "Hei, Tuan Putri malam ini tidak boleh mengerutkan wajah," ucapnya dengan nada menghibur.
Aliette ikut tertawa karena perkataan. Bukan merasa terhibur, tapi justru ia merasa jika perkataan Sanica benar. Dirinya adalah Tuan Putri malam ini.
"Sanica, mau bantu Ailie?"
"Katakan saja, ada apa?"
Ailette tampak ragu sesaat, kembali menutup mulut kemudian memberanikan diri bersuara. "Tadi. Jepit rambut Ailie hilang, sudah dicari kemana-mana tapi tidak ketemu. Sepertinya terjatuh di luar aula ...."
Sanica mengangguk, mengerti maksud Ailette dan mencoba mencari keluar aula, meninggalkan Ailette sendiri yang kini tersenyum tipis.
Gadis itu kembali ke tempat Liana dan yang lain berada, tapi yang terlihat hanya Liana seorang.
"Di mana Sanica?" tanya Liana saat dirinya mendekat.
"Sanica bilang, di rooftop pandangannya bagus. Tadi Ailie diajak ke sana, tapi Ailie mau pergi bersama Liana," ujar Ailette menatap Liana dalam-dalam. "Liana mau pergi ke sana bersama Ailie?"
Tampa mempertimbangkan ajakannya, gadis itu mengiyakannya dan mereka pergi menuju rooftop.
"Di mana Sanica?" tanya Liana setibanya mereka di sana. Tidak terlihat seorang pun selain mereka berdua.
"Liana ...."
Liana yang tengah menatap ke bawah menoleh kepada Ailette, posisinya tepat berada di depan Ailette dan di belakangnya pas sekali berada diujung.
"Ada apa, Ailie? Di mana Sanica?"
"Ailie senang berteman dengan Liana, tapi Ailie juga tidak suka dengan Liana ...." gumam Ailette dengan wajah menunduk yang masih dapat terdengar oleh Liana.
Gadis itu mengerutkan kening, tidak mengerti maksud perkataannya.
"Ailette?"
Ailette mengangkat pandangannya, membuat netranya beradu pandang dengan iris Liana. Gadis itu membuka mulut, mengatakan sesuatu dengan tersenyum tipis.
༻༺ ༻༺ ༻༺
"Lo ketemu?" tanya Ansel menyeka keringat di dahinya.
Verron menggeleng. Saat mereka kembali, rupanya Ailette dan Liana sudah tidak ada di tempat. Mereka sudah mencari di sekitar aula tapi keberadaan mereka tetap tidak terlihat.
"Gue udah coba hubungi ponsel Liana, tapi gak aktif," sahut Ansel memeriksa layar ponselnya sekali lagi.
"Nah. Semua kertas udah selesai kami hitung, dan sekarang saatnya gue sebutkan siapa yang akan menjadi Putri Sekolah tahun ini!" seru Keisha dengan suara mic yang terdengar menggelegar.
"Sial! Coba lo cari-"
"KYAAAAA!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE
Mystery / Thriller"Semua perhatian hanya akan tertuju padaku!" Ailette Kathleen. Siapa yang tidak mengenalnya. Siswi yang berhasil menarik perhatian warga sekolah karena kepintaran serta perilaku dan sikapnya yang ramah dan manis kepada siapa pun. Tidak ada yang meny...
