CHAPTER THREE

26 27 0
                                    


Matahari sudah mulai terbenam, langit-langit menjadi oranye. Suhu udara semakin sejuk, bayangan-bayangan menjadi panjang. Menandakan hari sudah sore.

"ZIA... Turun, papah sama mamah mau bicara sama kamu," ucap papah sambil berteriak hingga satu rumah terdengar
suaranya.

Setelah mendengar suara papah ia pun bergegas turun memakai lift untuk menemuinya...

"Apa pah," tutur Zia sambil mendekat kearah ruang tamu. Langkah demi langkah hingga akhirnya ia pun sampai.

"Sini," ucap mamah sambil menepuk-nepuk sofa sebelahnya untuk Zia duduki. Ia pun turut duduk.

"Jadi gini sayang, papah kan sudah bilang ke kamu bahwa papah akan ke semarang. Jadi kamu bakal pindah sekolah, gimana? Ga apa-apa kan?" Tanya papah kepada Zia.

"Hmm.... Iya pah, gak apa apa ko," jawab Zia ragu sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.

'Bagaimanapun aku harus tetap ikut kalau tidak akan di tinggal sendiri disini, aku saja tidak bisa jauh dari keluarga. Sedih si gak bisa ketemu sabahat lagi tapi suatu saat pasti kita akan bertemu lagi, ini pun hanya sementara,' batinku berbicara.

"Oh ya pah kita perginya sore aja ya, aku mau kumpul ma temen-temen ku dulu untuk perpisahan," ucap Zia memelas sambil menyatukan tangannya seperti orang memohon.

"Oke baiklah, papah akan info ke asisten papah dulu. Terima kasih ya sayang," ucap papah senang sambil bergegas menghubungi marcel.

Telpon pun terhubung....
"Marcello saya bisa untuk ke Semarang esok hari saat waktu petang, tolong siapkan pesawat pribadi saya untuk saya dan keluarga pergi kesana," ucap papah dengan nada serius.

"Baik pak, semuanya beres," ucap marcel sambil menutup telepon.

"Ya udah yuk kita kemas-kemas untuk besok," ucap mamah sambil berdiri pergi menuju kamarnya.

"Ayukkk," ucap papah sambil mengejar mamah.

'seperti anak kecil saja,' batinku berbicara sambil tertawa kecil.

"Arghh benar juga, pasti aku akan membawa banyak barang," ucap Zia sambil meregangkan otot tangannya lalu pergi ke kamar.

- dikamar Zia

"Arghh malas sekali," ucap Zia sambil mengemas barang-barangnya.

Setelah hampir satu jam mengemas barang, ia pun membaringkan badannya ke kasur untuk beristirahat sejenak.

"Ughh cape sekali padahal cuma mengemas barang," ucap Zia pelan yang masih dalam posisi awal, lalu ia pun bangun untuk mengambil hp dan ngechat sahabatnya.

- chat on

The Queen

                   Guyss, aku mau pindah sekolah ke semarang huaa 😭

Naura
Demi apaaa?
Kenapa? Huhuhu.....

Laura
Whatt?? Jahat syekaliiii
kamuuuu 😔

               Perusahaan papah lagi ada masalah jadi papah harus
turun tangan

Laura
Semoga aja cepet selesai ya,
biar kita bisa ngumpul
bareng lagi 😚

Naura
Iya bener, bakal kangen deh

Laura
Ga ada yang traktir dan
bantu kasih contekkan lagi
dong hikss... hiks...      

              Semoga ya doain aja ya biar cepet, aku janji kita bakal kumpul bareng lagi 😊

          Yeh pikirannya makanan dan contekkan doang
hahaha 😂

Naura
Iya itu si harus bangett,
hahaha

Laura
Hehe iya, kapan jalannya?

Besok tapi sebelum jalan, kita
kumpul dulu di cafe biasa ya

Naura
Cepat sekali, oke deh

Laura
Siapp bosss hahaha

The Queeennnn.....

Naura
Si paling kece  😎

Laura
Si paling kece 😝

        Udah dulu ya, sampai jumpa di cafe guys. Byee 👋

Naura
Sipp, byee 👋

Laura
Byeee 👋

- chat off

Setelah memberi tau temannya ia pun mematikan handphonenya lalu turun ke bawah untuk makan malam karna perutnya pun sudah berbunyi.

"Mamah," panggil Zia sambil mendekat ke mamah yang ada di dapur.

"Halo sayang," jawab mamah sambil mempersiapkan makan malam.

"Sini mah aku bantuin," ucap Zia sambil membantu mamanya mempersiapkan makan malam. Di balas dengan anggukkan mamah.

Mamah dan Zia pun bersama-sama mempersiapkan makan malam di meja makan, pastinya.

Setelah sudah siap Zia pun memanggil papah.
"Papah makan malam sudah siapp," teriak Zia sambil berjalan untuk duduk.

"Sebentar ya sayang," balas papah sambil tergesah-gesah turun untuk makan malam.

.
.
.
.
.
.
.
.

Terima kasih yang sudah membaca cerita ini.
Jangan lupa vote, comment and follow....

Salam hangat
- author cowo

TWO WORLDS | Project_RATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang