"Tutt... tutt... tutt..." suara detak jantung seseorang dari elektrokardiogram.
"Airr.... Hikss....
Bangunn..... Hikss...."
"Sudah Zia... Dia akan baik-baik saja," ucap Arkabian menenangkan Zia.
"Iya bener yang di bilang Arka, dia kan kuat. Jadi, pasti dia bisa lewatin ini Zia!" sambung Reno.
"Guys, Zia maaf ya! Ini semua gara-gara gua yang ga dengerin kalian dan bertindak ceroboh gini," ucap Alaska bergetar karna menangis.
"Makanya Lu tuh jangan keras kepala kalo dibilangin," bales Ezhar agak emosi.
"Iya, maaf..." ucap Alaska pelan dengan perasaan bersalah.
"Udahh... Yang penting kita udah aman disini terus gak kenapa-kenapa dan Air sudah ditanganin," ucap Arkabian melerai dan menenangkan suasana.
"Iya, untungnya para polisi dateng cepat dan pas saat keadaan kita udah urgent," timpal Raka.
"Lain kali lu dengerin kita Las dan jangan bertindak ceroboh tanpa memikirkan akibatnya untuk diri lu dan orang sekitar lu," tambah Reno menasihati.
"Guys, serius banget!"
"ha?!!" kaget Ezhar sambil menengok cepat ke arah seseorang yang tertidur sedari tadi.
Semua pasang mata pun ikut tertuju ke seseorang yang tertidur di tempat tidur rumah sakit itu.
Seketika mereka terdiam sejenak.
"WOII! Lu bikin kita khawatirr tau gak!" Raka teriak kecil dengan rasa haru karna senang. Ia pun langsung lari mendekati Air dan memeluknya.
"Hehe.."
Semua yang berada di sana pun langsung bangun dari duduknya dan berpindah ke arah ia berbaring.
"Lu disaat begini bisa-bisanya jail," kesal Reno dengan khawatir juga karna keadaan teman lamanya tadi.
"Huh.... Jail banget ya lu. Dari kapan lu sadar?" timpal Ezhar agak kesal.
"Udah dari tadi, wkwk...." jawab Air denga enteng.
"Ihhh.... Airrrr, hikss..." kesal Zia sambil menangis dan memukul manja Air karna khawatir dengan Air.
"He'em," ucap Ezhar kesal melihat kejadian tersebut.
"Lu jeoules beuttt Zar," timpal Raka menggoda.
"Udah biarin aja, dia kan memang selalu gitu. Wkwkwk....." timpal Air jail.
"Zia khawatir?" tanya Air dengan nada jail sambil senyum-senyum.
"Gak!"
Air hanya bertawa kecil melihat tingkah Zia.
"Lu ini yaa.... Ga ada abis-abisnya jailnya," Timpal Reno yang cape dengan kejailan Air yang gak ada ada habisnya, meski disaat seperti ini.
"Gua gak jail ko, hehe..." balas Air.
"Air!"
"Maaf ya! Lu jadi begini karna gua," ucap tulus Alaska yang sedari tadi diam menahan rasa khawatir dan bersalahnya.
"Aman... Tapi lain kali lu jangan ceroboh lagi,"
Alaska hanya diam mengangguk perkataan Air dengan mata berbinar.
"Untung gua kua--" lanjut Air terputus setelah mengangkat kedua tangannya.
"Aghhh....!"
"Airr!"

KAMU SEDANG MEMBACA
TWO WORLDS | Project_RA
Fantasy⚠ DILARANG PLAGIAT ⚠ HELLO EVERYONE...... Seorang perempuan yang bernama Zia Naavaila Anderson menjalani hidupnya seperti halnya orang lain 'normal' yang terkadang ada gangguan, ia terkenal pintar serta baik disekitarnya karena selalu menolong, sopa...