BRUKKK....!
"Astagaa! Suara apa itu?!" Ucap Raka kaget hingga ia melompat kecil.
"Ssshhhhht.... Jangan berisik! Kita samperin suara tadi," ucap Air sambil menempatkan jari telunjuknya di depan mulut, memberikan tanda untuk diam.
"Arah suaranya ke sana, ya?" Tanya Air sambil menunjuk ke sebuah rumah yang ada di sebelah kirinya.
"Iya," balas Reno berbisik, diikuti oleh anggukan yang lain.
Mereka pun berjalan agak mengendap-ngendap ke arah suara tadi yang menunjukkan ke sebuah rumah yang kumuh.
"Tetap Waspada," ucap Ezhar agak berbisik.
Mereka pun sampai di depan rumah yang sebelumnya ada suara.
"Ini? Seramnyeee," ucap Raka takut.
"Iya,"
Air memberi kode pada Arkabian untuk menjelaskan rencananya dan langsung ia mengerti.
"Rencananya nanti gua, Air dan Alaska akan mengecek ke dalam rumah itu, sisanya tetap diluar untuk berjaga-jaga, setuju?""Hmm.... Okey," jawab ragu Raka.
Dibalas juga dengan jawaban 'setuju' oleh yang lainnya.
"Yok!"
Mereka pun langsung bergegas menjalankan sesuai rencana awal. Arkabian, Air dan Alaska mengecek ke dalam rumah, sementara Raka, Reno dan Ezhar berjaga diluar rumah.
_Di dalam rumah_
Mereka bertiga sudah berada di dalam rumah, yang sebelumnya Rio dan Willy berada di sana juga.
"Uyyy..... Seram kali ini rumah," ucap Alaska merinding.
"Ssshhhht! Jangan kencang-kencang Las, nanti mereka tau kita di sini," Air berbisik dengan kesal, mengingatkan untuk tidak berisik.
"Maaf.. Maaf,"
"Sepertinya suara tadi ada di belakang sana!" Timpal Arkabian sambil menunjuk ke arah ruangan belakang rumah itu.
"Sebaiknya kita harus cepat-cepat menemukan arah suara tadi, karna itu pasti mereka para pelaku," lanjut Arkabian mengintruksi.
"Ya udah, yok kita selidiki secepatnya," balas Air bersemangat.
Mereka berjalan menuju ruangan lain di rumah itu untuk menyelidiki lebih dalam 'suara apa tadi dan berasal dari mana suara itu'.
Berjalan dengan mengendap-ngendap agar para pelaku tidak mengetahui keberadaan mereka.
"Psstt..... Keluarin senjata kalian untuk jaga-jaga," ucap Air dengan berbisik, sambil tetap mengendap-ngendap.
"Oke,"
Mereka sudah sampai di ruangan yang dituju, lalu mereka menengok sedikit ke ruangan itu dann.....
"Citt.. Citt.. Citt..."
......
"Astagaaaaaaa tikussss!" Kaget Alaska dengan suara cukup keras.
"Huhh... Ngagetin aja ni tikuss," timpal Air yang juga kaget.
"Cihh... Kagetan," balas Arkabian meremehkan.
"Yehhh.... Lu juga kaget kann, keliatan tuh dari mukanya," balas Air membela diri dengan muka yang malas '-_-'
"Ee-aa.... Kaget dikit, gak mungkin tadi ga kagett," timpal Arkabian beralasan.
"Iyainn," balas Air jengkel.
"Udah-udah, ribut aja mending kita telusuri terus ini rumah," timpal Alaska kesal dengan keributan Air dan Arkabian.
"Ya udah, yok!" Balas Air menyetujui. Arkabian hanya menoleh tanpa membalas (Sepertinya dia masih kesal karna hal tadi).
Mereka pun memutuskan untuk terus menelusuri rumah kecil yang kumuh itu.
Setelah itu mereka berhenti di suatu ruangan paling akhir, sepertinya dapur karna terdapat banyak peralatan masak tetapi ada beberapa baju yang berserakan. Disana mereka menggeledah tempat itu untuk menemukan sesuatu yang berguna atau untuk memudahkan mereka mencari para pelaku.
"Kosong banget ya tempat ini?" Tanya Alaska sambil mencari sesuatu di lemari kecil.
"Iya," balas Air singkat, karna ia juga sedang sibuk mencari.
Setelah beberapa menit mencari akhirnya mereka mendapat titik terang untuk memudahkan mencari pelaku.
"Ah! Gua nemu sesuatu ni," ucap Arkabian senang.
"Yey!" Balas Air dan Alaska ikut senang.
"Lu nemu apa Bian?" Tanya Air, sambil mendekat ke arah Arkabian di ikuti pula oleh Alaska.
"Gua nemu satu HT yang masih aktif," jelas Arkabian sambil memperlihatkan HT yang ditemukan tadi.
"Apa ini punya salah satu pelaku?" Tanya Alaska bingung.
"Karna gak mungkin pelaku itu meninggalkan barang seperti ini," lanjut Alaska menjelaskan.
"Bener juga si, mungkin mereka lupa membawanya," balas Air dengan manuk akal.
"Hmm... Bisa jadi," timpal Arkabian membenarkan apa yang di bicarakan Air.
Alaska hanya terdiam tanpa membalas."Kita mau cari barang yang lain lagi?" Tanya Air.
"Ga perlu, ini sudah cukup," tutur Arkabian menjawab.
"Kita balik ke depan lagi? Udah buntu juga ini," tanya Alaska sambil mengotak-ngatik HT tadi.
"Sebentar! Itu apa dibelakang lu?" Tanya Arkabian ke Air.
"Hah? Emang ada apaan?!" Tanya balik Air bingung.
"Itu kaya ada pintu!" Jelas Arkabian.
"Ohh iya, bener" timpal Alaska membenarkan.
Air pun berbalik badan dan melihat hal yang sama juga. "Oo iya, anjirrr gak keliatan,"
Mereka bertiga pun berjalan ke arah pintu itu untuk mengeceknya.
"Sepertinya suara tadi dari si pelaku dan dia keluar dari sini lewat pintu ini!" Jelas Arkabian berasumsi.
"Manukk akalll," balas Alaska.
"Berarti....!!!" Ucap Air terpotong.
"Mereka sudah tau keberadaan kita!" Air melanjutkan ucapan tadi yang terpotong.
Dorr..! Dorr..!
"Seperti dugaan guaa!" Tutur Air panik.
"Kita harus bantu mereka sekarang!" Timpal Arkabian memberi intruksi.
Dorr...! Dorrr....!
"A-ayo!!" Balas Alaska panik dan agak ketakutan.
Mereka bertiga pun segera berlari menuju pintu masuk awal untuk membantu yang lain dari serangan musuh.
"Berhenti!" Tegas Arkabian sambil merentangkan kedua tangannya untuk memberhentikan Air dan Alaska.
"Ada apa?!" Tanya Alaska bingung.
"Mereka butuh bantuan kita!" Lanjut Alaska sambil menerobos lari menolong yang lain.
Air dan Arkabian pun menahan sebisa mungkin tetapi ia lebih cepat, akhirnya ia pun tetap bersikeras tanpa menggubris omongan Air tadi.
"Arghh... Keras kepala!" Ucap Arkabian geram.
"Aska....!" Teriak Air sambil mengejar Alaska. Ia tetap berlari ke arah luar menghiraukan teriakan Air.
Setelah Alaska sudah berada diluar untuk membantu.....
Dorr..... Dorr.....
"Askaaa..... Awasss.....!" Teriak Air lebih keras sambil mengencangkan larinya.
Air pun melompat kecil dan mendorong Alaska dengan kencang.....
Dannn.....
BRUKKKK.....
"Airrrr....."
END....
(BERCHANDYAA.....) bakal ada lanjutannya ko, ditunggu yaaa...
Maaf ya beberapa minggu gak up, karena sibuk + buntu otak author cowo nya hehe....
Salam hangat
- author cowo

KAMU SEDANG MEMBACA
TWO WORLDS | Project_RA
Fantasy⚠ DILARANG PLAGIAT ⚠ HELLO EVERYONE...... Seorang perempuan yang bernama Zia Naavaila Anderson menjalani hidupnya seperti halnya orang lain 'normal' yang terkadang ada gangguan, ia terkenal pintar serta baik disekitarnya karena selalu menolong, sopa...