Sesampainya Nabila dan Rony di bawah, mata Nabila mengedar ke segala penjuru.
"loh dimana teh lida kak Rony?" Tanya Nabila sambil celingak selinguk mencari keberadaaan seseorang yang biasa mereka sebut teh lida itu
"pulanglah Nab" jawab Rony enteng sambil terkekeh
"ih kak Rony boongin aku ya?" cemberut Nabila karena tau dirinya sedang dikerjai oleh rocker muda itu
"udah, temenin aku cari angin dulu di luar ayok" jawab Rony mengalihkan topik
"gamau ah, aku mau balik ke kamar aja kak Rony" ucap Nabila sambil bersiap siap untuk kembali ke arah lift
"ye tanggung nab udah di bawah juga" ajak Rony sambil menggapai salah satu tangan Nabila dan membawanya ke tempat bersantai dekat air mancur
Sesampainya mereka di dekat air mancur, mereka duduk di salah satu bangku yang mengarah tepat ke arahnya. Disana tidak terlihat banyak aktivitas. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang lalu menghilang dipandangan.
"homesick ya nab?" Tanya Rony membuka obrolan
Nabila menoleh "keliatan ya kak?" tanyanya
Rony mengangguk
"gapapa Nab, kita semua paham. Tapi jangan ngerasa sendiri ok. aku, mm semua kontestan disini udah nganggep kamu kaya adik bontot kita" jawab Rony
"kalau ada apa-apa kamu bisa cerita ke kita" sambungnya
"makasih ya kak Rony. Disini aku jadi ngerasa punya kakak hehe" kata Nabila sambil memaksakan tersenyum
"berat ya Nab jadi anak cewe pertama?"
"ga berat kok kak Rony, abi sama uma gapernah nuntut atau bedain kami" Nabila mulai menarik nafasnya panjang "tapi aku juga paham situasi kami, jadi tulang punggung keluarga emang berat sih kak" tangannya sekarang mulai mengusap air matanya yang terasa akan jatuh seketika.
Tatapan mata Rony tidak bergerak. Sedari tadi ia melihat ke arah Nabila yang mulai bercerita tentang sesuatu yang mengusik pikirannya.
"kamu keren Nab" kata-kata penyemangat yang memang terbersit dalam pikirannya dari tadi ketika melihat Nabila
"aku gatau kalau jadi kamu bakal bisa sekuat kamu atau ga" sekarnag Rony mulai berbicara dengan mendongak ke arah langit dan kedua tangannya bertumpu ke belakang
Nabila tersenyum simpul, ia juga mulai mendongakkan pandangannya ke atas
"udah ah, jadi mellow. Nih ada gitar, nyanyi aja gimana?" kata Rony memecah keheningan
Nabila menggeleng "kak Rony aja" katanya
Rony mengangguk dan mulai memetik gitarnya
Datanglah bila engkau menangis
Ceritakan semua yang engkau mau
Percaya padaku, aku lelakimu
Mungkin pelukku tak sehangat senja
Ucapku tak menghapus air mata
Tapi ku di sini s'bagai lelakimu
Akulah yang tetap memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Akulah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti
"menghayati banget kayanya kak Rony" kata Nabila terkekeh
"buat kamu" lirih Rony yang bahkan tidak terdengar oleh Nabila. Nabila hanya menengok dengan alis terangkat
"ehm, mau balik ga nih. Dah malem nab kalau kamu masuk angin bisa diomelin Paul aku" kata Rony mencari alasan
"loh kenapa kak Paul?" Tanya Nabila sedikit terkejut karena Rony menyebut Paul
"ngga ngga, takut kamu nyaman nanti berabe" candanya
"eh percaya dirimu boleh juga ya kak Rony" sekarang terlihat jelas Nabila tertawa dengan lepas
"jangan ketawa, nanti aku yang nyaman" kata Rony lagi lagi bergurau ya sedikit serius sebenarnya
"ah udah ah makin ngaco, ayuk balik" kata Nabila mulai berdiri. Senyuman di wajah Nabila tetap tidak pudar. Jujur Nabila senang, senang karena Rony bisa menghiburnya hari ini.
♫♫♫
Mumpung author bisa up, up sekarang ya. Selamat membaca 😊🙌
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody In Love
Fiksyen Remaja"Whatever happen next, you'll always be my favorite part" -P "I've never met person like u, i think i should be grateful that the universe let us meet" -R "Whatever will be, will be" -N
