Part 18

859 96 13
                                        

Kini Paul dan Nabila sudah berada di meja yang sama. Duduk saling berhadapan dengan situasi yang sedikit canggung di antara mereka.

"ehm" Paul mulai berdehem menghapus rasa canggung antar keduanya. "mereka pada ngetag-in apa?" tanya Paul mulai berbicara serius

"kenapa langsung serius sih Powl" Jawab Nabila, ada rasa tidak enak karena pertanyaan dari lawan bicaranya yang menanyakan perihal yang sebenarnya bukan urusannya.

"aku gamau ada salah paham aja diantara kita"

"kenapa harus salah paham, emang kamu juga bakal klarifikasi ke anak idol lain juga gitu haha" tawa sumbang Nabila mulai terdengar. Ntah apa yang ia rasakan sekarang ada rasa kesal ketika melihat mention padanya dari beberapa akun terkait foto Paul dan mantannya. Namun disisi lain ia juga tidak merasa hal itu adalah masalah buatnya, bukankah masa lalu Paul bukan urusannya, bahkan jika memang Paul dekat dengan perempuan juga bukan berarti Nabila harus selalu tau.

"Nab, aku gatau kamu emang polos atau lagi denial soal kita" Paul menatap mata Nabila intens. Dari raut wajahnya terlihat dengan jelas bahwa ia sedang menuntut kepastian dari Nabila tentang kondisi mereka saat ini.

"emang kita ada apa Powl, we're just friends right? Sama kaya temen-temen idol lain"

"ayolah Nab, dari cara aku buat bisa foto bareng sama kamu, dari aku yang usaha cari cara order makanan dari luar padahal jelas selama karantina kita gaboleh makan sembarangan, dari aku yang khawatirin kaki kamu terkilir waktu perform kamu ga sadar kalo aku anggep kamu temen kaya idol lain?" sedikit raut kecewa di wajah Paul, ia juga tidak ingin memaksa Nabila untuk memiliki hubungan dengannya tapi setidaknya Paul ingin Nabila lebih sadar bahwa perlakuan Paul ke Nabila jelas berbeda pada kontestan lain. Atau bahkan lebih special.

"aku tau kamu emang tulus ke semua orang kok, aku gamau terlalu ke GR an dari act of services kamu Powl"

"I care about u nab, and I don't think I would like to do the same for others, well I've fallen for u since first time I met u" Paul menatap Nabila dengan tulus

Keheningan sejenak menerpa keduanya. Nabila yang kebingungan akan pernyataan Paul barusan hanya bisa mengalihkan pandangan ke segala arah untuk menutupi kebingungannya. Ia belum pernah dating dengan siapapun. Bukan karena tidak ada yang mencoba mendekatinya sebelumnya namun Nabila tidak merasa hal tersebut adalah hal yang penting.

"kamu gaperlu jawab apapun, setidaknya untuk sekarang kamu gaperlu jawab apapun. Aku cuma mau kasih tau kamu situasi yang aku rasain sekarang" jawab Paul memecah keheningan keduanya

"Aku belum bisa jawab apapun, atau kasih kepastian apapun Powl, focus kompetisi dulu boleh ya?" tanya Nabila pada Powl

"sure, take ur time. Anyway foto yang pada tag ke kamu itu emang mantan aku. Tapi itu udah foto lama kok, dia juga punya pacar lagi sebelum aku audisi malah, jadi kamu gausah ladenin komen orang-orang okey?" Paul meyakinkan Nabila yang ditanggapi oleh anggukan dari Nabila.

"yaudah ayo dimakan nanti kalo kamu ga makan aku yang abisin makanan kamu" canda Paul pada Nabila

"iiya iya Powl sabar dulu lah, lagian porsi kamu juga udah banyak tauk ish" jawab Nabila dan dilanjutkan dengan sesi sarapan dan bincang singkat dari keduanya.

♫♫♫

10.00 WIB

Pria bermarga Nainggolan baru saja terbangun dari tidur yang sempat terhenti akibat sahabat bulenya pagi tadi.

Matanya mengedar melihat sosok yang baru saja ia bicarakan dalamhati itu tidak terlihat batang hidungnya. Ia mulai melihat jamdi nakas dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa tidak segar.

"Ron Ron!"

Belum genap 10 menit Rony berada di kamar mandi, tiba-tiba ada seseorang yang berterriak dari luar memanggil namanya.

Terang saja Rony langsung mengenakan handuk dipinggangnya dan keluar kamar mandi masih dengan banyak busa di rambutnya.

"Apa njir kebakaran? mana hp gue bawa bawa ayo turun!" tanyanya setengah panic pada manusia yang tidak lain adalah Paul

"Ron manusia kalo lagi seneng kok bisa senyum senyum terus si" jawab Paul tidak menggubris pertanyaan dari Rony soal kebakaran ia hanya rebahan sambil melihat langit langit atap kamar unitnya tanpa sedikitpun senyuman yang luntur di wajah tampannya.

Rony tampak mengernyit dan memikirkan kata-kata dari bule itu

"Bangs*t gua buru-buru keluar kamar mandi kirain kebakaran lu malah kaya orang gila senyum-senyum. Awas lu ya!" jawab Rony yang mulai melangkah kembali ke kamar mandi

"Bwahahah lu masih banyak shampoonya udah keluar aja!" tawa Paul ketika melihat Rony yang sudah hampir memasuki kamar mandi, yang langsung dibalas acungan jarri tengah oleh Rony.

♫♫♫


Hey all remember me?? so sirry baru update lagii huhu. Anyway makasih udah doain authorr, author udah lulus dan tinggal nunggu wisuda yeayyy. Oh ya jangan lupa nonton idolyfe yaaa 😍🙌

Melody In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang