Something New

485 60 13
                                        

Pagi itu Al bersiap akan pergi ke sekolah. Badannya sangat lemas tidak ada semangat sama sekali. Alysa mengajaknya bercandapun Al hanya tersenyum kecut, Tidak seperti biasanya. Sesampainya di tempat parkir Al dan Alysa berpapasan dengan Yuki. Ketika mereka berhadapan Al hanya menatap Yuki dengan tatapan penuh kerinduan. Sementara Yuki hanya tersenyum pada Al dan Alysa lalu berlalu pergi.

" Al " Alysa menyikut Al yang berdiri terpaku menatap punggung Yuki. Mata Al berkaca-kaca.

" Al everithing is ok right " Alysa menepuk pundak Al. Al tidak merespon. Dia berjalan menuju kelas, Alysa hanya menggelengkan kepalanya. Al berjalan gontai menuju kelasnya Yuki nampak duduk sambil memainkan hpnya, ada senyum di bibir cantiknya ketika ia melihat hpnya. Al ingin sekali merebut hpnya dan mengecek apa yang membuat yuki tersenyum seperti itu. Namun apa boleh buat, dia hanya bisa menatap Yuki penuh harap. Yuki yang notice ada yang menatappun melihat pada Al dan tersenyum, namun hal tersebut membuat hati Al mencelos dan sakit. Sehingga mata Al berkaca-kaca.

" bisakah kita kembali Yuki, gue mohon gue gak bisa tanpa lo !! " teriak hati Al pilu. Alysa datang dan melihat sahabatnya yang sedang saling tatap dengan mantannya.

" Al " Alysa menepuk pundak Al, agar sahabatnya itu tersadar dengan dia bersikap seperti tadi akan malah membuat dirinya semakin sakit. Namun Al malah anteng menatap Yuki dengan tatapan semakin memelas.

" Al stop !! " Alysa menarik Al ke tempat duduknya. Namun Al melepaskan tangan Alysa dan berjalan menuju kursi Yuki dan menarik Yuki keluar. Yuki yang tidak siappun berontak.

" Al lepasin, lo apa-apaansih " ucap Yuki sambil berusaha melepaskan pergelangan tangannya. Namun Al sama sekali tidak mendengarkan permohonan dari Yuki. Al terus menarik Yuki ke tempat yang sangat sepi.

" Al lo mau kemana, bentar lagi bel masuk " teriak Alysa.

Sesampainya di gudang sekolah yang cukup sepi Al melepaskan cengkramannya dari tangan Yuki dan menyenderkan Yuki ke tembok lalu mengunci tubuh Yuki dengan tubuhnya.

" Al lo apa-apaansih ?? " tanya Yuki kesal sambil mendorong tubuh Al.

" Yuki... " ucapan Al terhenti sebentar " Yuki.... hhh...hhhh " Al nampak mengusap mukanya kasar. Yuki hanya menatap Al heran menunggu apa yang akan dia ucapkan

" gue mohon...gue mohon " kali ini ia terisak

" Al... please " hati Yuki berdesir melihat Al laki-laki yang masih sangat ia cintai di hadapannya ini bersikap seperti ini akan membuat Yuki goyah.

" Love.... " isaknya menatap Yuki dengan mata yang merah, Al menggigit bawah bibirnya cukup kasar menahan gejolak hatinya yang tidak karu-karuan.

" Al kita harus balik ke kelas, bel masuk udah bunyi " kata Yuki memberi pengertian.

" gue gak peduli sama bel masuk Yuki !!! " Al menatap Yuki lekat

" bilang sama gue, siapa yang bikin lo tersenyum?? " tanya Al dengan tatapan tajam

" Al udah ya, kita urusin hidup kita masing-masing " tegas Yuki. Al menggelengkan kepalanya matanya semakin memerah

" gak !! Apa udah gak ada gue di hati lo Yuki ?? " tanya Al semakin gencar. Yuki menunduk, hati dan bibirnya saling bertolak belakang. Yuki menarik nafas.

" ya " jawab Yuki berbohong. Yuki menatap kemana saja tanpa melihat mata Al.

" BOHONG!! lo bohongkan sama gue ??? " kali ini Al benar-benar berderai air mata. Al menarik dagu Yuki agar Yuki berhadapan dengannya. Yuki menggelengkan kepalanya lalu menunduk menahan dadanya yang sesak.

" jadi please Al jangan kaya gini lagi ya, kita urusin urusan kita masing-masing, gue yakin lo bakalan bahagia tanpa gue, begitupun sebaliknya " terang Yuki dengan air mata yang menggayut di pelupuk mata

Pacar Atau SahabatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang