Tes
Tes
"naruto menangkan perang ini..." kata seorang pria bersurai perak menentang gravitasi yang memiliki luka fatal pada tubuhnya, lalu menutup mata.
"maaf naruku.... Aku... "
"tolong hidup naruto, sahabatku..."
"kami percaya padamu... "
Darah
Kematian
Penderitaan
Kehilangan
Ia merasakan semua itu dalam kegelapan, semua ingatan, rasa sakit hingga perasaan mati rasa yang ia rasakan sebelumnya menderu bak badai yang menerjangnya dalam kegelapan. Lalu mulai surut perlahan, entah sudah berapa lama ia disana tiba tiba tampak secercah cahaya bersinar,dengan spontan kakinya melangkah kesana mengikuti cahaya itu.
"semua ini berakhir, bagaimana pun kau menghindarinya hahahahaha.... " ucap seorang laki laki dengan iris mata biru seperti byakugan namun aneh, ia memiliki surai putih kebiruan serta kulit putih pucat dan tanduk didahinya.
Sosok pucat itu memegang sebuah pedang yang menembus dada sosok berjubah hitam , darah merah mengalir sedikit dari bibirnya tatkala pedang tersebut ditarik oleh sosok pucat.
"huh... Aku tak ingin bermain lagi, kau tahu? " jawab sesosok berjubah hitam dengan hondei menutupi wajahnya namun terlihat mata yang beriak berwarna biru dan tomoe 9 berputar dengan cepat.
"apa kau bisa menandingiku fana" ucap lawan bicaranya dengan nada sombong dan dagu terangkat tinggi serta seringaian terpatri dibibirnya.
"tidak, tapi.... " katanya sambil menyeka darah disudut bibirnya, secara cepat luka pada tubuhnya hilang seperti semula.
"sudah kuduga, hanya segitu saja nyali dan kemampuan darimu fana" sosok pucat itu memotong perkataan dari sosok berjubah.
"...aku belum selesai bicara bodoh, aku memang tidak bisa menandingimu, namun aku bisa membunuhmu dengan mudah" jawab sosok berjubah tersebut bersamaan tubuhnya bercahaya putih dan muncul bola bola hitam disekelilingnya serta didahinya terdapat tanda api yang menyala, mata rinegan biru dengan tomoe berputar cepat sehingga membuatnya seolah olah sebuah pusaran.
" yah... Ini membuatku terkejut" guman sosok pucat tersebut melihat peningkatan tekanan yang berkali kali lipat dari yang awal.
"ini menegaskanku untuk membunuhmu supaya rencanaku berjalan" ucap sosok pucat tersebut sambil menyerang sosok berjubah yang langsung membuat pedang dari bola bola hitam yang mengelilinginya.
Ting
Bentrokkan senjata secara tiba tiba membuat ruang disekitar mereka terdistronasi.
Sepasang mata berpola riak dengan warna biru terbuka secara tiba tiba, membuat orang orang yang ada diruangan tersebut terkejut.
"nak akhirnya kamu bangun, bagaimana keadaannya ryu?" tanya sesosok pria dewasa dengan surai raven kehitaman yang diikat rendah, ketika melihat anaknya bangun.
"Dari data leader sudah stabil yondaime-sama, tapi masih diperlukan tes lebih jauh sebelum memperbolehkannya pulang" jawab ryu melihat statistik data yang ada dinote dan alat alat pemantau pasien.
"bagaimana keadaanmu nak, apa masih ada yang sakit?" tanya pria tersebut kepada remaja yang berbaring diranjang.
"aku... Aku baik tou-san" jawabnya dengan senyum kecil yang nyaris tak terlihat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto :change destiny back to the past
Historical Fictionsetelah mengalami kekalahan dalam perang dunia shinobi ke 4 dan kehilangan semua orang orang yang berharga baginya ,teman teman, sahabat, guru yang ingin ia lindungi. Perang tersebut hanya menyisahkan Uzumaki naruto sang jinchuritki kyubi no kitsune...