" STORY OF LISKOOK islamic"
( sequel Nawaitu Cinta)
"Seperti sedang menunggu tapi tidak ada yang ditunggu , seperti ingin pergi tapi aku tidak tahu kemana tujuanku setelah ini "
" faaz , Kayla disini "
# LISKOOK #LIZKOOK #JEONLISA #JUNGKOOKLISA
St...
Hari ini seorang penjaga perpus sedang bersantai dimeja kerjanya dan menunggu perpustakaan siapa tahu saja ada yang akan meminjam Buku diperpus , karna pemilik Pondok sangat memerhatikan buku-buku pelajaran muridnya membuat Perpustakaan ini sangat lengkap .
Davienna artha kayla atau yang sering disebut ibu Lala atau ibu Davienna ini mempunyai Visual sangat mempesona bak seorang putri kerajaan asia atau lebih tepatnya Barbie hidup membuat siapapun akan terpesona dengannya dan betah berlama-lama diperpustakaan , padahal istri dari pemilik pondok ini pernah bilang kalau jarang murid dipondok untuk baca Diperpustakaan paling saja meminjam dan membawanya .
Berbeda saat bu Lala menjaga perpustakaan kebanyakan santriwan yang membaca disana namun jangan berburuk sangka Walaupun boleh santriwan dan santriwati disini ruang membacanya berbeda dimana masih bisa diawasi Oleh Lala . "Huft" lala pun menghembuskan nafasnya gusar saat mendapatkan tagihan Dari tempat ibunya dirawat .
" gapapa deh , yang penting ibu cepet sehat " gumam Lala kembali setelah selesai mentransfer biaya rumah sakit melalui ponselnya .
" bu Davienna saya mau minjem buku ini ya " ucap seorang santriwan . " oh iya silahkan tulis nama , kelas sama Niknya " ucap Lala kepada murid tersebut .
Sedangkan disisi lain ~
Faaz baru saja selesai mengajar dan hendak keruang guru dimana sudah terdapat dua sepupunya dan satu guru paruh bayah yang masih sibuk dengan laptopnya . " assalamualaikum " ucap faaz .
" walaikumsalam , Oh ya pak Faaz " ucap azzura memanggil sepupunya membuat faaz menoleh menatapnya . " iya bu zura ada apa?" Tanya Faaz .
" Bapak mau tolongin saya ga? Tolong ambilin buku Modul Bahasa inggris terbaru diperpustakaan soalnya saya masih banyak kerjaan ." Ucapnya memohon membuat faaz terkekeh dan mengangguk .
" tapi ga gratis ya bu " ucap Faaz meledek sepupunya . " iya Faaz , nanti aku beliin es Don-don didepan rasa Huzelnut " ucapnya Tersenyum seraya menggelengkan kepalanya .
" yaudah saya keperpus dulu "
Setelah mengambil Ponselnya dan membalas pesan afifah , Faaz pun berjalan menuju Gedung antara pondok santriwan dan santriwati yaitu ruang Perpustakaan .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampai diperpustakaan pun Faaz mengambil ke rak buku tempat modul disimpan dan mengambilnya saat ingin mengisi nama peminjam atensi faaz pun teralihkan dengan Gadis yang sedang mencatat buku-buku baru dirak belakang meja kerjanya .
Lala pun menoleh kebelakang membuat faaz terkejut dan menunduk . " eh pak Faaz minjem buku pak?" Tanya Lala diangguki Faaz .
" bu Davienna ? Saya n-nulis d-disini ya?" Tanyanya gugup karna degub jantungnya yang begitu tidak normal.
" iya pak disitu ,oh iya ini pulpennya saya belum ambil pulpen baru lagi diruang guru " jawab Lala memberikan pulpennya dan menunggu faaz menulis nama dan mentanda-tanganinya .