Enigma¹⁹

5.6K 276 29
                                        

✨typo bertebaran dimana-mana ✨
✨ jangan lupa vote dan komen✨
🌟 Happy reading 🌟
...

"Saat ini saya tidak ingin mendengar alasan apapun sayang.." Mile segera melangkah kakinya keluar dari rumah itu.

Sesampainya mereka di pinggir jalan dekat hutan itu Mile segera menaruh apo di samping kursi kemudi dan segera menutup nya lalu masuk di sebelahnya.

Apo merasa sangat takut saat ini "maaf" hanya itu yang bisa apo ucapkan saat ini, karena pheromon milik Mile yang sangat pekat, sungguh menakutkan saat ini hingga membuatnya hanya bisa memilih ujung kaos yang di pakainya.

Sesampainya mereka di kediaman milik Mile, ia segera membuka pintu untuk apo dan menggendongnya ala koala lalu  melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion miliknya.

Apo saat ini hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi nanti, karena ia tau mile pasti sangat marah terhadapnya. Mata apo saat ini sudah berlinang air mata di pelupuk matanya.

Mile menampar bokong apo yang sintal itu, apo yang merasa bokongnya sedikit panas akibat tamparan dari tangan Mile mulai menangis.

"jangan pukul bokong apo.. itu sakit" ucap apo menatap Mile  dengan air mata yang sudah mengalir dan hidung yang sedikit memerah, dengan Mile yang masih menggendongnya memasuki mansion miliknya.

Mile yang melihat itu berusaha tetap abai, sungguh wajah apo saat ini sungguh menggemaskan dengan hidung  yang mulai memerah dan bibir yang bergetar kecil dengan suara isakan kecil terdengar.

Saat mereka telah memasuki mansion mereka di sambut hangat oleh ibu Tesa, apo yang melihat itu merasa heran siapa wanita paruh baya tersebut dan sepertinya wanita paruh baya itu tampak akrab dengan Mile.

"Ya ampun Mile, kau membuat menantuku menangis. Aduh sayang.. kamu sangat menggemaskan apakah Mile berbuat jahat kepadamu sehingga kau menangis?" Ibu Mile mencubit lengan kekar Mile dengan sedikit keras dan bertanya kepada apo yang masih berada di gendongan Mile.

Apo menjawab dengan sedikit isakan "apo takut.." tangisan apo sedikit mengeras, sesungguhnya ia tidak tau siapa wanita paruh baya tersebut tapi ia rasa wanita itu bisa membantunya.

Ibu Mile yang mendengar perkataan apo menatap tajam Mile yang hanya menatapnya seolah tak bersalah. Hanya ibu Mile yang tidak terlalu takut terhadap anaknya walaupun ia omega, dan jika mile mengeluarkan pheromon mendominasi nya yang sangat menyeramkan seperti sekarang ibu Mile  tidak terlalu ketakutan karena ia tau betul watak keras Mile yang sama seperti ayahnya tetapi tidak akan sampai melukai orang yang di cintai nya.

"Memangnya apo salah apa, kenapa kau menakutinya. Lihat matanya mulai sembab akibat menangis, turunkan dia" ucap ibu Mile yang tidak tahan melihat apo terus mengeluarkan air matanya

Mile menurunkan apo dari gendongannya, apo yang di turunkan langsung sembunyi di belakang ibu Tesa

Tesa yang mengetahui apo takut dan badan yang sedikit gemetar segera memeluknya dan menenangkan nya

"Apo tidak usah takut, ada ibu di sini. Saya adalah ibunya Mile, Mile tidak akan melukaimu dan jika ia Samapi melukaimu, lapor saja ke ibu" ibu Tesa tersenyum lembut dan mengusap surai lebat apo.

Apo yang merasakan kehangatan dari ibu Tesa segera memeluknya "terima kasih i-ibu" ucap apo sedikit gugup. Sungguh ia baru pertama kali bertemu calon mertuanya dan ternyata ibu Mile tidak sejahat yang ia pikirkan, ia pikir ibu Tesa akan sama jahatnya seperti ibu ibu di film Indosiar.

Ibu Tesa tersenyum "kamu manis sekali sayang, kaku panggil ibu dengan sebutan itu ya.."

Apo mengangguk sedangkan Mile sang melihat ibu sibuk dengan calon istri nya sehingga apo mencueki nya menggeram kesal

Enigma {MileApo}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang