"p-pak, lu cuman mau minta maaf kan? Bukan mau ngelakuin hal macam macam kan?"
"Saya ga macam macam kok, hanya satu macam aja"
"Mile benar benar mencintai apo? Apa tidak ada orang lain di hati kamu selain apo?"
"hey sayang jangan menangis, saya me...
✨Typo bertebaran di mana-mana✨ ✨Jangan lupa vote dan komen✨
Mempunyai unsur 1821🔞 yang bocil harap skip dulu, tapi kalau mau di lanjut aku ga tanggung jawab ya.
🌟 Happy reading 🌟 ...
Setelah acara pernikahan mereka selesai beberapa jam lalu, kini Mile dan apo kembali ke kediaman Mile dan akan tinggal bersama.
Kedua orang tua mereka juga masih ada di kediaman Mile dan belum pulang ke mansion mereka masing masing, rencananya mereka mau temani apo buka kado. Terlebih lagi apo sekarang sangat tidak sabar ingin membukanya.
Para bodyguard Mile membawa kado kado itu di kamar mereka. Kado tersebut sangatlah banyak, jadi mungkin apo butuh beberapa orang untuk membantunya untuk membuka kado itu.
"Apo harus membuka yang mana dulu?" Tanya apo bingung, ia saat ini memakai kaos oversize dan celana selutut nya. Setelah acara tadi mereka sudah membersihkan badan jadi mereka saat ini memakai pakaian biasa, walaupun dengan harga yang tidak biasa..
"Buka kado ibu dulu dong.." pinta ibu Mile.
Apo mengangguk dan mengambil kado yang berukuran sedikit kecil yang berada di dekatnya. Apo mulai membuka kado tersebut yang ternyata berisikan baju yang terlihat sangat terbuka, apo berpikir ini adalah baju salah jadi ternyata tidak. Itu seperti kain dengan belahan di bagian sampingnya dan berwarna hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apo sedikit terkejut saat ia melihat penampilan baju tersebut, ia sedikit mengangkat baju itu. Zidan yang sebenarnya ada di situ juga ikut terkejut dengan model baju tersebut
"Waw.. baju dinas tuh.." ucap Zidan sedikit menggoda apo dengan senyum tengilnya. Semua yang ada di ruangan itu terkekeh dan ada juga yang menggeleng kan kepala mereka.
"Bu.. ini baju.." ucap apo dengan pipi yang sudah memerah akibat rasa malunya. Apakah ia harus menggunakan baju ini nanti.
"Itu baju untuk kau pakai nanti malam saat bersama Mile. Bagus tidak?" Ibu Mile tersenyum menatap apo yang terlihat menggemaskan akibat mukanya yang memerah.
Apo mengangguk saja. Sungguh ia tidak habis pikir dengan mertuanya ini, dia pikir mertuanya akan menghadiahkan dia sesuatu yang lain, bukan hal hal seperti ini.
Apo mulai membuka kado kado yang lain, isinya hampir sama yaitu barang barang haram dengan harga fantastis. Ia hanya membuka kado dari orang tuanya dan orang tua Mile, kado dari bunda Emely/bunda Zidan juga ada. . . . . .
Hari berganti malam, kini kedua orang tua mereka dan juga Zidan telah pulang ke mansion masing masing. Kini apo telah selesai membersihkan diri dan memakai baju tidur, ia keluar dari ruang ganti baju
Apo tampak celingak-celinguk mencari Mile di kamar mereka, 'apa apo baru memakai baju yang tadi di kasi sama ibu Tesa malam ini?'-batin apo.
Setelah beberapa menit berpikir ia memutuskan untuk memakainya, apo sudah memutuskan untuk menjadi istri yang penurut kali ini, jadi ia akan memberikan hak Mile sebagai suami.