Enigma²¹

5.9K 257 3
                                        

✨typo bertebaran dimana-mana ✨
✨ jangan lupa vote dan komen✨
🌟 Happy reading 🌟
...

Pagi hari yang cerah dengan seorang pemuda manis berstatus omega yang masih setia berbaring di kasur empuknya dan enggan walau hanya untuk membuka mata.

Saat ini Mile telah rapi dengan setelan jas kantor nya. Mile baru saja keluar dari ruang ganti baju dan mendapati apo yang masih tidur dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya

Mile yang sebenarnya tidak ingin mengganggu tidur nyenyak apo dengan terpaksa haru membangunkan nya karena ia mengingat apo belum makan apapun sedari tadi malam

Mile naik duduk di pinggiran kasur lalu menarik selimut apo dan mengusap pipi lembut yang sedikit berisi itu "sayang.. ayo bangun dan sarapan" ucap Mile dengan suara yang sedikit serak.

Apo yang merasa sedikit terganggu sedikit meleguh kecil dan membuka matanya.

"Pagi sayang.. saatnya sarapan" Mile mengecup bibir apo dan mengusap kepalanya.

"5 menit lagi" ucap apo mulai menutup matanya lagi.

"Kamu harus sarapan sekarang sayang.. sedari malam kamu belum makan apapun. Setelah sarapan kau boleh tidur lagi sepuasmu" balas Mile dan mengusap pipi apo sesekali mencubitnya gemas.

Apo yang sebenarnya memang lapar harus menyampingkan rasa kantuknya "gendong.."apo merenggangkan tangannya dengan mata yang masih merem melek akibat rasa kantuknya.

"Ingin mandi lagi? Atau ingin langsung sarapan?" Tanya Mile.

"Aku ingin mandi, rasanya tubuhku masih terasa lengket akibat dirimu. Dan lubang milik ku terasa sangat sakit, kau membuatku lumpuh" oceh apo.

Mile terkekeh dan mengecup bibir apo "maaf sayang, sesudah kamu mandi nanti akan saya beri salep agar lukanya tepat sembuh"

Apo mengangguk saja dan Mile menggendong nya ala bridal style dan membawanya menuju kamar mandi kalau menurunkannya secara perlahan di bathtub, Mile menyalakan airnya dan mengaturnya agar tidak terlalu dingin ataupun tidak terlalu panas, lalu membantunya membersihkan badan apo secara telaten.

Setelah apo mandi Mile membawanya ke dalam ruangan yang berada di samping kamar mandi tersebut. Mile membantu apo memakai salep di area lubangnya, dan dengan telaten Mile juga membantu apo memakai pakaiannya dan mengecup bibirnya.

"Kamu selalu selalu saja mengecup bibirku sedari tadi" apo mengerucutkan bibirnya lucu.

Mile mengusap rambut apo dan menatapnya "bibirmu seperti selalu menggodaku untuk selalu mencicipinya kapan saja"

"Terserah mu saja" apo melipat tangannya di dada dengan tetap mengerucutkan bibirnya.

Mile terkekeh gemas dengan tingkah apo. Ia menggendong apo dan membawanya menuju meja makan

Sesampainya mereka di meja makan terlihatlah ayah, ibu, dan juga Karina yang sedang menunggu mereka sedari tadi.

"Kenapa kau baru saja turun? Lihat calon istri mu sudah menunggumu sedari tadi anak muda" ucap ayah Mile yang duduk bersampingan dengan istrinya.

Melihat itu Mile menurunkan apo di kursi kosong dan duduk di sampingnya dengan sedikit menarik kursi apo agar lebih dekat dengannya.

Mile berdecak kesal akan ucapan ayahnya "saya tidak mengenalnya dan saya tidak akan menikahi siapapun selain apo, pujaan hati saya" ucap Mile dengan mutlak.

Apo hanya menundukkan kepala dan memilin jarinya gugup, ia merasa bahwa dirinya yang membuat sang ayah dan anak tersebut bertengkar

Ibu Mile yang mendengar ucapan suaminya mulai kesal, ia sudah memperingati suaminya kemarin dan suami ya berkata akan menyelesaikan rencananya hari ini tapi apa ini, suaminya malah justru membuat calon menantu manisnya menundukkan kepala.

Enigma {MileApo}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang