32.Hospital 2

489 22 0
                                        

"Seriusan lu?!!". Kaget dan bingung bercampur menjadi satu di benak tion

"Ho'oh, emang yang lu rasain waktu itu apaan?". Teman nya yang dipanggil tul oleh tion pun bertanya

Akhirnya tion pun menceritakan tingkah tul yang aneh itu sebelum tul itu kembali normal

"🎙Lu lagi di RS yah?". Tul bertanya

"Iya, kok lu tau?". Tion heran

"🎙Emm, yon, lu jaga keluarga lu terutama kakak ipar lu nah". Tul sedikit gugup waktu itu

Tion yang menyadari kalau tul punya 'kelebihan' itupun paham

"Hhhh iya tul". Tion mengangguk, lalu ia menoleh ke tutor

"P'yim pasti diincer lagi, kayaknya mereka gk nyerah gtu aja". Tion menatap dalam ke arah Yim yang terbaring lemah

"🎙udah gw pamit dulu kalau gtu, esok malam kita lanjut, jam bikin konten huhu". Tul pun out dari game dan Tion juga ikut out dari game

Tion mengecas handphone nya lalu beranjak menuju Yim

"Kapan p'yim bangun?". Tion memandang Yim, sangat iba

Orang yang masih hidup dikamar itu hanya dua kakak beradik itu yang setia menjaga orang tercintanya yang sedang terbaring lemah itu

Sudah 2 jam mereka lewati,kini sudah menujukan pukul 5 pagi, tion yang dari jam 4 tadi masih terkantuk-kantuk, namun ia paksakan tetap terjaga, tiba-tiba...

"Tu-tutor....". Terdengar suara Yim memanggil tutor

Tutor yang mendengar Yim menyebut namanya itu sontak menegakkan kepalanya, ia terkejut karena saat ini ia melihat kelopak mata Yim perlahan mulai terbuka

"Yim". Tutor terus menatap Yim

"A-aku takut". Yim sudah bangun sepenuhnya dengan suara melemah

"Jangan takut, gw ada". Tutor tampak bahagia karena Yim saat ini benar-benar sudah bangun

"Gw panggilin suster dulu". Tion berlari keluar ruangan menemui suster yang sedang berjaga

Tak berapa lama kemudian tion pun datang membawa suster, suster pun mengecek keadaan Yim

Karena suara yang sedikit ramai, dua Bibi tutor juga ikut terbangun

"Suster, Yim udah sadar kah suster?". Bibi bangun dari tidur nya, ia segera menuju ranjang Yim

"Yim". Bibi tersenyum menatap Yim

"Bibi". Bola mata Yim bergerak mengarah ke Bibi

"K-kalian semua disini". Yim dengan suara nya yang melemah itu tersenyum tipis

"Keadaan tuan Yim sudah mulai membaik,nanti kami datang lagi untuk mengecek". Suster itu pun pamit

"Makasih suster". Bibi Yim pun memeluk Yim

"Ohhoo kamu udah bangun nakk, kami kangen sama kamu nahh". Bibi mengusap pipi Yim

"Bi, tutor m-mana". Yim tak menyadari kalau tutor ada didekat nya

"Ahhaha, kasian banget luh bang". Tion berbisik ke tutor, tutor hanya memasang wajah masam nya

"Aku disini sayang, kamu rindu hum?". Tutor mendekatkan wajahnya ke Yim, ia menggengam erat tangan istri nya itu

"Tutor...". Yim membalas genggaman tangan tutor

"Kamu gk kenapa-kenapa kn". Yim menatap khawatir ke tutor

"Gk, aku gk papa, gk usah khawatirkan aku, kondisi mu aja yang harus diperhatiin nah". Tutor mencium pucuk kepala Yim

"Aow, scene yang mengharukan". Tion pun menjepret adegan romantis itu

Hate To Love (Tutoryim Fanfic)-ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang