6.Pertunangan

739 40 0
                                        

Ruangan kaca di tingkat lantai atas itu terasa mencekam bagi Yim, ia mengira dirinya dipanggil karena ada kesalahan yang telah ia lakukan selama bekerja

"Menikah lah sama gw"

Deggg!!

"Kok dunia kayak gini banget sih, apa mereka semua udah rencanain ini sebelumnya huhhh, gw di permainkan kah?!!!". Yim membatin dalam dirinya, selanjutnya ia mencoba untuk menetralkan dirinya

"Me-menikah gmana boss,aku gk paham"

Tutor bangkit dari kursi kebesaran nya lalu melangkah ke arah Yim kemudian ia berlutut dihadapan Yim sembari mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya lalu membukanya

Tampak sebuah cincin emas tertata manis didalam nya

Yim kaget bukan kepalang melhat tingkah tutor yang seperti itu

"Lu harus jadi istri gw, keluarga gw menginginkan lu Yim"

Beberapa saat terjadi lah adu tatap diantara mereka, tutor berharap Yim segera memberi jawaban atas permintaan nya itu, sedangkan Yim masih shock dengan apa yang telah terjadi

Deg deg deg deg deg

"Lu menikah karena suruhan orang tua, kenapa gk lu tolak aja and lu bisa bawa nikah pacar lu"

Degg!!

"Darimana anak ini tau, gw gk pernah publik hubungan gw". Tutor pun perlahan bangkit berdiri, dengan cepat ia menyeret Yim menuju sofa ruangan nya lalu menindih Yim

" lu mau ngapain bangsat, lepasin gw!!!". Yim memberontak ingin pergi

"Lu gk bisa semudah itu nolak tawaran keluarga gw, and lu gk usah ngasih opini perkara hubungan sama kluarga gw, yang lu lakuin sekarang itu cuma menyetujui pernikahan ini".

Yim mencoba bangkit dari kukungan tutor, ia membetulkan posisi duduk nya sebentar

" sebenarnya gw udah tau masalah ini and kelakuan lu gk usah kayak gtu juga kali ke gw"

Tutor tertegun kala Yim mengatakan bahwa ia sudah mengetahui hal ini sebelum nya

"Gw mau nikah sama lu tapi itu atas dasar papa lu yang berwasiat ke kluarga lu dan juga atas jasa papa lu ke gw,gw mau sebagai bentuk terimkasih gw"

Tutor masih terdiam, "semudah ini kah?"

"Tutor hey tutor hummhh?"

Yim melambaikan tangan nya ke arah wajah tutor hingga membuat tutor sadar

"Oke makasih banyak,klo gtu besok mama gw udah atur rencana nikah,pulang lu gw percepat sampai jam 12 siang"

Yim pun mengangguk mengerti, dia pun bangkit dan berlalu tanpa permisi terlebih dahulu ke tutor, melihat itu tutor pun menahan lengan yim

"Apalagi sih". Yim pun menghentikan langkahnya

" sopankah begitu kau keluar tanpa pamit dulu ke soulmate mu calon istri"

"PERMISI". Yim membuang napas nya kasar dan menghentakkan kakinya sampai ia keluar dari ruangan tutor, tutor terus memandang Yim hingga daun pintu itu tertutup

Setelah kepergian Yim, tutor pun memanggil zee dengan nge miscall zee, beberapa menit kemudian zee masuk ke ruangan tutor

" Khap boss, ada apa memanggil saya?"

"Jadwal saya besok siang apa aja?"

Zee pun melihat jadwal tutor sejenak di layar tablet yang ia pegang

"Jadwal anda besok siang bertemu klien untuk memutuskan hasil rencana kolaborasi antar perusahaan boss, hanya itu kegiatan anda jam 12 siang ke atas boss".

Hate To Love (Tutoryim Fanfic)-ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang