43.End

1.2K 36 8
                                        

Malam minggu ini tutor berhasil dibuat gundah, pasalnya karena seseorang sudah menelpon nya malam itu

Yahh, tiba-tiba saja tutor menerima panggilan telepon tak dikenal, entah kenapa ia mau saja mengangkat panggilan itu

Tutor pun beranjak perlahan dari kasur menuju balkon kamar,ia memastikan Yim yang tidak terbangun karena pergerakannya tadi

"Hallo?"

"📞 selamat malam tutor"

Tutor langsung mengenali suara orang diseberang sana, yahh Rebecca Armstrong, sepupu tiri tutor yang sudah lama tak menjalin komunikasi dengan keluarga lamnoi itu kembali datang dengan menelpon tutor malam itu

"Aow Rebecca? Ini Rebecca kan?"

"📞 Yahh, gw Rebecca, lama tak jumpa"

Rebecca dan Tutor pernah dekat di masa mereka masih kecil dulu, mereka bersahabat dekat dari sekolah taman kanak-kanak sampai kelas 2 SMA, namun saat di kelas 3 SMA Rebecca meninggalkan thailand karena harus ikut bersama bibinya tinggal di Italia, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia pada masa itu

Sebenarnya ia bisa saja dirawat sama keluarga papa tutor, namun bibinya Rebecca bersikukuh untuk merawat Rebecca itu sendiri, hingga mau tidak mau mereka pun berpisah, seiring berjalan nya waktu hubungan antara tutor dan Rebecca mulai renggang, bahkan mereka juga saling lost contact

"Mana aja lu udah menghilang berabad-abad". Tutor tergelak saat menerima telpon dari sepupu tiri sekaligus sahabat masa kecilnya itu

"📞 Haha masih di itali,cuma sekarang gw lagi di thailand nih"

"What? Lu balik ke thailand? Lu bilang nya kok mendadak gini sih malem-malem". Tutor terkejut saat itu juga

"📞 Yahh, gw serba mendadak, lu tau, penyakit diabetes gw udah makin parah, harus pulang dulu ke thailand buat pengobatan"

"Lah, bukanya disana bisa yah pengobatan nya, lagian itali mah". Tutor sempat heran

" 📞 kata bibi baiknya pulang dulu aja, gak tau juga kenapa, ini bibi juga ikutan pulang loh"

"Woahh, bagus lah, sekarang lagi dirumah bibi berarti?"

"📞 yah, tapi Tor, gw pengen maen ke rumah lu dah, gw kangen masa kita yang dulu"

Tutor tertegun saat mendengar suara diseberang sana, bukan nya tutor tidak mau, namun ada suatu hal yang membuat nya ragu untuk mengizinkan Rebecca itu tinggal disini

"📞 tor?". Rebecca memanggil tutor saat suasana hening tercipta disana

"A iya". Tutor langsung sadar dari lamunannya itu

"📞 jadi besok gw ke rumah lu yah, udah siap-siap nih, tinggal berangkat aja". Rebecca langsung mengkonfirmasi tanpa menunggu persetujuan dari tutor

"A baiklah, kalau gtu biar aku jemput ke rumah bibi". Tutor terlihat gundah

Sementara di dalam kamar, Yim yang sedaritadi mendengar percakapan antara tutor dan orang yang disebut dengan nama Rebecca itu kembali berpura-pura tidur, tutor baru saja masuk ke dalam kamar
.
.

"Tutor, kamu mau kemana? Kok rapi banget?". Yim pura-pura heran saat tutor sedang berada didepan cermin

"Yahh, aku mau jemput saudara, dia bakal nginep disini katanya". Tutor menjawab tanpa menoleh ke arah Yim

"Berapa lama?". Yim membantu tutor merapikan baju suaminya itu

"Emmm, katanya dua minggu". Tutor menatap dalam ke arah Yim

Yim yang mendengar itu seketika menghentikan aktifitas nya yang sedang membetulkan pakaian tutor

"Emm lama banget, eh maksud nya apa dia betah kalau orang kayak kau sering diluar rumah mulu". Yim mengalihkan pandangan nya ke samping

Hate To Love (Tutoryim Fanfic)-ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang