Belajar Bersama

295 30 4
                                        

Pagi hari di hari sabtu.

Aku bangun lebih awal, karena ingin jogging ringan sebentar. Aku ingat aku belum olahraga sama sekali, terakhir kali yaitu saat sekolah hendak libur.

Setelah jogging, aku mandi, buar sarapan, dan membersihkan rumah.

Sudah pukul 06.45, sebaiknya aku bersiap-siap. Aku mengemasi buku yang akan mendekati ulangan harian, buku catatan, dan alat tulis. Aku mengenakan pakaian yang BoBoiBoy berikan kemarin, di kaosnya tertulis "study not sleepy"

Ternyata tulisannya sesingkat ini, kenapa ya harus pakai ini? Aku belum membayarnya lagi, apa harus bayar. Kaosnya lumayan nerawang jadi aku pakai baju dobel dalamnya.

Ting tung...

"Y/n ayo main," panggilnya.

Ting tung...

"Y/n."

Ting tung...

Ting tung...

"Huft," aku hanya bisa menghela nafas dan keluar dari rumah. Aku mengunci pintu rumah dan gerbang.

"Pakai ni," dia menyodorkanku helm yang ia pakai.

"BoBoiBoy, kamu ngga lihat? Aku sudah pakai ini," jelasku sambil menunjuk kepalaku.

"Oh hehehe, sorry sorry," ucapnya sambil meringis.

Aku naik dan duduk di atas motornya, aku terkejut, "AaaAa," teriakku.

Bruk (suara helmku yang menatap helmnya)

Ia diam-diam langsung gas pol motornya. Posisi dudukku jadi maju dan sekarang aku memeluknya. Perlahan aku memundurkan badanku. Huft, dasar, jantungku hampir copot dibuatnya.

"Eh, sorry sorry, kau oke?" Ucapnya sambil sedikit memelankan motornya.

"Ku kira kau tadi dah siap, sorry ye," lanjutnya.

Aku cuma bisa diam menunduk, menahan emosi campur aduk, antara malu dan marah.

"Jauh lagi ni, agak ngebut tak apa ke?" Tanyanya.

"J-jangan terlalu," ucapku terbata-bata. Ini pertama kali, aku dibonceng lelaki. Jadi, lumayan takut jatuh atau kecelakaan.

BoBoiBoy mengangguk faham dan mengatur kecepatan yang oke.

Kurang lebih satu jam perjalanan, karena diiringi ngebut. Ternyata lumayan jauh. Sampai sana, rasanya mau mual. Kepalaku pusing.

BoBoiBoy mengantarkanku masuk kerumah temannya dan mempersilahkanku duduk.

"Huh, BoBoiBoy tak pro jalankan motor" kata salah satu teman laki-lakinya berambut ungu.

Ada dua teman cewenya perlahan mendekatiku. Aku membuka mataku perlahan. Dia menyodorkanku segelas air, "kau oke a? Minum dulu a ni air a," kata teman dengan logat chinanya.

"Ishh, apa yang kau buat ni BoBoiBoy, kasian dia tau," kata teman berkerudung merah muda.

Ada yang menatapku terus, "hmmm macam tak betul je muda ni," kata teman yang memakai sesuatu di kepalanya.

"Dahlah tu, biarlah dia berihat dulu, korang semua sana dulu," tegas BoBoiBoy.

Kurang lebih 10 menit, kondisi tubuhku sudah mulai baik. Aku minum banyak air tadi. Aku menghampiri mereka mengucapkan terimakasih banyak dan meminta maaf.

"Eh tak kisah y/n, BoBoiBoy yang sepatutnya minta maaf," kata temannya berkerudung merah muda.

BoBoiBoy hanya nyengir, lalu duduk mendekatiku meminta maaf, "sorry y/n, aku tak tau tadi laju sangat, sorry ye," ucapnya sambil memelas.

Aku hanya mengangguk dan mengeluarkan buku yang ingin ku pelajari. Disini ada 2 golongan, golongan anak ambis dan golongan pasrah. Kalau aku ngga dua-duanya, hehe.

BoBoiBoy memperkenalkan teman-temannya kepadaku, ada yaya dan ying yang masuk sekolah top 1 didaerah sini. Ada fang dan gopal yang dulu memanggilnya dilapangan sepak bola.

Kami ternyata belajar di rumah ying, rumahnya bagus, elegant. Rumah benar-benar khas china. Katanya ada pemandian air panas belakang rumahnya, tidak terlalu besar tapi nyaman.

"Jaga kau ying!! Aku pasti jadi juara pertama," kata yaya.

"Juara pertama dari bawah ehehehe," cekikikan ying.

Suasana jadi seram, padahal baru saja ulangan harian bukan ujian semester. Kami berempat belajar biasa-biasa saja, mulai dari mencatat, saling tanya jika ada yang tidak tahu. Nah, yang gopal ni, dia ada satu jurus, katanya jurus "jurus pasrah lajuu," kemudian dia membalik-balikkan buku dengan cepat kemudian tidur.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Aku bertanya kepada BoBoiBoy, "BoBoiBoy, kamu suka mata pelajaran apa?"

"Hmm, saya suka pelajaran science," jawabnya.

"Ini kaosnya bayar atau tidak?" Tanyaku lagi.

"Tak bayar, peruma," jawabnya.

Aku hanya meng-oh-kan saja kemudian lanjut belajar lagi.

Sesekali neneknya ying menengok kearah kami dan membawakan cemilan dan minuman. Kami pun belajar dan mencatat santai sampai pukul lima sore, aku berpamitan kepada semuanya. Tadi juga sempat bertukar nomor telepon, jadi bisa chat satu sama lain.

Aku diantarkan BoBoiBoy pulang kerumah, sampai rumah sudah malam saja. Dia berpamitan kepadaku, "dah, jumpa lagi kat sekolah!," teriaknya.

Aku hanya mengangguk, melambaikan tangan, tersenyum kecil. Kemudian masuk kedalam rumah.

Satu setengah minggu kami belajar bersama-sama. Terkadang kami ngumpul disalah satu rumah yang akan disepakati. Terkadang juga belajar sendiri-sendiri.

Aku rasa kehidupanku benar-benar berubah.

~

Back to realityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang