Hanya seorang anak yang biasa. Sudah bertahun-tahun kehidupannya biasa-biasa saja. Seperti halnya dengan remaja pada umumnya, dia juga punya sesuatu yg sangat disukai, hobi, kegemaran, dan lain-lain.
Namun, di suatu hari terdapat lelaki populer yang...
(Direkomendasikan membaca chapter ini dengan mendengarkan lagu "Semua Aku Dirayakan" bynadin amizah)
...
Suara jangkrik dan hewan malam bernyanyi. Sinar rembulan sudah mulai sirna. Dinginnya angin malam menyelimuti tubuhku.
Seusai makan malam, aku berjalan menuju meja belajar tuk memandangi langit malam. Aku mengamati bintang-bintang yang ada di langit.
"Indah," pikirku.
"Huaam," ucapku sambil meregangkan kedua tangan.
"Apa sebaiknya aku tidur ya? Atau tidak?" Pikirku.
Aku diam sejenak, merenungi suatu hal yang sudah tak bisa diulangi. Aku menyesal karena terlambat. Walaupun nasi sudah menjadi bubur, aku akan membuat bubur itu menjadi hidangan yang layak untuk dimakan. Aku bersikeras untuk memperbaiki dan mengubah menjadi hal yang bermanfaat.
Aku mengambil secarik kertas dan mulai menulis sesuatu.
Secarik kertas yang berisikan harapan dan mimpi-mimpimu yang tertunda.
Secarik kertas yang berisikan doamu dan doaku.
Aku menulisnya dengan sepenuh hati, berharap engkau bisa tersenyum kepadaku saat ini.
Setelah menulis sesuatu tadi, aku beranjak bersiap menuju suatu tempat, tempat istirahatmu yang terbaik.
Kau sudah cukup lelah berkelahi dengan dunia fana ini.
Entah berapa banyak luka yang kau pendam.
Entah berapa banyak kamu berbohong untuk tetap baik-baik saja.
Aku berjalan dalam larutnya malam. Suara jangkrik dan hewan malam masih bernyanyi tuk merayakan kepergianmu. Tak mau kalah, aku pun ikut bernyanyi untuk merayakanmu.
Seharusnya hari ulang tahun ini menjadi hari yang spesial buatmu, tetapi saat ini menjadi hari yang sendu buatku.
Aku masih tak menyangka atas kepergianmu. Aku sangat bodoh sekali sejak dulu hingga sekarang. Aku masih tak merelakan atas kepergianmu itu.
Hidup ini berjalan dengan cepat, jadi jangan sia-siakan waktu yang berharga ini dengan orang-orang tersayang.
Walaupun dunia ini fana dan tidak ada yang abadi, namun cintaku padamu akan tetap abadi sepanjang masa.
"Kau tahu BoBoiBoy, cerita romansa BJ.Habibie dengan Ainun? Sangat romantis dan menyenangkan didengar bukan?" Ucapku sambil tersenyum memandanginya.
Ia tersenyum seperti biasanya. Senyuman khasnya itu segera membuat air mataku jatuh.
"Andai kamu dulu tidak pergi jauh dari bumi. Andai kamu tidak bersikeras terhadap dirimu yang rapuh itu."
Aku hanya bisa mengucapkan kata andai-an yang bodoh itu.
Air mataku mengalir dengan deras. Aku hanya bisa tertunduk. Saat ini, tubuhku rapuh dan hatiku hancur berkeping-keping saat mendengar berita atas kepergiannya.
Takdir memang tiada yang bisa mengetahui.
Setelah menangis tersedu-sedu, aku berusaha bangkit menatap tanah yang menjadi tempatmu beristirahat. "Menangis pun tidak bisa membuatmu kembali," batinku.
Aku menaruh secarik kertas yang kutuliskan sebelumnya dan setangkai mawar putih. "Itu bunga favoritmu bukan?" Ucapku berusaha tegar.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu dan segera merogoh saku celanaku. Kudapati foto terakhir kamu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Caption: "Tengok ni y/n! Cantik kan?"
Aku masih teringat pembicaraan kita pada malam perpisahan itu, "Terima kasih y/n, kalau tak ada kau mana mungkin aku tahu banyak hal. Sori kalau aku selalu buat hal aneh y/n hehe," ucapmu.
"Kapan kamu kembali ke bumi?" Tanyaku menahan tangis.
"Eeee, ak-aku tak tahu hehe," jawabmu santai.
Saat itu, entah mengapa aku tak bisa menahan rasa rindunya padanya. Air mataku mulai berjatuhan.
"Ehh, jangan menangis y/n! Aku akan kembali secepatnya oke?" Ucapnya tenang.
"Janji?" Tanyaku.
"Janji!" Balasnya.
Dia berbohong lagi.
"Kapan terakhir kali aku mendapatkan hal yang jujur?" Ucapku.
Dengan berat hati aku mulai merelakanmu. Semoga saja kita bisa bertemu di surga nanti. Aku masih punya banyak cerita yang belum kuceritakan padamu.
"Selamat ulang tahun BoBoiBoy, sampai disini dulu pertemuan kita di bumi."
"Terima kasih atas kehadiranmu, kamu membuat hidupku menjadi berwarna," ucapku sambil tersenyum.
...
Hai, masih hidup? Jangan lupa vote dan komen~ Ini bakalan jadi end atau ngga ya? Hmm. Kalian sedih? aku juga nulisnya sambil mewek :)
Punya twitter ngga? Kl punya mampir gih @/00naxnaa ayo mutualan sm aku. Kita bisa berteori bersama ttg windara yg katanya angst 😭👊