Satu setengah minggu kemudian, akhirnya ulangan harian berakhir.
"Huft," aku bernafas lega.
Akhirnya, aku bisa santai sedikit. Aku hendak tidur di meja, tapi ada guru yang datang di kelas.
"Mohon perhatian anak-anak! Tenang sedikit," tegasnya.
Kulihat BoBoiBoy berdiri dan membagikan lembaran kertas untuk ekstrakulikuler.
"Nah, segera diisi ya anak-anak, saya tunggu sampai istirahat. Dikumpulkan di meja saya," ucapnya.
Kemudian, guru tersebut meninggalkan ruangan kelas. Suasana kelas menjadi ramai lagi, banyak yang berdiskusi tentang ekstra apa yang hendak diikuti.
Aku melanjutkan tidurku dan mendengarkan pembicaraan teman-teman sekelas.
"BoBoiBoy, ikut ekskul apa?" Tanya salah satu cewe dikelas.
"Belum tahu lagi hehe," jawabnya meringis.
"Bohong, dia pembohong yang handal," batinku.
"Hey BoBoiBoy, ikut basket lah kuy," ajak salah satu lelaki yang sudah dulu ikut ekstra basket.
"Emm, nanti aku fikirkan," jawabnya.
Memang pemilihan ekstra dilakukan satu tahun sekali, siswa diberikan pilihan mau ganti ekstra atau tidak selama setahun. Maksimal mengambil dua esktra, diingat lagi ini sudah sma jadi agak berat untuk mengatur waktu.
Setelah membagikan lembaran pemungutan ekstra, ia kembali duduk disebelahku. Aku meliriknya, dia sedang termenung memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian, dia ikut tidur juga denganku. Posisinya aku tidur menghadap jendela, dia tidur menghadap belakang punggungku.
Sampai jam istirahat, dia masih tidur. Aku sudah bangun duluan dan memakan bekalku.
Istirahat pun usai, sudah memasuki jam pembelajaran, dia masih saja tidur. Untung guru belum datang ke kelas. Aku perlahan membangunkannya. Menggoyang-goyangkan lengannya, dia masih tidur. Tiba-tiba, ada guru yang datang. Aku langsung mencubitnya lengannya.
"Aduhh, aduhh sakitnye," jawabnya sambil kesakitan.
Aku mengalihkan pandanganku lurus kedepan memperhatikan guru, pura-pura tidak melihatnya.
Sepulang sekolah, kami berdua tidak langsung pulang. Hari ini hari kamis, waktunya ekstra perpustakaan di perpustakaan.
Aku mengemasi tasku dan beranjak keluar langsung menuju perpustakaan, BoBoiBoy bilang, tak usah tunggu aku langsung kesana. Aku agak terkejut kenapa dia bisa tahu kalau aku ikut ekstra perpustakaan? Mungkin dia sudah mengintip lembaranku.
Ketika aku sampai disana, aku segera melepaskan sepatu dan menaruhnya di rak sepatu. Membuka pintu perpustakaan. Disana aku disambut oleh guru penjaga perpustakaan, sebut saja namanya Pak Anton. Orangnya tinggi, berkulit hitam, rambutnya agak kecoklat-coklatan.
"Selamat sore!," katanya dengan tegas.
"S-selamat sore," jawabku.
Ini pertama kalinya aku ikut ekstra di sma. Tahun sebelumnya aku tidak ikut karena malas. Beliau menyambutku dan memperkenalkan dirinya. Menerangkan tugas-tugas yang akan dilakukan pada ekstra kali ini.
"Ini buku daftar absen esktra dan ini buku rangkuman dari kakak kelasmu tahun lalu," ucapnya.
Aku menerima buku yang diberikan oleh Pak Anton. Jujur, bukunya sangat berat. Pak Anton meninggalkanku sendirian di ruang perpustakaan ini. Aku mulai membuka buku yang diberikan, mulai mengisi absen dan mencatat poin-poin penting.
Setelahnya, aku mengelilingi perpustakaan sambil melihat-lihat buku. Sekarang tugasku yaitu merapikan buku yang baru datang.
BRAKK!
KAMU SEDANG MEMBACA
Back to reality
Fiksi PenggemarHanya seorang anak yang biasa. Sudah bertahun-tahun kehidupannya biasa-biasa saja. Seperti halnya dengan remaja pada umumnya, dia juga punya sesuatu yg sangat disukai, hobi, kegemaran, dan lain-lain. Namun, di suatu hari terdapat lelaki populer yang...
