"KAK INDO!!!"
Sontak mereka semua langsung menoleh keasal suara dan seketika mereka dibuat tersentak diam saat melihat seorang gadis bersurai biru panjang dan iris mata berwarna emas yang kini berlari menghampiri mereka dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hiks....kakk Indo!!!" Seru gadis tersebut yang langsung memeluk erat tubuh Indonesia yang kini dibuat diam sambil menatap gadis yang kini sedang memeluknya sekarang.
"Hiks...kakak.....kak Indo! Hisk....kukira aku..hiks, tidak akan pernah...hiks, bisa bertemu denganmu lagi...aku sangat merindukanmu kak..." Ucap lirih gadis itu yang semakin mengeratkan pelukannya pada Indonesia yang masih terdiam.
'Hiks...kak Dirga darimana aja sih?! Hiks...Lia sangat khawatir..hiks, karena kakak lama sekali baru pulang..hiks, Lia pikir terjadi sesuatu pada kakak...hiks...Lia takut kehilangan kakak....hiks...'
'Lia...' Batin Indonesia menatap kearah gadis yang kini sedang memeluknya sambil menangis dan hal itu membuatnya teringat akan adiknya yang dulu.
Indonesia menghela nafas pelan sebelum akhirnya dia membalas pelukan gadis itu dan mengelus surai lembut biru panjang milik gadis itu.
"Kakak juga merindukanmu Philip." Ucap Indonesia yang tersenyum lembut sambil mengelus kepala gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah adik pemilik tubuh ini yakni Philippines yang merupakan Protagonis dalam novel ini.
Philippines yang mendengar suara sang kakak yang sangat dia rindukan semakin menenggelamkan wajahnya ke dada Indonesia dan mempererat pelukannya yang dibalas oleh Indonesia tak kalah erat.
'Kalau seandainya Nesia masih hidup sampai sekarang gue rasa dia pasti akan merasa sangat senang dan bahagia karena bisa ketemu lagi ama adiknya yang sangat dia sayangi ini...' Batin Indonesia dengan tangan yang masih setia mengelus lembut punggung Philippines
Pelukan hangat yang Indonesia berikan membuat Philippines merasa sangat tenang dan nyaman.
Sementara mereka yang melihat interaksi kakak adik itu yang sudah lama tidak mereka lihat tentu saja membuat hati mereka juga ikutan menghangat dan mereka semua pun ikutan tersenyum simpul.
•
•
Skip~
Setelah berpelukan tadi diarena latihan selama beberapa menit dengan Indonesia yang berusaha untuk menenangkan Philippines yang masih saja menangis, Indonesia lalu menghentikan latihannya dan kini mereka berdua sedang berada digazebo taman belakang tempat biasanya Indonesia bersantai sambil minum teh.
Keduanya kini sedang bersantai sambil meminum teh yang tadi diambil oleh Palestina berserta beberapa cemilan, sementara Palestina dan yang lainnya memilih untuk tidak menganggu keduanya untuk saat ini.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Indonesia yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua,sementara Philippines yang sedari tadi diam sambil menatap kearahnya dibuat sedikit tersentak.
"Aku baik, bagaimana dengan kakak? Apa kakak sudah baikan?" Tanya Philippines yang duduk berhadapan dengan Indonesia.
"Aku juga sudah baik jadi jangan terlalu khawatir." Ujar Indonesia dengan nada lembut yang mana membuat Philippines yang mendengarnya menghela nafas lega.
"Oh, yah...kau tidak ikut merayakan kepulanganmu dengan mereka?" Tanya Indonesia yang menatap kearah Philippines yang sedang memakan biskuit.
Philippines kemudian menggelengkan kepalanya sebagai balasan.
"Tidak, setelah sampai aku langsung bergegas mencari kakak karena aku sangat merindukanmu..." Ujar Philippines dengan nada pelan yang masih bisa didengar oleh Indonesia yang kini terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Come Back to Life as a Side Character in a Novel [Countryhumans]
RandomWelcome to my second book^^ [Countryhumans fic] Dirgantara Saputra, pemuda berusia 18 tahun yang terbilang mempunyai wajah yang ganteng nyerempet cantik diantara para murid laki-laki disekolahnya. Saat mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempa...
![Come Back to Life as a Side Character in a Novel [Countryhumans]](https://img.wattpad.com/cover/336685354-64-k773224.jpg)