Completed✓
[Part masih lengkap.]
*Jangan lupa komentar dan votenya.
Deskripsi : Kisah tujuh pemuda yang saling mencintai dalam lingkup saudara. Melewati banyak hal, hari-hari berat, dan masalah yang menumpuk dengan kebersamaan. Mereka tidak sedarah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“G-gue ga bisa Kal” lanjut Marvio sembari memejamkan mata, menutup Indra penglihatan nya dari rayuan Haikal yang mengemaskan.
“Ya udah, oke, semoga Haikal ga usah sembuh sekalian kalo ga boleh sekolah!” ucap Haikal kesal, membuat Marvio yang memejam gemas langsung membuka mata lebar-lebar dan mendaratkan tangannya kepada bibir Haikal.
“Astagfirullah kalo ngomong Kall”
“Sakit bang, napa ditabok sih?!”
“Makanya kalo ngomong di filter bocah”
“Yaudah, sekolah ya, yaa, yaaa ...”
Marvio diam sejenak, kemudian menyentuh dahi Haikal yang sudah terbebas dari tempelan penurun demam tadi malam.