cw: harshword
"Paket!"
Navan terpincang-pincang berlari dari arah dapur. Meski luka di kakinya tidak separah seperti Rendra ataupun Jevan, Navan tetap merasakan sakitnya beberapa jam setelah kejadian. Kalau pas kejadian mah perihnya gak kerasa, kaget sama panik doang yang ada.
"Paket apa, Na?" Jevan bertanya ketika melihat Navan memasuki ruang keluarga bersama kardus berukuran sedang di pelukannya.
Navan tersenyum, lantas membuka kardus itu,
"Tada!! Lucu gak lucu gak???"
Tiga anak kucing menyembul dari dalam kardus lalu saling mengeong dengan antusias.
Jevan berdiri dari duduknya, menatap Navan dengan pandangan tak habis pikir.
"Anjing! Lo beli kucing terus dipaketin???"
Navan melotot tak terima, "ya gak lah! Gila kali!"
"Ini anak kucing yang ditemuin Gue sama temen Gue. Awalnya emang dia yang ngerawat, tapi dia mau pindah ke luar kota dan gak bisa bawa kucing-kucing ini, jadi kucingnya dikirim ke Gue," lanjut Navan.
Jevan mengusap dadanya lalu kembali duduk. Dia sempat berpikir jika saudaranya terlibat jual beli kucing ilegal.
"Terus induknya?" Suara lain terdengar. Juan mendekati Navan dan mengangkat salah satu kucing itu dan menimangnya.
Bibir Navan melengkung ke bawah. Matanya berkaca-kaca menatap 2 anak kucing dalam kardus dan satu lainnya di pelukan Juan.
"Induknya mati, kayaknya keracunan. Kita nemuin mereka lagi tidur bareng induknya sama satu saudaranya yang lain. Pas mau kita pindahin ke kardus ternyata mereka udah kaku,"
Mata Juan ikut berkaca-kaca, dia menatap kucing di tangannya lalu memeluknya, "gapapa ya cayank, sekarang aku yang jadi Papi kamuu~"
Navan mendelik tak suka, "dih?!?!? Gue Papanya, ya!! Apa-apaan Lu sembarangan ngeklaim anak Gue?!"
Juan menatap Navan malas, "yaudah si, anak Lo anak Gue juga,"
Juan menatap kucing-kucing itu,
"Dia Papa kamu," tunjuknya pada Navan,
"Aku Papi kamu," tunjuknya pada dirinya sendiri,
"Dia Daddy kamu," tunjuknya pada Jevan,
"Dan dia Opa kamu," tunjuknya pada Rendra. Juan tertawa lalu ngibrit ke belakang.
"Ayo Aku kenalin sama kakak LaLiLu!"
"JUAAAN!!!!"
"HAHAHAHAHAHA"
Navan ikut tertawa lalu berlari sambil terpincang-pincang menyusul Juan.
Rendra mendengus kesal, "nambah lagi spesies kayak Haekal Navan,"
Jevan cuma ketawa ganteng lalu meraih ponselnya dan memainkannya.
"Ayah gak marah kucing di rumah ini nambah lagi?"
Tanpa mengalihkan tatapannya pada ponsel, Jevan menjawab, "kayaknya enggak. Waktu Juan bawa tiga kucing kesini beliau juga biasa-biasa aja. Yang penting kucingnya gak keluyuran di sekitar Haekal, kayaknya Ayah oke-oke aja."
🏡
Ini weekend ke-dua setelah ada kejadian gak terduga yang bikin enam saudara Joan izin tidak berangkat sekolah. Ini juga berarti kalau anak-anak kucing Navan sudah seminggu lebih tinggal bersama enam kucing lain dan tujuh manusia dalam satu rumah.
Akhir pekan sebelumnya mereka habiskan untuk beristirahat dan bermalas-malasan di rumah. Nggelundung sana, nggelinding sini. Makan aja pesen online karena Navan lagi males masak.
Mereka udah kayak biasanya lagi.
Navan sejak hari Senin udah bisa naik motor dan boncengin Jevan. Joan boncengin Rendra, sedangkan Haekal ikut mobil Jian.
Haekal dan Jian udah mulai rusuh lagi di sekolah sejak Senin, walau habis upacara melipir ke UKS dulu. Sedangkan Jevan dan Rendra udah lari-larian sejak hari Rabu.
Jadi, di hari Sabtu yang cerah ini adalah hari untuk kerja bakti membersihkan rumah, yey!
Navan dan Rendra sedang menyapu dan mengepel lantai rumah, Joan mengelap kaca dan membersihkan debu, Jian menyapu halaman belakang, Haekal membuang sampah dan menyiram tanaman, sedangkan Jevan dan Juan sebagai pakar kucing sejati memandikan kucing-kucing mereka dan membersihkan ruangan kandangnya.
"Ren?"
"Hm?" Tanyanya kepada Navan yang juga sedang mengepel di sampingnya.
"Tentang Haekal," Navan menjeda ucapannya.
"Lo, udah tau kalau ternyata Haekal juga gak inget sama alerginya?"
"Apa?" Bukan Rendra, tapi Jevan. Dia datang dari arah halaman belakang. Bajunya setengah basah. Navan tebak jika Jevan baru saja selesai memandikan kucing.
"Kerjaan Lo dah selesai?"
Jevan mengangguk, "ruangan kandangnya udah selesai dibersihin Juan, Gue juga udah selesai mandiin. Sekarang mereka lagi berjemur sambil main di halaman belakang."
Rendra dan Navan hanya mengangguk.
"Kalian lagi ngomongin Haekal, kan? Kenapa dia?" Tanya Jevan lagi.
"Haekal gak inget sama alerginya— alergi kita."
"Hah?"
Rendra menghela nafasnya, "waktu kita pulang dari SM, Haekal nawarin Gue cilok pake saos kacang."
"Hari Kamis kemaren, gue lagi makan dimsum udang, Gue dah bilang kalo itu bahan dasarnya udang, tapi Haekal tetep kekeh pengen minta. Ya Gue kira dia cuma bercanda kek biasanya kan, ternyata beneran dimakan," Navan menahan nafasnya.
"Dia langsung Gue suruh muntahin, untungnya belum ketelen."
"Waktu habis dari SM itu tanya tentang Rendra yang alergi kacang, ya Gue jawab lah sama alerginya juga. Ternyata Haekal kira waktu itu omongan Gue cuma bercandaan,"
Jevan langsung lemes, "jadi?"
"Selama tiga tahun ini Haekal gak tahu tentang alerginya?"
Mereka bertiga menahan nafasnya, wajah mereka memucat seketika. Memikirkan bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi hanya karena Haekal lupa dengan alerginya.
"Pantes waktu itu gaya bicaranya berubah. Dia lagi mikirin ini ternyata." Sahut Navan lesu.
"Tapi sekarang Haekal udah tahu tentang alerginya, kan?"
Navan mengangguk, "Dia udah tahu kalau alergi udang sama kopi,"
"Kalau tentang kucing, harusnya Dia tahu karena sejak dulu Ayah bener-bener ngelarang dia deket-deket sama kandang kucing,"
Mereka baru saja ingin bernafas lega, sebelum pekikan dari arah halaman belakang membuat mereka kembali menahan nafas.
"Ini kucing barunya Navan ya??? Lucu bangett!!!!"
"HAEKAL LO ALERGI KUCING GOBLOK!! MAU CARI MATI LO???"
hai gaiss!! aku kembali lagi heheh😱
pendek aja gapapa yaa. kayaknya chapter selanjutnya udah mulai konflik yang serius hihihihi.
akuu juga pengen publish cerita lagii. Tentang persahabatan 00l gitu. ada dua kandidat, kalian lebih penasaran sama
00l yang tinggal satu kosan (ini udah pernah ku publish tapi aku unpublish lagi untuk ganti sedikit alurnya)
Atau
00l as anak organisasi kesehatan sekolah. mereka punya markas gitu, dan mereka anggep jadi "rumah kedua"
sama saran grup apa aja yg mau dimasukin, untuk sementara baru ada nct, treasure, skz, tbz, sama txt.
OH YA castnya mau nama asli atau lokal, karena u know 00l kalo gak rame gak seru, tapi buat hapalin nama lokal yg buanyak banget itu malah kadang bikin males baca. kalo nama asli kan langsung, oh visualisasinya si itu.
okay guys, see u!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi! My Twins!
Fanfiction00L NCT DREAM & TREASURE "Ayah mau nikah lagi!" "Oh, kalo itu gue udah tau dari lama. Lo nya aja yang ketinggalan be-" "Sama janda anak tiga, seumuran sama kita. DAN MEREKA KEMBAR!"
