HAPPY READING
Menelusuri koridor yang masih sepi, Aletta dengan sengaja berangkat sekolah hari ini cukup pagi . Hari ini Aletta harus bisa mendapatkan bukti dari khasus Elena meski itu hanya seujung kuku itu sudah sangat berarti bagi Aletta.
Sudah cukup selama hampir sebulan ini ia hanya memantau pergerakan dari orang-orang yang Aletta curigai dan orang yang mencurigakan.
Sekarang ada tiga orang yang di curigai Aletta. Dira,fania dan juga ziva. Ya,ziva juga termasuk di list yang Aletta curigai. Selama beberapa hari ini Aletta selalu menangkap tingkah aneh dari ziva. Ia juga merasa aneh dengan tingkah-tingkah gadis itu jika sedang membahas tentang Elena. Terutama saat kejadian Elana di gudang saat itu.
Ditambah kalung milik Elena yang ada pada ziva membuat Aletta semakin mencurigai gadis itu. Meski ziva adalah sahabat Elena tidak menjamin kalau ziva bukan pelakunya. Terkadang, orang terdekat kita lah yang menjadi musuh sebenarnya.
Aletta menatap setiap sudut yang terdapat cctv di sana. Letak cctv itu langsung menuju koridor utama membuat siapa pun orang yang berjalan di sana pasti akan di tangkap oleh cctv. Seingat Aletta saat penyelidikan polisi mereka tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan di cctv,begitu laporan yang di berikan Abian padanya saat itu.
Memang,saat kejadian itu Aletta tidak ikut dalam penyelidikan karena saat itu ia lebih fokus kepada elena yang harus mendapatkan penanganan medis yang terbaik. Membuat Aletta dan kedua orangtuanya memutuskan membawa elena ke rumah sakit terbaik di Amerika.
Tanpa gadis itu sadari karena terlalu melamun ia melah berjalan menuju taman sekolah.
"Kenapa aku jadi kesini"bingungnya saat berada di taman sekolah.
Karena sudah terlanjur di sini Aletta memilih duduk di bawah pohon mangga yang ada di sana. Sepertinya istirahat sebentar di sini tidak masalah,gadis itu menjulurkan kedua kakinya yang sedikit pegal karena berjalan memutari semua koridor di sini. Aletta menatap kesekeliling taman ini,sangat sepi. Memang tempat ini tempat yang sangat jarang di datangi siswa karena tempatnya yang terletak di balakng sekolah.
Ia kembali teringat masalah cctv tadi. Rasanya tidak mungkin polisi tidak menemukan hal yang mencurigakan di sana, karena semua orang yang masuk ke sekolah pasti akan terem kamera cctv. Termasuk elena dan orang yang sudah mencelakai elena pasti lewat koridor utama. Aletta marasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Aku harus mencari tau apa yang sudah aku tinggalkan"gumamnya.
Tangannya bergerak untuk menghubungi asistennya itu. Hanya membutuhkan satu kali panggilan telponnya sudah tersambung.
"Iya nona,ada apa?"terdengar suara Abian di sebrang sana.
"Berikan aku rekaman cctv koridor utama sekolah ini yang pernah di periksa polisi"ucap Aletta.
Abian yang ada di sebrang sana menyerit bingung untuk apa nonanya menginginkan rekaman itu. Tapi,karena ia hanya asisten tidak ada hak untuk menanyakan itu.
"Baik nona"jawabnya.
"Aku ingin setelah pulang sekolah rekaman itu sudah ada"ucap Aletta. Kemudian memutuskan sambungan secara sepihak.
Aletta harap saat meliat rekaman cctv itu ia bisa mendapatkan sedikit petunjuk. Ia menutup matanya bersandar pada puhon berar itu membiarkan angin pagi menerpa wajahnya.
Matanya langsung terbuka ketika mengingat sesuatu.
"Gedung sekolah"ucapnya.
Tempat di mana adiknya ditemukan dengan keadaan yang menggenaskan. Kenapa Aletta tidak kepikiran tentang itu sejak awal. Pasti di sana ada sesuatu yang bisa Aletta temukan sebagai petunjuk ataupun kalau ia beruntung mendapatkan bukti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Childish
Mystery / ThrillerSeorang gadis berusia 23 tahun yang bekerja sebagai CEO di salah satu perusahaan ternama harus menyamar menjadi childish untuk mencari tahu di balik kecelakan adiknya yang sangat misterius. Dia harus mengulang kembali sekolah SMA nya di mana tempat...
