17. kita... apa?

1K 82 2
                                        

"Kak Ivyyy" Mave masuk ke dalam ruangan kerja Ivy dengan wajah bahagia membawa balon berbentuk Spongebob.

"Kenapa Mate?"

"Ish kak Ivy panggilnya Mate mate mate, dipacarin juga engga"

"Loh? Aku udah nanya, kamu yang nolak" kata Ivy sambil menutup laptopnya.

"Masa sihh?? Mave gaada nolak"

"Ada sayang, kamu yang nolak, makanya aku diemin"

"KALO GITU TANYA LAGI! MAVE GA SUKA DIGANTUNGIIIIIINNNNNNN"

"Aku ga ada gantungin kamu Mate, kamu yang gantungin aku"

"ISH?! PLEY PIKTIM"

"playing victim mate"

"sereh. Pokoknya tanyain Mave lagi!" Kata Mave sambil berkacak pinggang.

"Ga mood, males" kata Ivy sambil terkekeh.

"Ish! Kak Ivy jelek. Mave ga suka. Kak ivy jelek! Jelek! Jelek! Jeleeekkkkkk!"

"Iya aku jelek"

"Ish?! Ga minta maaf?"

"Buat?"

"Kak Ivy gantungin Mave, harus minta maaf pake boneka beruang"

"Harusnya kamu yang minta maaf, kamu yang nolak kamu yang nuntut" Kata Ivy sambil berjalan mendekati Mave lalu mengacak rambutnya gemas.

"Ish! Ga mau Mave maafin, ga mau!" Mave menghentakkan kakinya dengan mata berkaca kaca lalu keluar dari ruangan Ivy.

Pasti ia akan pergi ke ruangan Capa. Entah dia sudah pulang atau belum Ivy tak tau, karena jam kerja sudah selesai sejak 1 jam yang lalu.

Ivy mengambil barang barangnya sebelum akhirnya juga ikut keluar dari ruangannya untuk menyusul Mave.

Benar saja. Saat sampai di ruangan Capa, Mave sedang menangis tersedu sedu diatas sofa konseling dan Capa duduk pada kursi di depan sofa.

Ivy membuka pintu ruangan Capa dengan perlahan lalu diam di depan pintu memperhatikan mereka.

"Udah yaa, jangan nangis Mave, paling Ivy bercanda, dia mah suka sama kamu aja Mave"

"Hiks! Kak Ivy ga mau tembak Mave masa, terus dia bilang dia ga mood, hiks! Emang hubungan itu harus ada mood moodnya ya? Tau gitu mending gausa kenalan aja"

Capa menggulung tissue dengan panik dan memberikannya pada Mave.

"Ini sebenarnya Mave aja yang suka kak Ivy apa gimana sih, hiks! Harusnya bilang aja dari awal, kan Mave bisa cari kak Gavin, hiks!"

"Masih suka Gavina?"

"Kalo kak Ivy ga mau sama Mave, Mave mau sama kak Gavina" kata Mave sambil menghapus air matanya.

"Aku tetep kandidat pertama kan?" Tanya Ivy yang membuat Mave dan Capa tersentak kaget menoleh ke arah pintu.

"Ga jadi! Kak Ivy kandidat ke seribu!"

"Wah, harus saingan sama seribu orang?" Kata Ivy sambil mendekat ke arah Mave.

Ivy berdiri di depan Mave sebelum akhirnya menggendong Mave ala koala, walaupun Mave memukuli dada Ivy, Ivy tak merespon seolah tak terganggu dengan pukulan pukulan Mave.

"Dari seribu kandidat, ada yang gendong kamu kaya gini?" Mave menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

Ivy berjalan keluar dari ruangan Capa dengan santai tanpa mengatakan apapun pada Capa yang membuat Capa kesal, tapi Ivy lagi lagi tak peduli.

Mave's LimerenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang