"Sekarang gue ke RBB, lo ikut?" Tanya Ivy sambil menyetir mobilnya.
Mereka sudah menghabiskan waktu 2 jam untuk berenang tadi, tapi satu jam digunakan untuk melatih pernafasan Mave dan sisanya mengajarkan Mave berenang.
"Tapi jam konsul Mave jam 1 kak"
"Tunggu kalo gitu"
"Tunggu dimana emang? Mave cape tauuu, pengen tidurrr"
"Di ruangan gue, ada sofa panjang buat tidur"
"Mave ga mau tidur di sofa!"
"Terus?"
"Mau tidur di peluk Kak Ivyyyy hehehhe, soalnya pelukannya Kak Ivy nyaman banget tauuuuu!" Kata Mave dengan wajah polosnya, sementara Ivy merasakan telinganya panas sekarang.
"Tidur"
"Heung?"
"Tidur, nanti gue gendong"
"Kenapa ga sekalian di peluk sambil tidur sihhhhh??" Mave dengan sengaja menggoda Ivy, karena tau telinga Ivy akan berubah merah saat digoda seperti ini.
"Ga. Kecuali lo kumat"
"Berarti harus tunggu Mave kumat dulu? hmm.... Mave ngapain yaa biar kumat lagi..."
Ivy menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, heran dengan perilaku Mave.
"Tidur Mave" kali ini Ivy berbicara dengan suara tegasnya yang membuat Mave langsung menuruti perkataan Ivy. Mave benar benar langsung memejamkan matanya.
Hening, tak ada pembicaraan lagi di dalam, bahkan tak ada suara lagu atau radio.
Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di RBB, dan Ivy benar benar menggendong Mave dari basemen sampai ke lantai 3 RBB di ruangan pribadi Ivy.
Sampai di ruangannya, Ia langsung merebahkan badan Mave diatas sofa.
Ivy melihat jam yang menggantung di tembok ruangannya. Sekarang jam menunjukkan pukul 11 siang.
Karena mulai merasa lapar, Ivy berjalan keluar untuk mencari makanan di depan RBB, disana ada banyak jejeran tempat kuliner, dan meninggalkan Mave sendiri di ruangannya.
»»------- ❀•°❀°•❀ -------««
Saat disapa oleh staff staffnya Ivy hanya akan menganggukan kepala sebagai jawaban sambil tersenyum kecil, sangat kecil, mungkin hanya Mave yang bisa menyadarinya.
"Mau kemana bu?" Tanya salah satu OB berbaju navy sambil memegang pelan.
"Keluar bentar"
"Jalan kaki bu?"
"Iya"
"Hati hati ya bu kalo nyebrang, soalnya saya sering denger berita keserempet mobil"
Ivy menganggukkan kepalanya sebagai respon, ia malas berhubungan dengan manusia yang selalu caper pada atasan. Seperti dia contohnya.
Dari jauh Ivy sudah melihat sebelumnya dia duduk bersender di tembok sambil bermain HP, tapi saat melihat Ivy dia pura pura baik dan bertanya pada Ivy.
"Saya duluan" kata Ivy lalu berjalan meninggalkan OB tersebut tanpa mendengar perkataan dari OB tersebut.
Ivy berjalan dengan tatapan lurus dan badan tegapnya, menunjukkan kepercayaan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mave's Limerence
Teen Fiction"Mave ga tau mau nonton apa.. Mave ga bisa mikir!" Kata Mave sambil memukuli kepalanya sendiri. "Sttt, mave.." Ivy langsung menarik pelan tangan Mave agar tidak memukuli kepalanya lagi. "Nanti sakit" kata Ivy sambil mengelus kepala Mave yang tadi ia...
